banner 728x250

Strategi Brilian Palestina: Setelah Diakui Barat, Kini Incar BRICS untuk Perkuat Posisi Global

Bendera Palestina berkibar gagah dengan latar belakang langit biru berawan.
Palestina ambil langkah strategis, resmi ajukan keanggotaan BRICS menyusul pengakuan di PBB.
banner 120x600
banner 468x60

Palestina kembali membuat gebrakan di kancah internasional. Setelah mayoritas negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk beberapa negara Barat, secara resmi mengakui kemerdekaannya, kini Palestina mengambil langkah strategis dengan mendaftar sebagai anggota BRICS. Langkah ini menjadi sinyal kuat pergeseran geopolitik global yang patut diperhitungkan.

Duta Besar Palestina untuk Rusia, Abdel-Hafiz Nofal, mengonfirmasi bahwa Otoritas Palestina (PA) telah secara resmi mengajukan permohonan keanggotaan. Meskipun belum ada jawaban pasti, Nofal menyatakan bahwa Palestina memiliki "kondisi tertentu" dan akan berpartisipasi sebagai negara undangan terlebih dahulu, sebelum bisa menjadi anggota penuh.

banner 325x300

Mengapa BRICS Jadi Pilihan Palestina?

BRICS, yang awalnya digawangi oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, dibentuk sebagai forum ekonomi untuk menyeimbangkan pengaruh dominasi negara-negara Barat. Sejak awal, BRICS telah menjadi simbol kekuatan ekonomi dan politik negara-negara berkembang yang ingin menciptakan tatanan dunia multipolar.

Kini, BRICS semakin mengukuhkan posisinya dengan bertambahnya anggota baru seperti Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Ethiopia, dan Iran sejak 2024. Indonesia pun telah resmi bergabung per Januari 2025, menunjukkan daya tarik dan relevansi BRICS di mata negara-negara Global South. Bagi Palestina, bergabung dengan BRICS bisa menjadi langkah vital untuk mendapatkan dukungan ekonomi dan politik yang lebih luas, di luar pengaruh tradisional Barat.

Keanggotaan di BRICS akan memberikan Palestina platform yang lebih kuat untuk menyuarakan kepentingannya di panggung global. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang legitimasi politik dan solidaritas dari negara-negara yang memiliki visi serupa dalam menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang. BRICS bisa menjadi penyeimbang terhadap tekanan yang selama ini datang dari blok Barat.

Gelombang Pengakuan Barat: Titik Balik Sejarah?

Langkah Palestina mendaftar ke BRICS ini tidak terlepas dari gelombang pengakuan kemerdekaan yang baru-baru ini datang dari sejumlah negara Barat. Prancis, Inggris, Australia, Kanada, hingga Portugal, secara mengejutkan telah mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat. Ini adalah perubahan sikap yang signifikan dari negara-negara yang selama ini cenderung berpihak pada Israel.

Pengakuan ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah refleksi dari meningkatnya tekanan publik global, terutama di tengah bencana kemanusiaan yang terus mendera rakyat Gaza. Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 65 ribu warga Palestina, mayoritas adalah anak-anak dan perempuan. Kondisi ini telah memicu simpati dan kemarahan internasional, memaksa beberapa negara Barat untuk meninjau kembali kebijakan luar negeri mereka.

Dengan pengakuan dari negara-negara Barat, posisi Palestina di mata hukum internasional semakin kuat. Ini memberikan legitimasi tambahan bagi Palestina untuk berinteraksi dengan organisasi internasional dan blok ekonomi seperti BRICS, bukan lagi sebagai entitas yang diperdebatkan, melainkan sebagai negara berdaulat yang diakui. Ini adalah titik balik yang bisa mengubah dinamika konflik di Timur Tengah.

Dukungan dari China dan Peran Global Selatan

China, salah satu motor penggerak BRICS, telah menyambut baik pendaftaran Palestina. Pada Jumat (26/9), Kementerian Luar Negeri China menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan Palestina. Juru bicara Kemlu China, Guo Jiakun, menegaskan bahwa BRICS adalah platform penting untuk kerja sama antara pasar berkembang dan negara-negara berkembang.

Menurut China, BRICS adalah sumber dorongan kuat bagi multipolaritas dan demokrasi yang lebih besar dalam hubungan internasional, dan telah diakui secara luas oleh negara-negara Global South. Dukungan dari China ini sangat krusial, mengingat China adalah salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia dan memiliki pengaruh besar dalam forum BRICS.

Kehadiran Indonesia sebagai anggota BRICS sejak Januari 2025 juga menunjukkan bahwa forum ini semakin relevan bagi negara-negara di Asia Tenggara dan Global South secara keseluruhan. Solidaritas dari negara-negara berkembang ini akan menjadi modal penting bagi Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya dan membangun masa depan yang lebih stabil.

Implikasi Geopolitik: Apa Artinya Bagi Israel dan Dunia?

Langkah Palestina bergabung dengan BRICS memiliki implikasi geopolitik yang sangat besar. Bagi Israel, ini berarti Palestina akan memiliki platform internasional yang lebih kuat untuk menekan Israel dan mendapatkan dukungan global. Ini bisa mengubah dinamika konflik yang selama ini cenderung didominasi oleh dukungan Barat terhadap Israel.

Bagi Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya, ini adalah tantangan terhadap hegemoni mereka dalam tatanan dunia. BRICS yang semakin kuat dengan masuknya Palestina, menunjukkan bahwa negara-negara berkembang semakin berani untuk menempuh jalur independen dan mencari aliansi di luar pengaruh tradisional Barat. Ini adalah sinyal bahwa era dunia unipolar telah berakhir.

Dalam konteks yang lebih luas, pendaftaran Palestina ke BRICS adalah bagian dari upaya global untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif. Ini adalah respons terhadap ketidakpuasan terhadap sistem internasional yang ada, yang seringkali dianggap bias dan tidak representatif. Palestina, dengan segala penderitaannya, menjadi simbol perjuangan ini.

Menuju Masa Depan Palestina yang Lebih Kuat?

Meskipun masih ada "kondisi tertentu" yang harus dipenuhi, langkah Palestina mendaftar ke BRICS adalah sebuah pernyataan politik yang berani dan strategis. Ini menunjukkan bahwa Palestina tidak hanya menunggu belas kasihan, tetapi aktif mencari cara untuk memperkuat posisinya di panggung global.

Dengan dukungan dari BRICS dan gelombang pengakuan dari negara-negara Barat, Palestina mungkin berada di ambang era baru. Era di mana suara mereka lebih didengar, hak-hak mereka lebih dihormati, dan masa depan mereka lebih terjamin. Tentu saja, jalan masih panjang, namun langkah ini adalah lompatan besar menuju Palestina yang lebih kuat dan berdaulat di tengah tatanan dunia yang terus berubah.

banner 325x300