banner 728x250

Mencekam! Cekcok Rumah Tangga Berujung Bakar Kontrakan di Cakung, Istri Terluka Parah, Pelaku Diburu

Pria berkacamata berbusana kemeja putih dan dasi merah memberikan pernyataan.
Polisi saat ini memburu pelaku pembakaran kontrakan di Cakung yang menyebabkan istri luka bakar serius.
banner 120x600
banner 468x60

Sebuah insiden mengerikan mengguncang warga Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis lalu. Sebuah pertengkaran rumah tangga yang memanas berakhir dengan aksi pembakaran kontrakan, menyebabkan seorang istri mengalami luka bakar serius dan mertua menderita memar. Pelaku, seorang pria berinisial A, kini menjadi buronan utama Kepolisian Sektor (Polsek) Cakung.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Borobudur, Kavling Tanah Merah, RT 06 RW 05, Kecamatan Cakung. Api melalap kontrakan setelah cekcok hebat antara A dan istrinya, Siti Nurkalisah (33). Suasana mencekam menyelimuti lingkungan sekitar saat api mulai berkobar, mengancam keselamatan warga lainnya.

banner 325x300

Kronologi Mencekam Pembakaran Kontrakan

Insiden bermula dari pertengkaran hebat antara A dan Siti Nurkalisah. Puncak kemarahan A membuatnya nekat melakukan tindakan ekstrem: membakar kontrakan yang mereka tinggali. Aksi ini bukan hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga melukai orang-orang terdekatnya.

Menurut keterangan dari Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, pemicu kebakaran memang jelas terkait dengan masalah rumah tangga. Pertengkaran yang seharusnya bisa diselesaikan secara damai, justru berujung pada petaka yang merugikan banyak pihak.

Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkan ke posko Dinas Gulkarmat Jakarta. Laporan diterima sekitar pukul 08.32 WIB, menunjukkan betapa cepatnya api menyebar dan menimbulkan kepanikan. Kecepatan pelaporan ini menjadi krusial untuk meminimalkan dampak yang lebih besar.

Dampak Tragis: Istri Terluka Bakar, Mertua Memar

Akibat tindakan brutal A, dua korban harus menanggung penderitaan fisik. Siti Nurkalisah, sang istri, mengalami luka bakar yang cukup parah. Kondisinya tentu membutuhkan penanganan medis intensif dan pemulihan yang panjang.

Tak hanya itu, Marniati (50), ibu mertua A, juga menjadi korban. Ia menderita memar-memar akibat insiden tersebut. Kehadiran Marniati di lokasi kejadian saat api berkobar menambah daftar korban dari aksi nekat yang dipicu emosi sesaat.

Kerugian materiil akibat kebakaran ini juga tidak sedikit. Kontrakan dengan luas area terbakar sekitar 3×6 meter ludes dilalap si jago merah. Ditaksir, kerugian mencapai angka Rp15 juta, sebuah jumlah yang signifikan bagi keluarga yang mungkin tidak memiliki banyak harta.

Gerak Cepat Petugas Pemadam Kebakaran

Merespons laporan cepat dari warga, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur segera mengerahkan tim. Hanya dalam waktu empat menit, tepatnya pukul 08.36 WIB, satu unit tim pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi kejadian. Kecepatan ini patut diacungi jempol.

Operasi pemadaman dimulai pukul 08.37 WIB. Sebanyak dua unit mobil pompa dengan 10 personel dikerahkan untuk menjinakkan api. Dengan koordinasi yang sigap, petugas berhasil melokalisir api hanya dalam satu menit, yaitu pada pukul 08.38 WIB.

Proses pendinginan dimulai pukul 08.40 WIB, memastikan tidak ada lagi bara api yang bisa memicu kebakaran susulan. Akhirnya, pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 08.51 WIB. Total waktu yang dibutuhkan untuk menguasai dan memadamkan api adalah kurang dari 20 menit, sebuah bukti profesionalisme petugas.

Polisi Buru Pelaku, Motif Masih Diselidiki

Kapolsek Cakung Kompol Widodo Saputro menegaskan bahwa pihaknya kini fokus memburu A. "Kita masih dalam penyelidikan terkait cara membakar dan motif pelaku, kini juga masih dalam pengejaran," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta. Proses identifikasi keberadaan pelaku terus dilakukan berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap tuntas kasus ini dan membawa A ke meja hijau. Tindakan pembakaran yang disengaja, apalagi sampai melukai orang lain, merupakan tindak pidana serius yang tidak bisa ditoleransi. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk mengetahui apa sebenarnya yang melatarbelakangi kemarahan A hingga berani melakukan perbuatan sekeji itu.

Refleksi Pentingnya Penanganan Konflik Rumah Tangga

Kasus ini menjadi pengingat pahit akan bahaya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pentingnya penanganan konflik secara sehat. Pertengkaran rumah tangga adalah hal yang lumrah, namun ketika emosi tidak terkontrol, dampaknya bisa sangat fatal, bahkan mengancam nyawa.

Banyak kasus KDRT yang berawal dari perselisihan kecil, namun karena tidak ada komunikasi yang baik atau adanya dominasi dan kekerasan, situasi bisa memburuk. Masyarakat perlu menyadari bahwa kekerasan, baik fisik maupun verbal, bukanlah solusi. Ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah tanpa harus melibatkan tindakan destruktif.

Bagi korban KDRT, penting untuk tidak takut mencari bantuan. Ada berbagai lembaga dan organisasi yang siap memberikan perlindungan, pendampingan hukum, dan dukungan psikologis. Jangan biarkan diri terperangkap dalam lingkaran kekerasan yang merusak.

Pesan untuk Masyarakat

Insiden di Cakung ini harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Pentingnya mengelola emosi, mencari jalan keluar yang damai dalam setiap konflik, dan menjauhi segala bentuk kekerasan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Semoga pelaku segera tertangkap dan keadilan dapat ditegakkan bagi para korban.

Polsek Cakung terus menghimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku. Kerjasama antara aparat penegak hukum dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa pelaku kejahatan tidak bisa bersembunyi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

banner 325x300