Dunia hiburan kembali dikejutkan dengan kabar kurang menyenangkan dari Leonardo Arya, yang akrab disapa Onad. Vokalis band Killing Me Inside ini kini tengah menghadapi kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Metro Jakarta Barat, Onad akhirnya muncul ke hadapan publik pada Minggu sore.
Momen kemunculannya menjadi sorotan utama. Dengan langkah tegap namun wajah tertutup masker, Onad hanya melontarkan satu kalimat singkat yang penuh makna: "Mohon doanya." Permintaan doa itu keluar setelah awak media mencecarnya dengan pertanyaan seputar motif konsumsi barang haram tersebut.
Kemunculan Perdana Onad: Jaket Biru dan Masker Hitam
Pukul 16.11 WIB, Onad digiring keluar dari lobi Polres menuju ruang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes). Ia tampil dengan jaket biru gelap, celana hitam, dan sandal. Masker yang menutupi sebagian besar wajahnya seolah ingin menyembunyikan ekspresi di balik kasus yang menjeratnya.
Meski dicecar pertanyaan, Onad memilih tak banyak berkomentar. Ia hanya mengulang permintaan doanya, kemudian melanjutkan langkahnya didampingi petugas. Pemeriksaan kesehatan berlangsung singkat, sekitar 10 menit, sebelum ia kembali digiring menuju gedung utama Polrestro Jakarta Barat.
Status Onad: Positif Narkoba, Tapi Bukan Tersangka?
Fakta mengejutkan muncul dari kasus Onad. Meskipun hasil tes urine menunjukkan ia positif mengonsumsi narkoba jenis ganja dan ekstasi, pihak kepolisian belum menetapkannya sebagai tersangka. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu Wirawan, menjelaskan status Onad masih dalam tahap pendalaman dan penyelidikan.
"Sementara masih dalam langkah proses pendalaman, pemeriksaan, penyelidikan," tegas AKP Wisnu. Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal, Onad justru berstatus sebagai korban penyalahgunaan narkoba. "Jadi si OL ini adalah korban dari pada narkotika," tambahnya. Pernyataan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di benak publik.
Misteri Motif dan Durasi Penggunaan Narkoba Onad
Hingga saat ini, kepolisian masih terus mendalami motif di balik penggunaan narkoba jenis ganja dan ekstasi oleh Onad. Apa motif di balik terjerumusnya publik figur ini dalam lingkaran gelap tersebut? Pertanyaan ini menjadi salah satu fokus utama penyidik.
Selain motif, pihak berwajib juga masih menyelidiki sejak kapan Onad mulai mengonsumsi barang haram tersebut. AKP Wisnu Wirawan mengakui durasi penggunaan belum bisa dibeberkan. "Kalau untuk sejak kapannya, saya belum dapat informasi lebih lanjut. Jadi, sementara masih kami periksa," jelasnya. Proses pendalaman ini membutuhkan waktu dan ketelitian.
Istri Onad Negatif, Rekan Positif Narkoba
Kasus narkoba yang menjerat Onad juga menyeret nama-nama lain. Sang istri, Beby Prisillia, beruntungnya menunjukkan hasil tes urine negatif narkoba. "Onad positif ganja dan ekstasi. Kalau istrinya sudah dilakukan pemeriksaan, hasil tes urinenya negatif narkoba," kata AKP Wisnu. Kabar baik di tengah badai yang menerpa keluarga mereka.
Namun, tidak demikian halnya dengan rekan Onad berinisial KR. KR yang ditangkap di Sunter, Jakarta Utara, juga dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Penangkapan KR inilah titik awal pengembangan kasus hingga menyeret Onad, mengindikasikan jaringan narkoba yang lebih luas.
Menanti Titik Terang: Onad Masih Jalani Pemeriksaan Intensif
Saat ini, Onad masih berada di Mapolres Metro Jakarta Barat. Ia harus menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satresnarkoba. Proses ini penting untuk mengumpulkan semua informasi dan bukti guna menentukan status hukumnya secara definitif. Apakah statusnya tetap korban atau berubah menjadi tersangka?
Pemeriksaan intensif ini diharapkan dapat mengungkap lebih banyak detail, termasuk asal-usul narkoba yang dikonsumsi, jaringan yang terlibat, serta peran Onad. Publik menantikan kejelasan dari pihak kepolisian mengenai nasib artis ini. Pengingat pahit bahaya penyalahgunaan narkoba.
Kasus Onad: Pelajaran Berharga di Tengah Sorotan Publik
Kasus yang menimpa Onad ini bukan hanya sekadar berita kriminal, melainkan juga sebuah pelajaran berharga. Sorotan publik yang besar menunjukkan betapa rentannya seseorang, terutama figur publik, terhadap godaan narkoba. Permintaan doa Onad mungkin mencerminkan penyesalan dan harapannya untuk bisa melewati masa sulit ini.
Kepolisian Metro Jakarta Barat terus bekerja keras menuntaskan kasus ini dengan transparan dan adil. Kita semua berharap kebenaran segera terungkap dan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Semoga kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga diri dari jeratan narkoba.


















