Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, pernah melontarkan sebuah ide yang cukup radikal dan menggegerkan. Ia mendesak para senator dari Partai Republik untuk mengalihkan dana federal yang selama ini digunakan menyubsidi biaya asuransi kesehatan di bawah Undang-Undang Perawatan Terjangkau (ACA) atau yang lebih dikenal sebagai Obamacare. Dana triliunan rupiah itu, menurut Trump, seharusnya langsung diberikan kepada individu warga AS.
Usulan kontroversial ini diajukan sebagai potensi kompromi di tengah kebuntuan politik yang kala itu menyebabkan penutupan pemerintahan atau government shutdown terpanjang dalam sejarah AS. Sebuah langkah berani yang menunjukkan bagaimana Trump selalu mencari cara untuk "mengocok" sistem yang ada.
Ide Radikal Trump: Dana Langsung untuk Rakyat
Dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu (8/11), Trump dengan tegas menyatakan pandangannya. Ia merekomendasikan agar ratusan miliar dolar yang saat itu dikirim ke perusahaan asuransi "penghisap uang" untuk menyelamatkan "Perawatan Kesehatan buruk yang disediakan oleh ObamaCare," dialihkan.
Menurutnya, dana tersebut seharusnya "DIKIRIM LANGSUNG KEPADA RAKYAT AGAR MEREKA DAPAT MEMBELI PERAWATAN KESEHATAN MEREKA SENDIRI YANG JAUH LEBIH BAIK, dan masih memiliki sisa uang." Ini adalah visi Trump tentang pemberdayaan warga negara, memotong peran perantara yang dianggapnya tidak efisien.
Ia menambahkan, "Dengan kata lain, ambil dari Perusahaan Asuransi BESAR, JAHAT, berikan kepada rakyat, dan akhiri, per Dolar yang dihabiskan, Perawatan Kesehatan terburuk di mana pun di Dunia, ObamaCare." Pernyataan ini jelas menunjukkan ketidakpuasan mendalam Trump terhadap sistem kesehatan yang ada dan perusahaan asuransi.
Akar Masalah: Kebuntuan Politik & ‘Government Shutdown’ Terpanjang
Komentar Trump muncul hanya beberapa jam sebelum Senat AS dijadwalkan bersidang kembali. Sebelumnya, Senat telah menolak legislasi yang seharusnya melanjutkan pembayaran gaji bagi ratusan ribu pekerja federal selama government shutdown terpanjang dalam sejarah AS.
Situasi kala itu memang sangat pelik. Para legislator masih berselisih mengenai cara membuka kembali pemerintahan, dengan isu pendanaan tembok perbatasan menjadi pemicu utama. Namun, masalah subsidi perawatan kesehatan pun ikut terseret dalam tarik-ulur politik ini.
Partai Demokrat menginginkan rancangan undang-undang pendanaan mencakup subsidi perawatan kesehatan yang akan kedaluwarsa bagi 24 juta warga Amerika pada akhir tahun. Sementara itu, Partai Republik yang mendukung pemerintahan Trump, bersikeras Kongres harus terlebih dahulu mengesahkan RUU pendanaan tanpa syarat apa pun.
Mereka ingin pemerintahan dibuka kembali sebelum membahas isu-isu lain, termasuk subsidi kesehatan. Kebuntuan ini menyebabkan jutaan pekerja federal tidak menerima gaji, membekukan bantuan makanan penting, dan mengganggu perjalanan maskapai penerbangan, di antara dampak lainnya yang melumpuhkan sebagian fungsi negara.
Mengapa ‘Obamacare’ Jadi Sasaran?
Undang-Undang Perawatan Terjangkau (ACA), atau Obamacare, adalah reformasi kesehatan besar yang disahkan pada tahun 2010 di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama. Tujuannya adalah untuk memperluas cakupan asuransi kesehatan bagi jutaan warga Amerika yang sebelumnya tidak memiliki akses.
ACA melakukannya melalui berbagai mekanisme, termasuk perluasan Medicaid, mandat individu untuk memiliki asuransi, dan pembentukan pasar asuransi (ACA marketplaces) di mana individu dan keluarga bisa membeli polis dengan bantuan subsidi pemerintah. Subsidi ini dirancang untuk membuat asuransi lebih terjangkau bagi mereka yang berpenghasilan rendah hingga menengah.
Namun, sejak awal, Obamacare telah menjadi target kritik keras dari Partai Republik. Mereka berpendapat bahwa ACA terlalu mahal, terlalu banyak campur tangan pemerintah, dan tidak efisien. Trump sendiri menjadikan pencabutan dan penggantian Obamacare sebagai salah satu janji kampanye utamanya.
Baginya, subsidi yang diberikan kepada perusahaan asuransi melalui ACA adalah pemborosan dan hanya menguntungkan korporasi besar, bukan langsung kepada rakyat. Inilah yang melatarbelakangi usulan radikalnya untuk memotong "perantara" dan memberikan dana langsung kepada warga.
Pro & Kontra Skema Pembayaran Langsung ala Trump
Ide pembayaran langsung kepada individu tentu memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang percaya pada kebebasan individu dan pasar bebas.
Dari sudut pandang pendukung, skema ini dianggap akan memberikan lebih banyak pilihan kepada rakyat. Dengan uang tunai di tangan, warga bisa memilih sendiri paket asuransi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka, atau bahkan menggunakannya untuk membayar biaya medis langsung. Ini juga dipandang sebagai cara untuk memotong birokrasi dan "perusahaan asuransi jahat" yang dituding Trump "menghisap uang."
Namun, skema ini juga menuai banyak kritik dan pertanyaan. Apakah dana ratusan miliar dolar itu akan cukup untuk menutupi biaya perawatan kesehatan yang terus melambung tinggi di AS? Bagaimana dengan individu yang memiliki kondisi medis kronis atau pra-eksisting, yang membutuhkan perawatan mahal?
Ada kekhawatiran bahwa tanpa subsidi terstruktur, banyak orang mungkin tidak mampu membeli asuransi yang memadai, atau bahkan tidak membeli asuransi sama sekali. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan jumlah orang yang tidak diasuransikan, membebani rumah sakit, dan berpotensi destabilisasi pasar asuransi secara keseluruhan.
Dukungan dan Preseden: Bukan Kali Pertama Trump Lakukan Ini
Meskipun kontroversial, usulan Trump ini tidak sepenuhnya tanpa dukungan. Setidaknya dua anggota parlemen dari Partai Republik, Senator AS James Lankford dari Oklahoma dan Lindsey Graham dari Carolina Selatan, secara terbuka mendukung ide tersebut.
Lankford mengatakan subsidi ACA memang memompa uang ke perusahaan asuransi, bukan kepada rakyat untuk membantu. Ia menambahkan bahwa subsidi tersebut hanya membantu kelompok tertentu saja, bukan populasi umum. Argumen ini sejalan dengan pandangan Trump yang ingin "mengembalikan kekuasaan kepada rakyat."
Menariknya, ini bukan kali pertama Trump mengusulkan pembayaran langsung kepada pembayar pajak AS di area lain. Pada masa jabatan pertamanya, ia juga pernah menerapkan kebijakan serupa, seperti paket bantuan COVID-19 yang memberikan stimulus langsung kepada warga. Hal ini menunjukkan pola konsisten dalam filosofi ekonominya: percaya pada kekuatan uang tunai langsung di tangan warga.
Masa Depan Kebijakan Kesehatan AS: Selalu Penuh Drama
Pasar ACA memungkinkan orang membeli polis langsung dari penyedia asuransi kesehatan dan terutama melayani mereka yang tidak memiliki cakupan melalui perusahaan atau program pemerintah Medicare dan Medicaid. Ini adalah jaring pengaman penting bagi jutaan orang.
Namun, perdebatan tentang bagaimana mendanai dan mengatur perawatan kesehatan di AS adalah salah satu isu politik paling abadi dan memecah belah. Usulan Trump ini hanyalah salah satu babak dalam drama panjang tersebut, yang mencerminkan perbedaan filosofi mendasar antara dua partai politik besar.
Apakah pembayaran langsung adalah solusi yang tepat atau justru akan menciptakan masalah baru, tetap menjadi perdebatan sengit. Yang jelas, kebijakan kesehatan di Amerika Serikat akan selalu menjadi medan pertempuran politik yang panas, dengan setiap administrasi mencoba meninggalkan jejaknya sendiri.


















