Jasad seorang anak perempuan berinisial AR (8) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar indekos di Jalan Arwana Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara. Penemuan tragis pada Minggu (21/9) dini hari ini sontak menggemparkan warga dan segera memicu penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian. Kasus ini kini menjadi fokus utama setelah hasil pemeriksaan forensik RS Polri Kramat Jati mengungkap sejumlah fakta yang memilukan.
Hasil Forensik Ungkap Kondisi Jenazah AR yang Memilukan
Kabid Yandokpol RS Polri Kombes Ahmad Fauzi memaparkan hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan timnya. Jenazah AR tiba di RS Polri pada Minggu (21/9) pukul 05.42 WIB, dan pemeriksaan intensif dimulai pada hari yang sama, pukul 08.15 WIB. Kondisi jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan, sudah membusuk parah dan dipenuhi belatung yang mengerikan.
Wajah AR tampak mengering, menambah kesan tragis pada penemuan ini. Yang paling mengejutkan, tim forensik menemukan adanya luka terbuka yang mencolok di bagian kepala korban. "Jenazah sudah dalam kondisi membusuk," kata Fauzi, saat memberikan keterangan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (24/9).
Lebih lanjut, tim forensik juga mendapati jejas atau cedera di leher kanan dan kiri korban. Selain itu, terdapat luka terbuka di puncak kepala yang menunjukkan resapan darah hingga ke tulang, mengindikasikan kekerasan yang serius. Temuan ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan besar mengenai penyebab kematian AR.
Tak hanya itu, pemeriksaan juga mengungkap adanya tonjolan pada tulang iga kiri bagian depan. Fauzi menjelaskan bahwa tonjolan ini memiliki permukaan kasar, dan diduga kuat akibat proses penyembuhan tulang yang sudah berlangsung sebelumnya. Ini bisa jadi petunjuk adanya riwayat cedera pada korban.
Kronologi Penemuan Jasad di Kamar Indekos yang Menggemparkan
Jasad AR yang malang ditemukan di kamar indekos pada Minggu (21/9) sekitar pukul 00.00 WIB. Lokasi penemuan berada di sebuah indekos di Jalan Arwana Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penemuan yang terjadi di tengah malam ini sontak membuat geger penghuni indekos dan warga sekitar.
Laporan cepat kepada pihak berwajib membuat polisi segera tiba di lokasi. Tim kepolisian langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal untuk mengumpulkan petunjuk dan mengamankan area. Suasana tegang dan duka menyelimuti indekos tersebut setelah penemuan tragis ini.
Polisi Bergerak Cepat, Tujuh Saksi Diperiksa Intensif
Menyikapi kasus yang menyita perhatian publik ini, Polsek Metro Penjaringan tidak membuang waktu. Sejak penemuan jasad, penyelidikan langsung digencarkan. Hingga Senin (22/9), tercatat tujuh orang saksi telah diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian.
Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Agus Ady Wijaya mengungkapkan, di antara para saksi tersebut adalah lima orang lainnya yang diduga memiliki informasi penting, serta kedua orang tua korban. Ayah korban berinisial S (44) dan ibu korban, MKR, turut dimintai keterangan untuk membantu mengungkap tabir kematian AR. Keterangan dari para saksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
TKP Disegel, Penyelidikan Mendalam Berlangsung
Untuk menjaga keaslian lokasi kejadian dan memastikan tidak ada barang bukti yang hilang atau rusak, garis polisi telah terpasang. Garis kuning pembatas ini melintang di anak tangga dari lantai dua menuju lantai tiga bangunan indekos yang berbentuk ruko tersebut. Pemasangan garis polisi dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Metro Penjaringan dan Polres Metro Jakarta Utara.
Tindakan pengamanan TKP ini adalah prosedur standar dalam penyelidikan kasus pidana. Polisi ingin memastikan bahwa setiap detail di lokasi kejadian dapat diperiksa secara cermat tanpa gangguan. Saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi erat dengan Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Utara untuk melakukan pengecekan dan pengolahan TKP awal secara lebih mendalam.
Latar Belakang Korban: Tinggal Bersama Ibu di Indekos Khusus Wanita
Dari informasi yang dihimpun, AR diketahui sehari-hari tinggal bersama ibunya, MKR (35). Mereka menempati salah satu kamar di lantai tiga indekos tersebut. Indekos di Jalan Arwana Pejagalan ini merupakan bangunan ruko berlantai tiga yang dikhususkan untuk wanita.
Bangunan ruko tersebut memiliki total enam kamar, dengan tiga kamar di lantai dasar dan tiga kamar lainnya di lantai dua. AR dan ibunya menempati kamar di lantai paling atas, yang kini menjadi lokasi penemuan jasad yang menggemparkan ini. Kehidupan mereka di indekos tersebut kini menjadi bagian penting dari penyelidikan.
Kasus kematian AR yang penuh misteri ini masih dalam pengembangan. Pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas setiap petunjuk, menganalisis hasil forensik, dan mendalami keterangan para saksi. Harapan besar tertumpu pada aparat penegak hukum agar keadilan dapat ditegakkan dan siapa pun yang bertanggung jawab atas tragedi ini dapat segera terungkap.


















