banner 728x250

Taylor Swift Lolos dari Drama Hukum Blake Lively vs Justin Baldoni, Ini Alasannya!

taylor swift lolos dari drama hukum blake lively vs justin baldoni ini alasannya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Drama hukum antara bintang Hollywood Blake Lively dan Justin Baldoni semakin memanas, namun satu nama besar dipastikan tidak akan terseret lebih jauh. Penyanyi pop global, Taylor Swift, berhasil menghindari panggilan untuk memberikan kesaksian dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan kedua aktor tersebut. Keputusan ini datang setelah pengadilan menolak upaya Baldoni untuk memaksa Swift bersaksi.

Pusaran Konflik: Blake Lively vs. Justin Baldoni

Perseteruan sengit ini bermula ketika Blake Lively, aktris kenamaan yang juga dikenal sebagai istri Ryan Reynolds, melayangkan gugatan terhadap Justin Baldoni. Baldoni, yang tak hanya menjadi lawan main Lively dalam film "It Ends With Us" tetapi juga sutradara dan produser, dituduh melakukan pelecehan seksual dan pembalasan. Lively mengklaim bahwa Baldoni, bersama tim produksinya, melancarkan kampanye fitnah daring terhadap dirinya.

banner 325x300

Kampanye ini diduga sebagai bentuk hukuman atau respons atas pengaduan yang diajukan Lively terkait insiden di lokasi syuting. Gugatan ini telah menciptakan gelombang kehebohan di industri hiburan, mengingat nama-nama besar yang terlibat dan tuduhan serius yang dilayangkan. Sidang gugatan tersebut sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada musim semi tahun 2026 di pengadilan federal New York.

Mengapa Nama Taylor Swift Terseret?

Kehadiran nama Taylor Swift dalam pusaran konflik ini memang sempat mengejutkan banyak pihak. Justin Baldoni dan timnya sejak awal bersikeras untuk menyeret Swift ke dalam perselisihan hukumnya dengan Blake Lively. Mereka meyakini bahwa Swift memiliki informasi penting terkait situasi di lokasi syuting film "It Ends With Us" melalui diskusi dengan Lively.

Swift, yang dikenal sebagai sahabat dekat Blake Lively, pertama kali disebut-sebut dalam kasus ini ketika sebuah pertukaran pesan teks terungkap. Pesan tersebut menjadi bagian dari gugatan balik Baldoni yang kemudian dibatalkan, di mana nama "Taylor" muncul dalam percakapan penting. Hal ini memicu spekulasi luas mengenai sejauh mana keterlibatan Swift dalam drama di balik layar produksi film tersebut.

Upaya Baldoni yang Berujung Gagal

Upaya kubu Justin Baldoni untuk memaksa Taylor Swift memberikan kesaksian atau deposisi akhirnya kandas di meja hijau. Hakim Lewin Liman secara tegas menolak permohonan tersebut, mengakhiri spekulasi mengenai kemungkinan Swift harus hadir di pengadilan. Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Baldoni yang berharap kesaksian Swift bisa memperkuat posisinya.

Penolakan hakim, yang diberikan pada Jumat (12/9), didasarkan pada beberapa pertimbangan krusial. Kubu Baldoni dinilai terlalu lambat dalam menjadwalkan deposisi Swift dan gagal menunjukkan alasan yang cukup kuat untuk memperpanjang batas waktu hingga 30 September. Hakim Liman menegaskan bahwa kurangnya ketekunan yang memadai dari pihak Baldoni menjadi faktor utama penolakan permohonan perpanjangan tersebut.

Pembelaan Tegas dari Pihak Taylor Swift

Sejak awal, tim hukum Taylor Swift telah konsisten menyatakan bahwa klien mereka tidak memiliki peran material dalam kasus ini. Pengacara Swift, Douglas Baldridge, dengan tegas membantah klaim bahwa Swift setuju untuk melakukan deposisi. Pernyataan ini disampaikan kepada pengadilan sebagai respons atas pengajuan Baldoni yang menyebut Swift bersedia hadir pada Oktober.

Baldridge menjelaskan bahwa meskipun jadwal Swift mungkin memungkinkan untuk deposisi pada pekan 20 Oktober, itu hanya jika para pihak dapat menyelesaikan perselisihan mereka terlebih dahulu. Namun, yang paling penting, pihak Swift menegaskan bahwa mereka tidak mengambil peran apa pun dalam perselisihan antara Blake Lively dan Justin Baldoni. Mereka ingin menjauhkan Swift dari drama hukum yang tidak relevan dengan dirinya.

Kronologi Keterlibatan Nama Taylor Swift

Keterlibatan nama Taylor Swift dalam kasus ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan berliku. Salah satu pesan teks yang menjadi bukti menunjukkan percakapan antara Baldoni dan Lively mengenai naskah untuk sebuah adegan di "It Ends With Us." Dalam pesan tersebut, Baldoni menulis, "Aku sangat suka apa yang kamu lakukan. Itu sangat membantu. Membuatnya jauh lebih menyenangkan dan menarik. (Dan aku pasti akan merasa seperti itu tanpa Ryan dan Taylor)."

Pesan ini, yang menyebut nama "Taylor" bersama dengan Ryan Reynolds (suami Lively), memicu spekulasi bahwa Swift mungkin memiliki pengetahuan langsung tentang dinamika di lokasi syuting. Sebelumnya, Swift juga sempat menerima panggilan pengadilan dalam kasus ini pada Mei 2025, namun panggilan tersebut kemudian dicabut. Ini menunjukkan upaya berulang dari pihak Baldoni untuk melibatkan Swift.

Klarifikasi Tegas dari Tim Swift Sebelumnya

Juru bicara Taylor Swift telah memberikan klarifikasi yang sangat detail mengenai keterlibatan kliennya dalam film "It Ends With Us" dan drama di baliknya. Mereka menegaskan bahwa Taylor Swift tidak pernah menginjakkan kaki di lokasi syuting film tersebut, apalagi terlibat dalam pemilihan pemain atau keputusan kreatif apa pun. Swift juga tidak menyumbangkan musik untuk film ini, kecuali satu lagu.

"Dia tidak pernah melihat suntingan atau membuat catatan apa pun tentang film ini, dia bahkan tidak menonton ‘It Ends With Us’ hingga beberapa minggu setelah dirilis ke publik, dan sedang berkeliling dunia selama tahun 2023 dan 2024," jelas juru bicara tersebut. Satu-satunya hubungan Swift dengan film ini adalah izin penggunaan satu lagunya, ‘My Tears Ricochet,’ yang juga dilakukan oleh 19 artis lainnya.

Juru bicara Swift menambahkan bahwa dokumen panggilan pengadilan ini dirancang untuk menggunakan nama Taylor Swift demi menarik perhatian publik dan menciptakan "clickbait tabloid," alih-alih berfokus pada fakta-fakta kasus yang sebenarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi frustrasi pihak Swift terhadap upaya untuk memanfaatkan popularitasnya.

Implikasi dan Kelanjutan Kasus yang Memanas

Penolakan pengadilan untuk menyeret Taylor Swift ke dalam kasus ini memiliki implikasi signifikan. Bagi Blake Lively, ini mungkin berarti fokus kasus akan kembali sepenuhnya pada tuduhannya terhadap Justin Baldoni tanpa gangguan dari spekulasi tentang pihak ketiga. Sementara itu, bagi Baldoni, ini menutup salah satu jalan yang ia harapkan dapat memberikan keuntungan dalam gugatan.

Kasus antara Blake Lively dan Justin Baldoni sendiri masih akan berlanjut, dengan jadwal sidang yang sudah ditetapkan untuk tahun 2026. Tuduhan pelecehan seksual, pembalasan, dan kampanye fitnah daring akan menjadi inti dari persidangan yang diperkirakan akan menarik perhatian publik dan media. Absennya Taylor Swift dari daftar saksi setidaknya mengurangi satu lapisan kompleksitas dari drama hukum yang sudah rumit ini.

Keputusan hakim ini juga menjadi pengingat akan pentingnya ketekunan dan alasan yang kuat dalam proses hukum, terutama ketika melibatkan figur publik. Dengan demikian, Taylor Swift kini bisa kembali fokus pada tur dunianya dan proyek musiknya, jauh dari hiruk-pikuk persidangan Hollywood yang memanas.

banner 325x300