Artis Leonardo Arya alias Onad, vokalis band kenamaan Killing Me Inside, kini tengah menjadi sorotan publik setelah kabar penangkapannya mencuat. Ia baru saja menjalani pemeriksaan kesehatan intensif di ruang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Metro Jakarta Barat pada Minggu sore, 22 September 2024. Pemeriksaan ini dilakukan setelah Onad terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan ekstasi, sebuah fakta yang mengejutkan banyak pihak.
Detik-detik Onad Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Suasana di lobi Polres Metro Jakarta Barat sempat tegang saat Onad digiring menuju ruang Dokkes. Didampingi ketat oleh petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), Onad terlihat mengenakan jaket biru gelap, celana panjang hitam, dan sandal, dengan masker menutupi sebagian wajahnya. Penampilannya yang tertutup ini seolah mencerminkan upaya untuk menghindari sorotan, namun tetap tak luput dari perhatian.
Pada pukul 16.11 WIB, Onad dituntun keluar dari lobi menuju ruang Dokkes, menjalani prosedur yang menjadi bagian dari proses penyelidikan. Pemeriksaan kesehatan ini berlangsung relatif singkat, sekitar 10 menit. Tepat pukul 16.21 WIB, vokalis dengan suara khas itu kembali digiring menuju gedung utama Polres Metro Jakarta Barat untuk melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.
Hasil Tes Urine Mengejutkan: Positif Ganja dan Ekstasi!
Kabar paling mengejutkan datang dari hasil tes urine Onad yang menunjukkan ia positif mengonsumsi dua jenis narkoba sekaligus: ganja dan ekstasi. Fakta ini tentu menambah daftar panjang selebriti yang tersandung kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia, menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar dan masyarakat luas. Penggunaan zat-zat terlarang ini memiliki dampak serius tidak hanya pada kesehatan individu, tetapi juga pada citra publik dan karier.
Menariknya, sang istri, Beby Prisillia, dinyatakan negatif setelah menjalani tes urine yang sama di Polres Metro Jakarta Barat. Ini membawa sedikit kelegaan di tengah pusaran kasus yang menimpa suaminya. Namun, kasus ini tidak hanya menyeret Onad seorang; seorang rekan Onad berinisial KR yang ditangkap di Sunter, Jakarta Utara, juga terbukti positif mengonsumsi narkoba, menunjukkan adanya jaringan atau lingkaran pergaulan yang terlibat.
Bukan Tersangka, Onad Justru Berstatus “Korban”?
Meski hasil tes urinenya positif dan terbukti mengonsumsi ganja serta ekstasi, status Onad saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, menjelaskan bahwa kepolisian masih dalam tahap pendalaman dan penyelidikan motif penggunaan narkoba tersebut. Proses ini menunjukkan kehati-hatian pihak berwajib dalam menentukan status hukum seseorang, terutama dalam kasus yang melibatkan figur publik.
Yang lebih mengejutkan, Wisnu menyebutkan bahwa status sementara Onad adalah "korban penyalahgunaan narkoba." Pernyataan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di benak publik, mengingat secara umum seseorang yang terbukti positif narkoba akan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Status "korban" ini bisa mengindikasikan bahwa Onad mungkin merupakan pengguna pasif atau seseorang yang terjerumus tanpa niat untuk mengedarkan, dan berpotensi menjalani rehabilitasi alih-alih hukuman penjara.
Misteri di Balik Status “Korban” dan Motif Penggunaan Narkoba
Status "korban" yang disematkan kepada Onad tentu menimbulkan banyak spekulasi dan pertanyaan di benak publik. Kepolisian belum membeberkan alasan rinci di balik penetapan status tersebut, menambah misteri dalam kasus ini. Apakah Onad hanya sekadar pengguna, atau ada faktor lain yang membuatnya dikategorikan sebagai korban? Hal ini menjadi poin krusial yang masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Penyidik juga masih terus menyelidiki sejak kapan Onad mulai mengonsumsi barang haram tersebut. Informasi detail mengenai durasi dan frekuensi penggunaan narkoba sangat penting untuk memahami sejauh mana keterlibatan Onad dan bagaimana langkah penanganan yang tepat bisa diambil. Hingga kini, AKP Wisnu Wirawan mengakui bahwa informasi tersebut belum didapatkan secara lengkap, dan proses pemeriksaan masih terus berjalan intensif.
Istri Onad Aman, Rekan Ikut Terseret
Di tengah pusaran kasus ini, Beby Prisillia, istri Onad, bisa bernapas lega. Hasil tes urinenya menunjukkan negatif narkoba, memastikan ia tidak terlibat dalam penyalahgunaan zat terlarang tersebut. Ini adalah kabar baik bagi keluarga Onad, setidaknya satu anggota keluarga terbebas dari jerat narkoba yang mematikan.
Sementara itu, nasib rekan Onad, KR, yang juga positif narkoba, masih menunggu proses hukum selanjutnya. Keterlibatan KR menunjukkan bahwa kasus ini mungkin lebih kompleks dari sekadar penggunaan pribadi, dan kepolisian perlu mendalami lebih jauh mengenai asal-usul narkoba yang mereka konsumsi. Penyelidikan terhadap KR akan menjadi bagian integral dari upaya mengungkap jaringan atau sumber narkoba ini.
Menanti Kelanjutan Kasus dan Masa Depan Onad
Hingga saat ini, Onad masih berada di Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satresnarkoba. Publik menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini, terutama terkait motif dan alasan di balik status "korban" yang disematkan kepadanya. Apakah ia akan menjalani rehabilitasi atau ada konsekuensi hukum lain yang menanti? Semua masih menjadi tanda tanya.
Kasus yang menimpa Onad ini menjadi pengingat pahit akan bahaya narkoba yang bisa menjerat siapa saja, termasuk figur publik yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Ini juga menyoroti pentingnya edukasi dan pencegahan narkoba, serta sistem penanganan yang adil dan manusiawi bagi para korban penyalahgunaan. Masa depan karier dan kehidupan pribadi Onad kini berada di tangan proses hukum yang sedang berjalan, dan publik berharap ada kejelasan serta keadilan dalam penanganannya.


















