banner 728x250

China Pamer Kekuatan! Kapal Induk Fujian Resmi Beroperasi, AS Auto Deg-degan?

china pamer kekuatan kapal induk fujian resmi beroperasi as auto deg degan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia militer kembali dihebohkan dengan kabar terbaru dari Asia. Kapal induk tercanggih China, Fujian, kini resmi beroperasi penuh, menandai langkah ambisius Beijing untuk menyaingi dominasi angkatan laut Amerika Serikat. Peresmian ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah deklarasi kekuatan yang siap mengubah peta kekuatan maritim global.

Kapal induk ketiga milik Negeri Tirai Bambu ini telah menjadi sorotan sejak diresmikan pada tahun 2022. Setelah melalui serangkaian uji coba yang intensif, Fujian kini siap mengarungi lautan. Kehadirannya dipandang sebagai upaya supremasi laut paling ambisius yang pernah dilakukan China.

banner 325x300

Fujian: Simbol Ambisi Maritim China

Pada Jumat (7/11) lalu, kantor berita China Xinhua melaporkan bahwa Presiden Xi Jinping secara langsung memimpin upacara peresmian operasional Fujian. Acara penting ini dilangsungkan di Hainan pada Rabu (5/11), menunjukkan betapa seriusnya China dalam mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan maritim global. Kehadiran pemimpin tertinggi negara ini menegaskan bahwa Fujian adalah aset strategis yang sangat vital.

Fujian bukan sekadar kapal induk biasa. Ia adalah representasi nyata dari ambisi China untuk memperluas pengaruhnya di lautan. Dengan beroperasinya kapal ini, China kini memiliki tiga kapal induk yang siap tempur, sebuah peningkatan signifikan dalam kekuatan proyeksi angkatan laut mereka.

Teknologi EMALS: Apa Istimewanya?

Salah satu fitur paling revolusioner dari Fujian adalah sistem peluncuran pesawat elektromagnetik atau EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System). Teknologi canggih ini memungkinkan pesawat lepas landas dengan kecepatan dan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan sistem peluncuran uap konvensional. Ini adalah lompatan teknologi yang sangat besar bagi angkatan laut China.

Hanya ada satu kapal induk lain di dunia yang dilengkapi dengan teknologi serupa, yaitu USS Gerald R Ford milik Amerika Serikat. Kehadiran EMALS pada Fujian berarti pesawat tempur dapat membawa beban senjata dan bahan bakar yang lebih berat saat lepas landas. Dengan demikian, pesawat-pesawat ini mampu menyerang target pada jarak yang lebih jauh, memperluas jangkauan operasional dan daya pukul armada China secara signifikan.

Menantang Dominasi AS: Seberapa Dekat China?

Ambisi China untuk menyaingi kekuatan angkatan laut Amerika Serikat bukanlah rahasia lagi. Namun, sejauh mana China telah mendekati tujuannya? Data menunjukkan bahwa China masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk menyamai Washington.

Saat ini, China memiliki tiga kapal induk, sementara Amerika Serikat sudah mengoperasikan sebelas kapal induk yang sangat canggih. Perbedaan bukan hanya pada jumlah, tetapi juga pada teknologi inti. Seluruh kapal induk Beijing masih mengandalkan tenaga diesel, yang membatasi jangkauan dan kecepatan operasional mereka.

Sebaliknya, semua kapal induk Washington ditenagai oleh reaktor nuklir. Teknologi nuklir ini memungkinkan kapal induk AS beroperasi tanpa batas waktu pengisian bahan bakar, memberikan mereka jangkauan global dan kemampuan proyeksi kekuatan yang tak tertandingi. Ini adalah perbedaan fundamental yang masih menjadi tantangan besar bagi China.

Dari Liaoning ke Fujian: Evolusi Armada China

Fujian kini bergabung dengan dua kapal induk China lainnya yang sudah beroperasi aktif: Liaoning dan Shandong. Liaoning, yang merupakan kapal induk tertua China, adalah hasil modifikasi dari kapal induk buatan Uni Soviet dan telah beroperasi sejak tahun 2012. Kapal ini menjadi fondasi awal bagi pengembangan angkatan laut China.

Kemudian disusul oleh Shandong, kapal induk kedua yang mulai beroperasi pada tahun 2019. Shandong merupakan kapal induk pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibangun oleh China sendiri, menandai kemajuan signifikan dalam kemampuan industri pertahanan negara tersebut. Namun, Fujian adalah lompatan terbesar.

Fujian adalah kapal induk yang paling mendekati standar kapal induk AS dalam hal ukuran dan kemampuan. Desainnya yang lebih besar dan penggunaan EMALS menempatkannya di kelas yang berbeda dari pendahulunya. Ini menunjukkan bahwa China tidak hanya belajar dari pengalaman, tetapi juga berinvestasi besar-besaran dalam riset dan pengembangan teknologi maritim mutakhir.

Ketegangan di Selat Taiwan: Uji Coba yang Penuh Pesan

Sebelum peresmian resminya, Fujian sudah menjadi pusat perhatian dan memicu ketegangan regional. Pejabat pertahanan China mengonfirmasi pada September bahwa kapal induk tercanggih itu telah berlayar melewati Selat Taiwan. Perjalanan ini dilakukan dalam rangka uji coba dan misi pelatihan di Laut China Selatan.

Langkah ini bukanlah kebetulan. Melintasi Selat Taiwan dengan kapal induk terbaru adalah sebuah pesan yang sangat jelas dari Beijing kepada Taipei dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat. Ini menunjukkan kemampuan China untuk memproyeksikan kekuatan militernya di wilayah yang dianggapnya sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatannya.

Uji coba ini juga menegaskan klaim China atas Laut China Selatan, wilayah yang kaya sumber daya dan menjadi jalur pelayaran vital. Kehadiran Fujian di perairan tersebut secara otomatis meningkatkan dinamika geopolitik dan memicu kekhawatiran di antara negara-negara tetangga serta kekuatan global lainnya.

Apa Arti Ini bagi Kekuatan Global?

Beroperasinya kapal induk Fujian memiliki implikasi yang luas bagi keseimbangan kekuatan global. Ini menandai era baru dalam persaingan maritim antara kekuatan besar. Meskipun China masih tertinggal dalam beberapa aspek, kemajuan pesat mereka tidak bisa diremehkan.

Fujian bukan hanya kapal, tetapi simbol dari tekad China untuk menjadi kekuatan global yang tak terbantahkan. Kehadirannya akan memaksa negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, untuk mengevaluasi kembali strategi pertahanan dan proyeksi kekuatan mereka di Indo-Pasifik. Ini bisa memicu perlombaan senjata baru dan meningkatkan ketegangan di wilayah-wilayah strategis.

Di tengah semua ini, satu hal yang pasti: lanskap geopolitik dan maritim dunia akan terus berubah. Dengan Fujian yang kini berlayar, mata dunia akan tertuju pada bagaimana China akan memanfaatkan kekuatan barunya ini, dan bagaimana negara-negara lain akan merespons. Era baru kekuatan angkatan laut telah tiba, dan Fujian adalah salah satu bintang utamanya.

banner 325x300