banner 728x250

Asia Dihantam Topan Ragasa, Kemlu Ungkap Kondisi WNI: Aman Terkendali!

Direktur PWNI Kemlu RI bersama Rumah Sakit Indonesia di Gaza, tiga WNI dipastikan aman.
Kemlu RI pastikan 3 WNI relawan di RS Indonesia Gaza aman pasca-serangan, tidak ada korban jiwa dilaporkan.
banner 120x600
banner 468x60

Kabar baik datang dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI! Di tengah amukan Super Topan Ragasa yang menerjang sejumlah wilayah di Asia, semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di area terdampak dipastikan dalam kondisi aman. Ini tentu menjadi angin segar di tengah kekhawatiran global akan dampak badai dahsyat tersebut.

Pernyataan melegakan ini disampaikan langsung oleh Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Judha Nugraha. Ia menegaskan bahwa hingga Rabu (24/9), tidak ada satu pun laporan WNI yang menjadi korban atau terdampak langsung oleh Super Topan Ragasa. Kemlu RI, melalui perwakilan di berbagai negara, bergerak cepat memantau situasi.

banner 325x300

Kemlu Bergerak Cepat: Semua WNI Dipastikan Aman

Sejak awal, Kemlu RI telah menunjukkan kesigapan luar biasa dalam melindungi warganya. Mereka telah berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat serta komunitas WNI, khususnya di wilayah-wilayah yang paling parah terdampak. Upaya ini memastikan setiap WNI mendapatkan informasi dan bantuan yang diperlukan.

Judha Nugraha secara khusus menyebutkan peran aktif dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila, dan KJRI Guangzhou. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan keselamatan WNI di tengah bencana.

Topan Ragasa Menggila: Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Super Topan Ragasa memang bukan badai biasa. Kekuatannya yang dahsyat telah menerjang sejumlah wilayah penting di Asia, menyebabkan kekacauan dan kerusakan yang meluas. Skala topan ini membuatnya menjadi perhatian utama di tingkat regional.

Mulai dari Provinsi Guangdong di China, Hong Kong, Taiwan, Macau, hingga ibu kota Filipina, Manila, semuanya merasakan dampak dari amukan topan ini. Wilayah-wilayah tersebut dikenal memiliki populasi WNI yang cukup besar, sehingga pantauan Kemlu menjadi sangat krusial.

Situasi Terkini di Berbagai Titik: Dari Taiwan hingga Hong Kong

Di Taiwan, Central Emergency Operation Center (CEOC) melaporkan adanya 14 korban jiwa akibat topan ini. Namun, kabar baiknya, semua korban tersebut adalah warga lokal Taiwan, tidak ada WNI yang dilaporkan menjadi korban. Ini menunjukkan bahwa WNI di Taiwan berhasil mengantisipasi dan menghindari dampak terburuk.

Sementara itu, di Manila, Filipina, Topan Super Ragasa sudah bergerak menjauh dari wilayah ibu kota sejak Selasa malam. Situasi di sana berangsur-angsur membaik, meskipun dampak kerusakan infrastruktur dan lingkungan masih perlu penanganan lebih lanjut.

Hong Kong juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cepat. Pemerintah setempat telah menurunkan status peringatan badai dari T8 (level 8) yang sangat berbahaya menjadi T3 (level 3) pada Rabu malam. Sama seperti di Taiwan, tidak ada laporan korban jiwa di Hong Kong dan Macau akibat topan ini, sebuah pencapaian yang patut disyukuri.

Waspada Tetap Penting: Imbauan dan Hotline Darurat untuk WNI

Meskipun kabar baik datang, Kemlu bersama seluruh perwakilan RI di wilayah terdampak tidak lengah sedikit pun. KJRI Hong Kong, KDEI Taipei, KBRI Manila, dan KJRI Guangzhou terus memantau perkembangan situasi dengan sangat ketat, siap menghadapi segala kemungkinan.

Kemlu juga mengeluarkan imbauan penting bagi seluruh WNI yang masih berada di wilayah terdampak Topan Super Ragasa. Mereka diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, selalu siap siaga, dan mengikuti arahan dari otoritas setempat demi keselamatan pribadi.

Jika terjadi kondisi darurat atau membutuhkan bantuan, WNI diharapkan segera melaporkan diri kepada otoritas setempat dan juga menghubungi hotline darurat Perwakilan RI terdekat. Berikut adalah daftar nomor yang bisa dihubungi:

  • KJRI Hong Kong: +852 5242 2240
  • KDEI Taipei: +886 901 132 000; +886 987 587 000
  • KBRI Manila: +639541583125
  • KJRI Guangzhou: +86 185 2037 5005, +86 199 2424 0429

Dampak Super Topan Ragasa: Jutaan Orang Dievakuasi, Kerugian Besar Mengintai

Di balik kabar keselamatan WNI, Super Topan Ragasa telah meninggalkan jejak kerusakan yang signifikan dan memilukan. Badai ini memicu banjir bandang yang melumpuhkan dan tanah longsor di berbagai lokasi, terutama di Filipina dan China, mengganggu kehidupan jutaan orang.

Laporan dari China Central Television (CCTV) menyebutkan bahwa di Provinsi Guangdong, China, lebih dari 1 juta orang terpaksa dievakuasi dari rumah mereka. Sekolah-sekolah diliburkan, tempat usaha ditutup, dan layanan transportasi umum lumpuh total, menciptakan kekacauan besar.

Kota Shenzhen, yang diprediksi menjadi salah satu daerah paling rawan, juga tidak luput dari dampak parah. Sekitar 400 ribu warganya dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko terburuk dari terjangan topan.

Bahkan di Hong Kong, Topan Ragasa menyebabkan banjir dengan arus yang sangat kencang, bahkan berdampak pada fasilitas mewah seperti hotel Fullerton Ocean Park. Ini menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan alam yang sedang mengamuk.

Mengingat Kembali Trauma Badai Dahulu: Hato dan Mangkhut

Badan meteorologi Hong Kong sendiri telah mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi angin kencang berkekuatan badai di lepas pantai dan dataran tinggi. Hujan lebat yang menyertai diprediksi akan menyebabkan badai besar serta gelombang laut yang sangat tinggi, mengancam wilayah pesisir.

Pemerintah Hong Kong bahkan mengingatkan potensi kenaikan permukaan air laut yang serupa dengan peristiwa Topan Hato pada tahun 2017 dan Topan Mangkhut pada tahun 2018. Kedua badai dahsyat itu kala itu menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar, meninggalkan trauma mendalam bagi warga.

Meskipun demikian, dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik dari berbagai pihak, diharapkan dampak terburuk dari Super Topan Ragasa dapat diminimalisir. Yang terpenting, semua WNI kita tetap aman dan terlindungi, berkat kerja keras dan pantauan tanpa henti dari Kemlu RI dan perwakilan di luar negeri.

banner 325x300