banner 728x250

Nancy Pelosi Pensiun: Akhir Era Sang Ratu Kongres AS Setelah 40 Tahun Penuh Kontroversi?

nancy pelosi pensiun akhir era sang ratu kongres as setelah 40 tahun penuh kontroversi portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Setelah empat dekade berkiprah di panggung politik Amerika Serikat, Nancy Pelosi, mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang ikonik, akhirnya mengumumkan keputusannya untuk pensiun. Sosok yang dikenal tegas dan tak kenal kompromi ini akan mengakhiri masa jabatannya pada awal tahun 2027 mendatang. Pengumuman ini menandai berakhirnya sebuah era bagi salah satu politikus wanita paling berpengaruh dalam sejarah AS.

Pelosi, yang kini berusia 85 tahun, menyampaikan keputusannya melalui sebuah pernyataan video pada Kamis (6/11). Dalam video tersebut, ia secara langsung berbicara kepada konstituennya di San Francisco, California. "Saya ingin Anda, sesama warga San Francisco, menjadi yang pertama tahu. Saya tidak akan mencalonkan diri lagi ke Kongres," ujarnya, menegaskan bahwa ia tidak akan kembali maju dalam pemilihan wakil rakyat.

banner 325x300

Keputusan ini tentu mengejutkan banyak pihak, meskipun spekulasi mengenai masa depannya sudah lama beredar. Selama 40 tahun di kursi Kongres, Pelosi telah menjadi pusat perhatian, baik karena pencapaiannya yang luar biasa maupun kontroversi yang tak terhindarkan. Kepergiannya akan meninggalkan kekosongan besar dalam kepemimpinan Partai Demokrat di Capitol Hill.

Siapa Sebenarnya Nancy Pelosi?

Nancy Patricia D’Alesandro Pelosi lahir di Baltimore, Maryland, AS, pada 26 Maret 1940. Ia tumbuh besar dalam lingkungan keluarga yang sangat kental dengan dunia pelayanan publik dan politik. Sejak dini, ia sudah terbiasa dengan dinamika kekuasaan dan tanggung jawab.

Ayahnya, Thomas D’Alesandro Jr., adalah seorang politikus kawakan yang menjabat sebagai Wali Kota Baltimore selama 12 tahun. Sebelum itu, sang ayah juga telah mewakili kota tersebut selama lima periode di Kongres AS, menorehkan jejak yang kuat dalam sejarah politik lokal. Tak hanya itu, kakaknya, Thomas D’Alesandro III, juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Baltimore, semakin memperkuat akar politik keluarganya.

Pelosi menempuh pendidikan di Trinity College di Washington, DC, sebuah institusi yang dikenal melahirkan banyak pemimpin wanita. Setelah menikah dengan Paul Pelosi, ia pindah ke San Francisco, California, yang kemudian menjadi basis politiknya. Pasangan ini dikaruniai lima anak dewasa dan sepuluh cucu, sebuah keluarga besar yang selalu menjadi penyemangatnya.

Perjalanan Politik yang Gemilang dan Penuh Terobosan

Karier politik Pelosi dimulai sebagai seorang aktivis Demokrat sukarelawan, jauh dari sorotan publik. Namun, dengan kecerdasannya dan kemampuan membangun jaringan, ia dengan cepat meraih reputasi sebagai penggalang dana yang sangat efektif. Kemampuannya ini membawanya naik pangkat dalam struktur partai.

Ia kemudian menjabat di Komite Nasional Demokrat dan bahkan pernah menjadi ketua Partai Demokrat California. Perjalanan ini membuktikan bahwa dedikasi dan strategi yang tepat dapat membuka jalan menuju puncak kekuasaan, bahkan dari posisi paling bawah sekalipun.

Pecetak Sejarah: Wanita Pertama Ketua DPR AS

Puncak karier politik Nancy Pelosi terjadi pada tahun 2007, ketika ia mencetak sejarah sebagai wanita pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR AS. Ini adalah pencapaian monumental yang membuka pintu bagi banyak wanita lain di dunia politik. Sebagai Ketua DPR, ia menduduki posisi kedua dalam antrean menuju kursi kepresidenan, sebuah bukti nyata akan kekuatan dan pengaruhnya.

Pada tahun 2019, ia kembali menduduki posisi bergengsi tersebut, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin paling tangguh di Washington. Selama dua dekade, ia memimpin Partai Demokrat di DPR, menunjukkan kepemimpinan yang konsisten dan strategis. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPR Demokrat, peran yang semakin mengukuhkan dominasinya dalam partai.

Atas segala pencapaian dan kontribusinya, pada tahun 2013, Nancy Pelosi dilantik ke dalam National Women’s Hall of Fame. Upacara tersebut diadakan di Seneca Falls, tempat lahirnya gerakan hak-hak perempuan Amerika, sebuah pengakuan yang sangat berarti bagi perjuangannya.

Pembela HAM Global dan Momen Kontroversial di Taiwan

Selain dikenal sebagai politikus ulung di dalam negeri, Pelosi juga merupakan suara lantang untuk hak asasi manusia (HAM) di seluruh dunia. Selama beberapa dekade, ia secara konsisten menyuarakan isu-isu HAM, terutama yang berkaitan dengan komunitas Uighur di Tiongkok. Ia juga aktif membela hak-hak warga Hong Kong dan masyarakat Tibet, serta semua pihak yang ditindas oleh pemerintah Tiongkok.

Sikapnya yang tegas terhadap Tiongkok mencapai puncaknya pada Agustus 2022. Saat itu, Pelosi melakukan kunjungan kontroversial ke Taiwan, menjadikannya pejabat terpilih AS dengan jabatan tertinggi yang mengunjungi pulau tersebut dalam sekitar 25 tahun. Kunjungan ini memicu kemarahan besar dari Tiongkok, yang menganggap Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya.

Tiongkok memandang kehadiran pejabat AS setinggi Pelosi sebagai tindakan provokatif yang meningkatkan reputasi internasional pemerintah Taiwan. Kunjungan tersebut meningkatkan ketegangan antara AS dan Tiongkok ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, menunjukkan betapa beraninya Pelosi dalam mengambil sikap diplomatik yang berisiko.

Kekuatan Diplomasinya: Dari Iran hingga Musuh Bebuyutan Donald Trump

Sebagai Ketua Partai Demokrat, Pelosi juga memainkan peran krusial dalam memperkuat keamanan Amerika. Salah satu contoh paling menonjol adalah ketika ia berhasil mengamankan suara yang dibutuhkan untuk mengalahkan Partai Republik dalam menolak Perjanjian Nuklir Iran Presiden Obama. Perjanjian ini merupakan kebijakan penting yang bertujuan menghambat kemajuan Iran menuju pengembangan senjata nuklir.

Kemampuannya dalam membangun konsensus dan memimpin fraksi partainya menunjukkan keahlian diplomasi dan negosiasi yang luar biasa. Ia adalah sosok yang tak gentar menghadapi tantangan politik, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di sisi lain, Nancy Pelosi juga dikenal sebagai musuh bebuyutan Presiden AS Donald Trump. Trump bahkan menjulukinya "makhluk keji," sebuah julukan yang mencerminkan betapa sengitnya perseteruan politik di antara mereka. Kekesalan Trump memuncak ketika Pelosi memimpin dua pemungutan suara pemakzulan dirinya di DPR.

Meskipun upaya pemakzulan tersebut tidak berhasil menggulingkan Trump dari jabatannya, tindakan Pelosi menunjukkan keberanian dan komitmennya terhadap prinsip-prinsip konstitusional. Ia tidak ragu untuk menggunakan kekuasaannya sebagai Ketua DPR untuk menantang seorang presiden, bahkan ketika itu berarti menghadapi serangan pribadi yang brutal.

Warisan dan Akhir Sebuah Era

Selama kariernya yang panjang, Nancy Pelosi digambarkan dengan berbagai cara. Ada yang menyebutnya sebagai perwujudan menakutkan dari nilai-nilai liberal San Francisco, sementara yang lain melihatnya sebagai biang kerok atas kemunduran bangsa. Namun, satu hal yang pasti, ia adalah sosok yang tak bisa diabaikan.

Kepergiannya dari Kongres pada awal 2027 mendatang akan menutup babak penting dalam sejarah politik Amerika. Ia telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan, baik melalui kebijakan yang ia dorong, sejarah yang ia ciptakan sebagai wanita pertama Ketua DPR, maupun kontroversi yang ia hadapi dengan kepala tegak.

Pensiunnya Nancy Pelosi bukan hanya sekadar akhir dari sebuah karier politik, melainkan juga akhir dari sebuah era. Warisan kepemimpinan, ketegasan, dan keberaniannya akan terus menjadi bahan perdebatan dan inspirasi bagi generasi politikus selanjutnya.

banner 325x300