banner 728x250

Gawat! Israel Blokir Jutaan Jarum Suntik Vaksin Anak di Gaza, Apa Motifnya?

gawat israel blokir jutaan jarum suntik vaksin anak di gaza apa motifnya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memanas. Israel dilaporkan memblokir pengiriman bantuan vital yang sangat dibutuhkan anak-anak Palestina, termasuk jutaan jarum suntik untuk program vaksinasi. Laporan ini datang langsung dari United Nations Children’s Fund (UNICEF), badan PBB yang berdedikasi melindungi hak dan kesejahteraan anak.

Blokade Bantuan Krusial untuk Anak-anak Gaza

UNICEF mengungkapkan bahwa mereka menghadapi rintangan serius dalam upaya menyalurkan pasokan medis krusial ke Gaza. Barang-barang ini mencakup jutaan jarum suntik dan lemari es khusus yang berfungsi untuk menyimpan botol-botol vaksin. Yang lebih mengkhawatirkan, jarum suntik tersebut telah tertahan di bea cukai sejak bulan Agustus lalu, menambah daftar panjang barang yang sulit masuk.

banner 325x300

UNICEF: Jarum Suntik dan Kulkas Medis Dianggap ‘Dual-Use’

Ricardo Pires, juru bicara UNICEF, dengan tegas menyatakan kekecewaannya. Ia menjelaskan bahwa baik jarum suntik maupun lemari es dikategorikan sebagai "barang serbaguna" oleh otoritas Israel. Kategori ini membuat proses perizinan dan inspeksi menjadi sangat rumit dan memakan waktu.

Padahal, menurut Pires, pasokan ini memiliki urgensi yang luar biasa. Keterlambatan ini secara langsung mengancam kesehatan ribuan anak-anak yang sangat membutuhkan imunisasi. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (11/11), dikutip dari laporan Reuters.

Istilah "barang serbaguna" atau "dual-use" merujuk pada item yang dianggap Israel berpotensi digunakan untuk tujuan militer maupun sipil. Dalih utama mereka adalah kekhawatiran bahwa barang-barang tersebut bisa disalahgunakan oleh kelompok Hamas. Ini menjadi alasan standar yang kerap mereka gunakan untuk membatasi aliran bantuan.

Krisis Kemanusiaan Semakin Parah: Susu Bayi dan Suku Cadang Air Ikut Tertahan

Kondisi ini semakin memperparah krisis kemanusiaan yang sudah akut di Gaza. Meski ada klaim bahwa lebih banyak bantuan masuk selama fase gencatan senjata, UNICEF membantah hal tersebut untuk beberapa item krusial. Selain jarum suntik, otoritas Israel juga dilaporkan menolak masuknya 938.000 botol susu bayi siap pakai. Ini adalah kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kelangsungan hidup bayi-bayi di sana.

Tak hanya itu, suku cadang penting untuk truk air juga ikut tertahan. Padahal, akses terhadap air bersih adalah fondasi kesehatan masyarakat, dan tanpa suku cadang ini, upaya penyediaan air bersih akan semakin terhambat. Pemblokiran ini menunjukkan pola pembatasan yang sistematis terhadap kebutuhan dasar warga Gaza.

Program Vaksinasi Terancam, Ribuan Anak Berisiko

Program vaksinasi yang diluncurkan UNICEF di Gaza pekan lalu bertujuan sangat mulia. Targetnya adalah menjangkau sekitar 4.000 anak di bawah usia tiga tahun yang belum menerima vaksin rutin. Vaksinasi ini esensial untuk melindungi mereka dari penyakit mematikan seperti polio, campak, dan pneumonia.

Pada putaran pertama, lebih dari 2.400 anak berhasil divaksinasi. Namun, ini baru permulaan. UNICEF masih membutuhkan dua putaran lagi untuk memastikan seluruh anak yang membutuhkan mendapatkan imunisasi lengkap. "Dan untuk itu, kami membutuhkan lebih banyak pasokan," tegas Pires, menggarisbawahi urgensi pengiriman bantuan.

Bantahan Israel dan Klaim ‘Solusi Alternatif’

Menanggapi tudingan ini, Coordination of Government Activities in the Territories (COGAT), badan militer Israel yang bertanggung jawab mengawasi aliran bantuan, memberikan bantahan. Mereka mengklaim bahwa pasukan Zionis tidak pernah mencegah masuknya jarum suntik atau alat pendingin ke Gaza. Pernyataan ini kontras dengan apa yang disampaikan UNICEF.

COGAT menegaskan bahwa kehati-hatian mereka terkait barang "serbaguna" adalah untuk mencegah eksploitasi oleh Hamas. Mereka khawatir bantuan kemanusiaan justru akan digunakan untuk pengembangan militer kelompok tersebut. Ini adalah alasan klasik yang selalu mereka kemukakan.

Lebih lanjut, COGAT juga mengklaim bahwa ratusan truk yang membawa air, bahan bakar, gas, dan peralatan medis masuk ke Gaza setiap hari. Mereka bahkan menawarkan "solusi alternatif" kepada organisasi internasional untuk pengiriman bantuan, meskipun rincian spesifik dari solusi tersebut tidak pernah dijelaskan secara transparan.

Gencatan Senjata yang Dinodai Pelanggaran

Ironisnya, insiden pemblokiran bantuan ini terjadi di tengah fase gencatan senjata. Padahal, salah satu poin krusial dalam kesepakatan gencatan senjata adalah peningkatan signifikan dalam aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza dan penghentian permusuhan. Namun, laporan terus menunjukkan adanya pelanggaran.

Israel dilaporkan masih membatasi bantuan dan bahkan melancarkan serangan brutal di beberapa wilayah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai komitmen mereka terhadap kesepakatan yang telah disepakati bersama. Pelanggaran ini memperparah ketidakpercayaan dan memperpanjang penderitaan warga sipil.

Penderitaan Tak Berujung di Tengah Agresi

Agresi Israel ke Palestina yang dimulai sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kehancuran masif. Pasukan Zionis terus menggempur warga sipil dan infrastruktur vital tanpa pandang bulu. Data terbaru menunjukkan lebih dari 68.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa. Jutaan lainnya terpaksa mengungsi, kehilangan rumah dan masa depan mereka.

Pemblokiran bantuan medis dan kemanusiaan ini bukan hanya pelanggaran, tetapi juga menambah penderitaan yang tak terhingga bagi anak-anak dan masyarakat Gaza. Dunia menanti tindakan nyata untuk memastikan bantuan vital ini dapat segera mencapai mereka yang paling membutuhkan, demi kemanusiaan dan hak asasi manusia.

banner 325x300