banner 728x250

TERKUAK! Serbuk Misterius Ditemukan di Rumah Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72, Ini Fakta Mengejutkan yang Terungkap!

terkuak serbuk misterius ditemukan di rumah terduga pelaku ledakan sman 72 ini fakta mengejutkan yang terungkap portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Penyelidikan kasus ledakan menggemparkan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai menunjukkan titik terang. Aparat kepolisian berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial dari penggeledahan rumah terduga pelaku pada Jumat (7/11) siang. Salah satu temuan paling mencolok adalah serbuk misterius yang diduga kuat menjadi pemicu ledakan dahsyat tersebut.

Penemuan ini menjadi babak baru dalam upaya mengungkap motif dan kronologi di balik insiden yang melukai puluhan orang itu. Publik menanti hasil uji laboratorium untuk memastikan apakah serbuk ini benar-benar kunci utama dalam kasus yang menghebohkan dunia pendidikan ini.

banner 325x300

Penemuan Kunci di Rumah Terduga Pelaku

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi penemuan serbuk tersebut dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Sabtu. "Terdapat sejumlah barang bukti yang disita polisi dari hasil penggeledahan itu. Salah satunya adalah serbuk yang diduga dijadikan pemicu ledakan di SMAN 72 Jakarta," jelas Kombes Budi.

Penggeledahan ini dilakukan secara intensif, melibatkan berbagai satuan kerja kepolisian yang berdedikasi. Tim penyidik bekerja keras untuk mengumpulkan setiap petunjuk, mulai dari penanganan di lokasi kejadian hingga sterilisasi area dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Serbuk Misterius, Pemicu Ledakan?

Meskipun demikian, Kombes Budi belum bisa memastikan secara definitif bahwa serbuk yang ditemukan adalah bahan peledak yang sebenarnya. "Untuk barang bukti tadi serbuk. Nanti kita sampaikan secara lengkap oleh Puslabfor," ujarnya, menekankan pentingnya investigasi ilmiah.

Kewenangan penuh untuk menganalisis dan mengolah barang bukti ini berada di tangan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor). Para ahli di Puslabfor akan melakukan serangkaian pengujian mendalam untuk mengidentifikasi komposisi serbuk dan memastikan apakah memang memiliki sifat eksplosif.

Menguak Rangkaian Penyelidikan Intensif

Penggeledahan di rumah terduga pelaku merupakan bagian integral dari rangkaian penyelidikan komprehensif. Tujuannya adalah untuk menemukan kesesuaian antara barang bukti yang ditemukan di TKP dengan yang ada di kediaman terduga pelaku. "Penggeledahan ini dari alat bukti yang ditemukan di TKP. Merujuk untuk memilah persesuaian antara barang bukti pada saat penggeledahan dengan barang bukti yang ada di TKP," papar Kombes Budi.

Polisi harus melakukan uji laboratorium untuk memastikan bahwa serbuk yang ditemukan di kedua lokasi tersebut adalah jenis yang sama. Proses ini krusial untuk membangun bukti yang kuat dan tak terbantahkan dalam kasus ini.

Peran Vital Puslabfor dalam Mengurai Bukti

"Ada beberapa bagian (serbuk). Makanya ini harus dijelaskan apakah serbuk-serbuk tersebut cocok atau sesuai dengan yang ada di TKP kan harus uji lab," ucap Budi. Keterangan ini mengindikasikan bahwa ada kemungkinan variasi serbuk atau material lain yang juga perlu dianalisis secara cermat.

Puslabfor akan menjadi penentu utama dalam mengungkap misteri di balik serbuk ini. Hasil analisis mereka akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menyimpulkan jenis bahan yang digunakan, bagaimana cara kerjanya, dan tentu saja, apakah serbuk tersebut identik dengan sisa-sisa ledakan di sekolah.

Kilas Balik Ledakan SMAN 72: Dari Dugaan Bullying hingga Korban Berjatuhan

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah mengungkapkan adanya beberapa bukti pendukung yang diamankan tim di lapangan. "Ditemukan beberapa bukti pendukung yang tentunya ini sedang kita kumpulkan. Ada tulisan, kemudian ada barang bukti serbuk yang diperkirakan bisa menimbulkan potensi terjadinya ledakan," kata Listyo di RS Islam Jakarta, Cempaka Putih.

Insiden ledakan terjadi pada Jumat (7/11) sekitar pukul 12.15 WIB di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta, yang berlokasi dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL). Saksi mata menceritakan bahwa ledakan pertama terdengar saat siswa dan guru sedang melaksanakan Shalat Jumat di masjid sekolah, disusul ledakan kedua dari arah yang berbeda.

Motif dan Bukti Lain yang Terus Didalami

Ledakan tersebut menyebabkan kepanikan luar biasa dan menimbulkan banyak korban. Mereka mengalami beragam cedera, mulai dari luka bakar hingga luka akibat serpihan. Jumlah korban bahkan sempat bertambah hingga 96 orang, menunjukkan skala dampak yang cukup besar.

Investigasi awal mengarahkan dugaan pelaku adalah salah satu siswa dari sekolah tersebut. Isu perundungan atau bullying mencuat sebagai motif potensial di balik aksi nekat ini. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan catatan-catatan terkait kasus ini, termasuk memeriksa media sosial dan lingkungan keluarga terduga pelaku untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

Selain serbuk, di lokasi kejadian juga ditemukan benda yang mirip senjata airsoft gun dan revolver. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, dipastikan bahwa kedua benda tersebut hanyalah mainan. Ini menunjukkan betapa kompleksnya penyelidikan yang harus dilakukan, memilah antara petunjuk yang relevan dan yang tidak.

Polisi berjanji akan menjelaskan secara lengkap seluruh barang bukti yang ditemukan setelah semuanya jelas dan terkonfirmasi. Termasuk, tentu saja, motif sebenarnya yang mendorong terduga pelaku melakukan peledakan di area sekolah. Kasus ini masih terus bergulir, dan masyarakat menantikan keadilan serta kejelasan atas insiden yang meresahkan ini.

banner 325x300