banner 728x250

Terbongkar! Modus Licik Maling Rumah Kosong di Jakarta Barat, Ternyata Residivis Berulang Kali Beraksi!

terbongkar modus licik maling rumah kosong di jakarta barat ternyata residivis berulang kali beraksi portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta Barat kembali dihebohkan dengan penangkapan dua pelaku spesialis pencurian rumah kosong. Yang lebih mencengangkan, kedua pelaku ini ternyata adalah residivis alias penjahat kambuhan yang sudah berkali-kali keluar masuk penjara. Aksi mereka yang meresahkan warga Jakarta Barat akhirnya berhasil dihentikan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Barat.

Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Tri Suhartanto, mengungkapkan bahwa para pelaku ini memiliki rekam jejak kriminal yang panjang. Mereka tidak kapok meskipun sudah pernah merasakan dinginnya sel tahanan. Penangkapan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

banner 325x300

Profil Pelaku: Residivis Kelas Kakap yang Tak Jera

Dua pelaku yang berhasil diamankan polisi adalah DK alias E dan AS alias A. Nama mereka mungkin terdengar biasa, namun sepak terjang kriminalnya jauh dari kata biasa. DK alias E adalah residivis kasus serupa yang pernah ditahan di Lapas Cipinang pada tahun 2006. Bayangkan, hampir dua dekade lalu ia sudah beraksi dan kini kembali mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, AS alias A juga bukan pemain baru. Ia merupakan residivis tahun 2020 yang pernah mendekam di Lapas Cilegon. Fakta ini menunjukkan bahwa mereka adalah penjahat profesional yang menjadikan pencurian sebagai "profesi" utama mereka. Mereka berdua memiliki pengalaman dan trik licik yang membuat mereka sulit ditangkap.

Modus Operandi yang Bikin Geleng-geleng Kepala

AKBP Tri Suhartanto menjelaskan bahwa modus operandi kedua pelaku ini terbilang sederhana namun efektif. Mereka tidak menggunakan teknologi canggih atau perencanaan rumit, melainkan memanfaatkan kelengahan dan kebiasaan pemilik rumah. "Modus mereka mencari rumah kosong dengan berputar di wilayah Jakarta Barat," kata Tri.

Trik Lampu Menyala di Siang Hari, Jebakan Maut untuk Rumah Kosong

Salah satu trik paling jitu yang mereka gunakan untuk mengidentifikasi rumah kosong adalah dengan mengamati lampu. Pelaku akan berkeliling menggunakan sepeda motor, memantau rumah-rumah yang mencurigakan. Jika ada lampu rumah yang menyala hingga siang hari, itu menjadi sinyal kuat bagi mereka bahwa rumah tersebut kemungkinan besar sedang tidak berpenghuni.

Trik ini sangat licik karena banyak orang sering lupa mematikan lampu saat terburu-buru pergi, atau sengaja menyalakannya agar rumah terlihat ada penghuni. Namun, bagi para maling profesional seperti DK dan AS, justru lampu yang menyala di siang hari adalah undangan terbuka untuk beraksi. Mereka tahu, pemilik rumah yang sedang berlibur atau bepergian jauh cenderung kurang memperhatikan detail kecil seperti ini.

Pura-pura Bertamu, Aksi Licik Mengelabui Warga

Setelah mengidentifikasi target, mereka tidak langsung beraksi. Pelaku akan mencoba "bertamu" ke rumah yang sudah diincar. Mereka akan mengetuk pintu atau membunyikan bel, berpura-pura mencari seseorang atau menanyakan alamat. Jika tidak ada jawaban dari dalam rumah, itu menjadi konfirmasi terakhir bagi mereka bahwa rumah tersebut benar-benar kosong dan aman untuk dibobol.

Aksi pura-pura bertamu ini juga berfungsi untuk mengecek apakah ada tetangga yang sedang mengawasi atau apakah ada sistem keamanan yang aktif. Jika tidak ada respons dan situasi terlihat sepi, mereka akan langsung melancarkan aksinya tanpa ragu. Keberanian dan kecepatan mereka dalam bertindak menjadi kunci sukses setiap pencurian.

Kerugian Fantastis dan Barang Berharga yang Lenyap

Dari hasil pemeriksaan awal, Polres Jakarta Barat mencatat setidaknya ada empat laporan pencurian yang melibatkan kedua pelaku ini. Namun, AKBP Tri Suhartanto tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah laporan akan bertambah seiring berjalannya penyelidikan. Ini menunjukkan bahwa jangkauan aksi mereka mungkin lebih luas dari yang terdeteksi saat ini.

Kedua pelaku telah membobol rumah di berbagai wilayah di Jakarta Barat, termasuk kawasan Taman Meruya Ilir Kembangan, Cengkareng, dan Grogol Petamburan. Dari setiap aksinya, mereka berhasil mengantongi uang tunai hingga barang berharga seperti kendaraan roda dua dan perhiasan emas milik korban. "Total kerugian ada yang Rp30 juta, ada yang Rp50 juta. Ada kendaraan juga roda dua, emas, jadi mereka random saja. Begitu masuk ke rumah kosong lihat ada barang yang bisa dijual mereka ambil," jelas Tri. Ini membuktikan bahwa mereka tidak pilih-pilih barang, yang penting bisa dijual dan menghasilkan uang.

Kronologi Penangkapan: Dari Jakarta Hingga Jawa Tengah

Setelah menerima laporan dan melakukan penyelidikan intensif, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan para pelaku. Salah satu pelaku, AS, berhasil ditangkap di wilayah Grogol Petamburan pada Senin, 27 Oktober lalu. Penangkapan ini menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus.

Dari hasil pengembangan penyelidikan terhadap AS, polisi kemudian berhasil melacak keberadaan rekannya, DK. DK ditangkap di wilayah Jawa Tengah pada Rabu, 29 Oktober. Penangkapan di luar Jakarta ini menunjukkan bahwa para pelaku mencoba melarikan diri dan bersembunyi setelah melancarkan aksinya. Namun, kesigapan dan kerja keras polisi berhasil menggagalkan upaya pelarian mereka.

Ancaman Hukuman Berat Menanti Para Residivis

Atas perbuatannya, kedua pelaku kini disangkakan dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan. Pasal ini mengatur hukuman yang cukup berat bagi para pelaku kejahatan pencurian yang dilakukan dengan cara-cara tertentu, seperti merusak, memanjat, atau dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Ancaman hukuman maksimal yang menanti DK dan AS adalah tujuh tahun penjara. Mengingat status mereka sebagai residivis, kemungkinan besar hakim akan menjatuhkan hukuman yang berat sebagai efek jera. Ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi para korban dan mengirimkan pesan tegas kepada pelaku kejahatan lainnya.

Pentingnya Kewaspadaan: Tips Jitu Melindungi Rumah dari Maling

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. AKBP Tri Suhartanto mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. "Pastikan rumah terkunci rapat, matikan lampu di siang hari dan beritahu tetangga atau keamanan setempat," tegasnya.

Manfaatkan Teknologi untuk Keamanan Ekstra

Di era digital ini, ada banyak teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan rumah. Pertimbangkan untuk memasang kamera CCTV di titik-titik strategis yang bisa dipantau dari jarak jauh melalui ponsel. Sensor pintu dan jendela, alarm pintar, atau bahkan lampu yang bisa diatur otomatis menyala dan mati pada jam tertentu juga bisa menjadi pilihan. Teknologi ini dapat memberikan notifikasi langsung ke ponselmu jika ada aktivitas mencurigakan di rumah.

Peran Aktif Tetangga dan Komunitas

Jangan remehkan kekuatan komunitas. Beri tahu tetangga terdekat atau ketua RT/RW jika kamu akan bepergian dalam waktu lama. Minta mereka untuk sesekali melihat atau membantu mengumpulkan surat dan koran di depan rumah agar tidak terlihat menumpuk. Keberadaan sistem keamanan lingkungan seperti siskamling atau grup WhatsApp warga juga sangat membantu dalam memantau kondisi sekitar. Semakin banyak mata yang mengawasi, semakin kecil peluang maling untuk beraksi.

Jangan Biarkan Rumahmu Jadi Target Berikutnya!

Kasus penangkapan dua residivis spesialis pembobol rumah kosong ini adalah bukti nyata bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Modus mereka yang sederhana namun efektif menunjukkan bahwa kelengahan kita adalah peluang emas bagi para penjahat. Jangan sampai rumahmu menjadi target berikutnya.

Mulai sekarang, tingkatkan kewaspadaan, periksa kembali kunci-kunci rumah, matikan lampu yang tidak perlu di siang hari, dan jalin komunikasi yang baik dengan tetangga. Ingat, "Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci pencegahan kejahatan semacam ini," kata AKBP Tri Suhartanto. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk kita semua.

banner 325x300