Siapkan diri untuk malam penuh ketegangan karena Bioskop Trans TV akan menayangkan film thriller distopia yang sangat dinanti, The Forever Purge (2021). Film kelima dari waralaba ikonik ini siap menguras emosi dan memacu adrenalin Anda pada Kamis, 18 September 2025, pukul 21.00 WIB. Dibintangi oleh Ana de la Reguera, Tenoch Huerta, hingga Cassidy Freeman, film ini bukan sekadar tontonan biasa, melainkan cerminan gelap dari sisi kemanusiaan yang mungkin membuat Anda merenung.
Mengenal Franchise The Purge: Sebuah Kritik Sosial yang Menusuk
Sebelum menyelami lebih dalam teror The Forever Purge, penting untuk memahami inti dari waralaba The Purge. Film-film ini berlatar di Amerika Serikat yang dikuasai oleh rezim otoriter bernama New Founding Fathers of America (NFFA). Mereka menerapkan program tahunan bernama "Purge," di mana selama 12 jam setiap tahun, semua kejahatan—termasuk pembunuhan—dilegalkan. Tujuannya? Konon untuk membersihkan masyarakat dari segala amarah dan mengurangi angka kriminalitas sepanjang tahun.
Namun, di balik premis yang mengerikan itu, The Purge selalu menjadi kritik tajam terhadap isu-isu sosial dan politik. Mulai dari kesenjangan ekonomi, rasisme, hingga politik identitas, setiap film dalam waralaba ini berhasil menyajikan horor yang bukan hanya datang dari kekerasan fisik, tetapi juga dari kehancuran moral dan etika dalam masyarakat. The Forever Purge membawa kritik ini ke level yang lebih ekstrem, menunjukkan bahwa terkadang, sebuah ide gila bisa lepas kendali dan menciptakan kekacauan yang tak terbayangkan.
Sinopsis The Forever Purge: Awal Mula Teror yang Tak Terkendali
Cerita The Forever Purge dimulai pada tahun 2048, di mana Amerika Serikat kembali dipimpin oleh NFFA. Rezim ini, dengan segala kebijakannya, kembali mengaktifkan program Purge yang melegalkan semua jenis kriminalitas dalam satu malam setiap tahun. Konsep "pembersihan" ini kembali menjadi ritual mengerikan yang harus dihadapi oleh setiap warga negara.
Sepuluh bulan setelah pemilihan presiden yang kontroversial, tepatnya pada malam Purge tahun 2049, kita diperkenalkan pada pasangan migran, Juan (Tenoch Huerta) dan Adela (Ana de la Reguera). Mereka berdua berusaha mencari perlindungan dan keamanan di tengah kekacauan. Mereka bergabung dengan sebuah komunitas migran yang dilengkapi dengan pasukan bersenjata, siap melindungi anggotanya dari ancaman yang datang selama malam Purge.
Ketika Malam Pembersihan Tak Pernah Usai
Saat malam tiba, teror Purge pun dimulai. Adela menyaksikan langsung bagaimana kelompok pembersih nasionalis muncul, dengan tujuan membunuh siapa pun yang mereka anggap "non-Amerika." Ini adalah gambaran mengerikan tentang bagaimana Purge, yang seharusnya menjadi katup pelepas amarah, justru menjadi alat untuk memicu kebencian dan xenofobia.
Beruntung, Adela dan kelompok migran di komunitasnya berhasil selamat dari malam pembersihan yang brutal itu. Mereka berhasil bertahan tanpa kehilangan satu pun anggota hingga pagi menjelang, sebuah keberhasilan yang langka di tengah kekacauan Purge. Namun, ketenangan itu ternyata hanya sesaat, karena teror yang lebih besar baru saja akan dimulai.
Adela dan Juan kembali bekerja seperti biasa, mencoba melanjutkan hidup setelah malam yang mengerikan. Namun, mereka segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres; banyak rekan kerja mereka yang tidak masuk. Situasi semakin mencekam ketika Adela tiba-tiba diserang oleh dua orang dari kelompok yang menamakan diri "Forever Purgers." Kelompok ini bertekad untuk melanjutkan kekerasan dan kekacauan Purge tanpa batas waktu.
Untungnya, Adela berhasil diselamatkan oleh bosnya yang bernama Darius (Sammi Rotibi). Namun, insiden ini menjadi titik balik yang mengerikan. Ketegangan semakin menjadi-jadi karena ternyata teror kelompok milisi itu tidak berhenti setelah malam pembersihan resmi berakhir. The Forever Purge, sesuai namanya, telah dimulai. Adela bersama Juan dan sekelompok orang lainnya kini harus mencari cara agar tetap selamat dari serangan tak berkesudahan ini, sambil berusaha kabur dari Amerika Serikat yang telah berubah menjadi medan perang tanpa aturan.
Pemeran Bintang di Balik Ketegangan
Keberhasilan The Forever Purge dalam menyampaikan ketegangan dan pesan sosialnya tak lepas dari penampilan memukau para aktornya. Ana de la Reguera sebagai Adela berhasil memerankan sosok wanita tangguh yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kekacauan. Ekspresi ketakutan, keberanian, dan tekadnya sangat terasa, membuat penonton ikut merasakan penderitaannya.
Tenoch Huerta, yang kini semakin dikenal luas berkat perannya di Black Panther: Wakanda Forever, juga tampil apik sebagai Juan. Ia menunjukkan perjuangan seorang pria yang ingin melindungi keluarganya di tengah masyarakat yang hancur. Chemistry antara Ana dan Tenoch menjadi salah satu kekuatan film ini, menampilkan ikatan emosional yang kuat di tengah kekerasan.
Selain itu, ada juga Josh Lucas, Cassidy Freeman, Leven Rambin, Alejandro Edda, dan Will Patton yang turut menyumbang akting solid. Mereka semua berhasil menghidupkan karakter-karakter yang kompleks, mulai dari warga biasa yang mencoba bertahan, hingga anggota milisi yang terhasut kebencian. Setiap karakter memiliki perannya masing-masing dalam menggambarkan kehancuran moral yang terjadi.
Lebih dari Sekadar Film Aksi: Pesan di Balik Kekerasan
The Forever Purge bukan hanya menyajikan adegan aksi dan ketegangan yang memacu adrenalin, tetapi juga membawa pesan-pesan sosial yang mendalam. Film ini secara terang-terangan mengkritik isu xenofobia dan rasisme yang masih relevan di banyak negara. Kelompok "Forever Purgers" yang menargetkan "non-Amerika" adalah metafora jelas tentang bagaimana kebencian bisa diinstitusionalisasikan dan menjadi alat untuk memecah belah masyarakat.
Film ini juga menyoroti bagaimana kekerasan yang dilegalkan bisa lepas kendali dan menciptakan anarki total. Ketika batasan moral dan hukum dihilangkan, naluri terburuk manusia bisa muncul ke permukaan, menghancurkan tatanan sosial yang ada. The Forever Purge menunjukkan bahwa ideologi ekstrem, jika tidak dikendalikan, dapat memicu kehancuran yang tak ada habisnya. Ini adalah peringatan keras tentang bahaya perpecahan dan polarisasi dalam masyarakat.
Kesuksesan Box Office dan Relevansi
Saat tayang di bioskop, The Forever Purge berhasil mencetak kesuksesan finansial yang cukup signifikan. Film ini berhasil meraup pendapatan box office hingga US$77 juta, angka yang jauh melampaui biaya produksinya yang hanya menyentuh US$18 juta. Ini membuktikan bahwa waralaba The Purge masih memiliki daya tarik kuat di mata penonton, terutama mereka yang menyukai film thriller dengan sentuhan kritik sosial.
Keberhasilan ini juga menunjukkan relevansi tema-tema yang diangkat dalam film. Di tengah dinamika politik global yang seringkali diwarnai ketegangan dan perpecahan, kisah tentang masyarakat yang terpecah belah dan terjerumus dalam kekerasan menjadi sangat resonan. The Forever Purge tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan kondisi sosial di sekitar mereka.
Jangan Lewatkan! Jadwal Tayang dan Film Lain
Setelah mengetahui sinopsis lengkap dan berbagai fakta menarik tentang The Forever Purge, pastikan Anda tidak melewatkan penayangannya. Saksikan film penuh ketegangan ini di Bioskop Trans TV malam ini, Kamis, 18 September 2025, pukul 21.00 WIB. Siapkan camilan dan pastikan Anda menontonnya di tempat yang aman, karena teror yang disajikan mungkin akan membuat Anda sulit tidur.
Sebagai tambahan, Bioskop Trans TV juga akan menayangkan film menarik lainnya, Viral (2016), pada pukul 23.00 WIB. Jadi, Anda bisa menikmati dua film thriller sekaligus untuk menemani malam Anda. Jangan sampai ketinggalan!


















