banner 728x250

Terkuak! Eks Suami Tasya Farasya Akui Gelapkan Dana Puluhan Miliar, Siap Ganti Rugi?

terkuak eks suami tasya farasya akui gelapkan dana puluhan miliar siap ganti rugi portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Drama perceraian selebriti Tanah Air, Tasya Farasya dan Ahmad Assegaf, ternyata belum usai. Setelah resmi berpisah, hubungan keduanya kini diwarnai dugaan tindak pidana serius yang melibatkan angka fantastis. Kabar terbaru menyebutkan adanya penggelapan uang perusahaan dengan nominal mencapai puluhan miliar rupiah.

Kasus ini semakin memanas setelah pihak Ahmad Assegaf menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Pengakuan dan janji untuk membayar kerugian menjadi babak baru yang mengejutkan dalam konflik hukum mereka.

banner 325x300

Skandal Puluhan Miliar Rupiah: Dugaan Penggelapan yang Bikin Geger

Persoalan ini bermula dari dugaan penggelapan uang perusahaan yang terjadi antara tahun 2021 hingga 2022. Pihak Tasya Farasya menuding mantan suaminya, Ahmad Assegaf, terlibat dalam tindak pidana tersebut. Nominal yang disebut-sebut pun tidak main-main, mencapai puluhan miliar rupiah.

Angka sebesar itu tentu saja memicu perhatian publik, mengingat Tasya Farasya dikenal sebagai salah satu beauty influencer dan pengusaha sukses dengan gaya hidup mewah. Dugaan penggelapan ini seolah menodai citra keharmonisan yang selama ini kerap ditampilkan.

Babak Baru: Somasi Berbalas Itikad Baik

Tim kuasa hukum Tasya Farasya, M. Fattah Riphat dan Sangun Ragahdo, tidak tinggal diam. Mereka melayangkan somasi kepada pihak Ahmad Assegaf sebagai langkah awal untuk menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban. Somasi ini merupakan peringatan hukum agar pihak terkait memenuhi kewajibannya sebelum ditempuh jalur pidana.

Tak disangka, somasi tersebut mendapat respons positif. Pihak Ahmad Assegaf menunjukkan itikad baik dan bersedia untuk bertemu dalam sebuah pertemuan antar pengacara. Ini menjadi sinyal awal bahwa penyelesaian damai mungkin saja tercapai.

Pengakuan Mengejutkan: Ahmad Assegaf Akui Peristiwa yang Dituduhkan

Dalam pertemuan yang berlangsung, pihak Ahmad Assegaf bersikap kooperatif. Mereka secara mengejutkan mengakui adanya peristiwa yang dituduhkan, yaitu penggelapan uang perusahaan. Pengakuan ini tentu menjadi poin penting dalam perkembangan kasus.

Selain mengakui, pihak Ahmad Assegaf juga menyatakan niat untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kerugian. "Mereka bilang ada perhitungan juga. Tapi bagaimana pun juga, diamini oleh mereka bahwa peristiwa itu ada," kata M. Fattah Riphat, seperti dilansir Detik.

Negosiasi Angka Kerugian: Puluhan Miliar yang Masih Diperhitungkan

Meski sudah ada pengakuan, proses penyelesaian masih terus berjalan. Saat ini, kedua belah pihak sedang dalam tahap negosiasi untuk mencapai kesepakatan mengenai total nominal kerugian yang harus dibayar. Pihak Tasya Farasya sendiri meyakini bahwa angka kerugian mencapai puluhan miliar.

"Puluhan miliar. Karena kan angkanya juga belum, belum ketemu nih. Jadi, kita punya perhitungan dan kita yakini itu," tutur Fattah. Perhitungan ini tentu akan menjadi kunci utama dalam mencapai kesepakatan final.

Mengapa Jalur Diskusi Dipilih Daripada Lapor Polisi?

Dengan adanya pengakuan dan janji untuk membayar dari pihak Ahmad Assegaf, tim kuasa hukum Tasya Farasya untuk sementara menahan diri dari langkah hukum lebih lanjut, seperti melaporkan kasus ini ke polisi. Mereka memilih untuk mengedepankan jalur diskusi selama pihak seberang masih kooperatif.

"Memang mau dibayar. Penyampaiannya sih sampai saat ini mau dibayar. Jadi kita selama masih kooperatif, kita coba kita jalani saja dulu," tegas Fattah Riphat. Pendekatan ini menunjukkan keinginan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan jika memungkinkan.

Menanti Hasil Perhitungan Internal Pihak Ahmad Assegaf

Sangun Ragahdo menambahkan bahwa setelah pertemuan awal, pihak Ahmad Assegaf meminta waktu untuk melakukan perhitungan internal versi mereka. Ini adalah langkah wajar untuk memastikan angka yang disepakati adil bagi kedua belah pihak.

Pihak Tasya Farasya kini menanti hasil perhitungan tersebut sebagai dasar untuk menyepakati angka final dan skema pembayaran. "Jadi kita baru ketemu, mereka mengakui, ya, terus mereka berencana mau bayar, oke kita hitung dulu," ujar Sangun Ragahdo.

Pentingnya Itikad Baik dalam Penyelesaian Konflik

Pihak Tasya Farasya sangat menghargai itikad baik yang ditunjukkan oleh Ahmad Assegaf. Mereka percaya bahwa penyelesaian non-hukum seringkali lebih efektif dan efisien jika kedua belah pihak memiliki niat baik. Konflik yang melibatkan mantan pasangan memang seringkali rumit, sehingga pendekatan yang bijaksana sangat diperlukan.

"Jangan apa-apa, wah lapor polisi, lapor polisi. Kan kalau bisa selesai, kan kita obrolin dulu," tutup M. Fattah Riphat. Pernyataan ini menegaskan bahwa prioritas utama adalah menemukan solusi terbaik tanpa harus memperpanjang drama di ranah hukum.

Apa Selanjutnya? Menanti Kesepakatan Final

Kasus dugaan penggelapan uang puluhan miliar ini kini berada di persimpangan jalan. Apakah negosiasi akan berjalan mulus dan menghasilkan kesepakatan damai? Atau justru menemui jalan buntu dan berakhir di meja hijau?

Semua mata kini tertuju pada hasil perhitungan internal pihak Ahmad Assegaf dan bagaimana kedua belah pihak akan menyepakati angka kerugian serta skema pembayarannya. Semoga saja, konflik ini bisa segera menemukan titik terang dan terselesaikan dengan baik.

banner 325x300