banner 728x250

Wulan Guritno Blak-blakan Soal Jodoh & Momongan di Usia 44: "Aku Ingin Punya Anak Sebelum 45!"

wulan guritno blak blakan soal jodoh momongan di usia 44 aku ingin punya anak sebelum 45 portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Aktris senior Wulan Guritno, yang kini menginjak usia 44 tahun, kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena proyek film terbarunya, melainkan pengakuan blak-blakan mengenai kehidupan pribadinya. Ia secara terbuka menyatakan keinginan kuatnya untuk menikah lagi dan memiliki momongan, sebuah keputusan berani yang menarik perhatian banyak pihak.

Meski dua kali biduk rumah tangganya kandas di tengah jalan, semangat Wulan untuk menatap masa depan tidak pernah padam. Ia menunjukkan optimisme yang luar biasa, bahkan telah mengambil langkah konkret dan serius sebagai bagian dari persiapannya. Pembekuan sel telur menjadi bukti nyata keseriusan Wulan dalam mewujudkan impiannya ini.

banner 325x300

Mengapa Wulan Guritno Ingin Menikah Lagi?

Dalam sebuah wawancara mendalam dengan kanal YouTube Maia AlElDulTV pada 4 September 2025, Wulan Guritno mengungkapkan alasan di balik keputusannya yang mengejutkan ini. "Aku selalu bayangin kehidupan ke depan. Gue pengin menikah lagi. Ya sedapetnya," ujarnya dengan jujur, memancarkan aura ketulusan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keinginannya bukan sekadar angan-angan, melainkan sebuah visi hidup yang telah ia rencanakan matang.

Wulan menekankan bahwa keputusan untuk kembali membina rumah tangga harus didasari oleh kecocokan hati yang mendalam. Baginya, pernikahan bukan hanya tentang memenuhi ekspektasi sosial atau mencari pasangan yang sempurna secara materi maupun fisik. Ada nilai-nilai fundamental yang jauh lebih penting dari itu.

Langkah Berani: Pembekuan Sel Telur sebagai Persiapan

Langkah Wulan Guritno untuk membekukan sel telur adalah sebuah terobosan dan cerminan kemandirian perempuan modern. Keputusan ini bukan hanya menunjukkan keseriusannya, tetapi juga memberinya kontrol atas pilihan reproduksinya di masa depan. Ini adalah langkah antisipatif yang memungkinkan ia untuk tetap memiliki kesempatan memiliki anak, bahkan jika ia menemukan pasangan idealnya di kemudian hari.

Prosedur pembekuan sel telur, atau egg freezing, menjadi semakin populer di kalangan perempuan yang ingin menunda kehamilan karena berbagai alasan. Baik itu fokus pada karier, belum menemukan pasangan yang tepat, atau seperti Wulan, ingin memastikan kesiapan biologisnya di tengah rencana masa depan. Ini adalah investasi pada masa depan yang memberdayakan perempuan.

Kriteria Pasangan Ideal: Bukan Sekadar Harta atau Rupa

Meskipun memiliki paras menawan dan karier yang mapan, Wulan Guritno tidak menjadikan harta atau rupa sebagai prioritas utama dalam mencari pasangan hidup. Ia mencari koneksi yang lebih dalam, sebuah ikatan yang melampaui hal-hal superfisial. "Kalau memang sudah klop, selaras, sefrekuensi, setaram, sreg, ya ayo," tegasnya.

Baginya, keselarasan hati dan pikiran adalah kunci utama. Sebuah hubungan yang kokoh dibangun di atas fondasi pengertian, kesamaan visi, dan energi yang positif. "Semua dimulai harus dari hati. Nggak hanya lihat punya rasa, kaya, ganteng, itu nilai plus saja," lanjut Wulan, memberikan pandangan yang bijak tentang cinta sejati. Ini adalah pelajaran berharga bahwa kebahagiaan sejati dalam pernikahan datang dari kecocokan jiwa, bukan sekadar daya tarik fisik atau status sosial.

Prinsip Monogami dan Keinginan untuk Berkeluarga

Keinginan Wulan untuk menikah lagi bukan hanya sekadar mencari pendamping, melainkan untuk membangun sebuah keluarga yang utuh. Saat tampil di podcast Denny Sumargo pada 27 Maret 2025, ia kembali menegaskan komitmennya terhadap institusi pernikahan. "Aku tuh tipe orang yang sangat monogami," ujarnya.

Pernyataan ini menyoroti prinsip hidupnya yang teguh dalam kesetiaan dan komitmen. Bagi Wulan, hubungan yang serius berarti monogami, dan tujuan akhirnya adalah pernikahan. Ini membedakannya dari pandangan sebagian orang yang mungkin merasa cukup dengan hubungan tanpa ikatan formal.

Menjawab Keraguan Teman: Keyakinan Diri yang Kuat

Tidak semua orang mendukung keputusan Wulan untuk menikah lagi. Ia mengungkapkan bahwa beberapa teman dekatnya bahkan menyarankan untuk tidak lagi melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, Wulan tetap teguh pada pendiriannya, menunjukkan kekuatan karakter dan keyakinan diri yang luar biasa.

Ia tidak membiarkan pandangan atau pengalaman orang lain mendikte jalan hidupnya. Wulan memilih untuk mendengarkan suara hatinya sendiri, percaya pada intuisinya, dan mengejar kebahagiaan sesuai definisinya. Ini adalah cerminan dari kematangan emosional dan keberanian untuk mengambil risiko demi kebahagiaan pribadi.

Tantangan dan Harapan Memiliki Anak di Usia Matang

Salah satu alasan terkuat di balik keinginan Wulan untuk menikah lagi adalah impiannya memiliki anak sebelum usia 45 tahun. "Tapi, aku ingin punya anak juga sebelum umur 45 tahun," pungkasnya. Ini adalah sebuah target yang ambisius namun realistis, terutama dengan adanya teknologi pembekuan sel telur yang telah ia lakukan.

Memiliki anak di usia matang memang memiliki tantangan tersendiri, namun juga menawarkan banyak keuntungan. Perempuan di usia 40-an umumnya lebih stabil secara finansial dan emosional, serta memiliki pengalaman hidup yang lebih kaya untuk membimbing buah hatinya. Kisah Wulan Guritno menjadi inspirasi bagi banyak perempuan yang mungkin menghadapi dilema serupa.

Inspirasi dari Kisah Wulan Guritno

Kisah Wulan Guritno adalah cerminan dari semangat perempuan modern yang tidak takut untuk mengejar kebahagiaan dan mewujudkan impiannya, terlepas dari usia atau pengalaman masa lalu. Ia membuktikan bahwa usia hanyalah angka, dan cinta serta harapan tidak mengenal batas waktu. Dengan keberanian, persiapan matang, dan keyakinan diri, Wulan Guritno siap menyongsong babak baru dalam hidupnya.

Wulan Guritno, bersama Asri Welas dan Masayu Anastasia, sempat menjadi bintang tamu di podcast Maia Estianty pada 4 September 2025, dalam rangka mempromosikan serial terbaru mereka, Mama-Mama Pengejar Cinta. Mungkin saja, serial ini juga sedikit banyak merefleksikan semangat dan perjuangan perempuan dalam mengejar cinta dan kebahagiaan, mirip dengan perjalanan pribadi Wulan Guritno yang inspiratif.

banner 325x300