banner 728x250

Ratu Camilla Tak Mudah Lupakan ‘Serangan’ Harry: Rekonsiliasi Terganjal Luka Lama?

ratu camilla tak mudah lupakan serangan harry rekonsiliasi terganjal luka lama portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar rekonsiliasi antara Pangeran Harry dan Raja Charles III memang sempat menyalakan secercah harapan. Setelah pertemuan empat mata yang dinanti-nanti, banyak yang menduga hubungan ayah dan anak ini akan kembali membaik. Namun, di balik layar, ada satu sosok penting yang disebut-sebut belum siap membuka pintu maaf: Ratu Camilla.

Luka "Spare" yang Tak Tersembuhkan

banner 325x300

Seorang sumber internal istana mengungkapkan bahwa Ratu Camilla tidak akan semudah itu memaafkan dan melupakan perbuatan Pangeran Harry. Terutama setelah serangkaian komentar pedas yang dilontarkan Harry dalam buku memoarnya yang berjudul "Spare". Buku tersebut sukses mengguncang Istana Buckingham dan menyisakan luka yang dalam.

Harry dalam memoarnya, terang-terangan menyebut ibu tirinya itu sebagai sosok yang berbahaya dan bahkan penjahat. Ia menuduh Camilla memainkan "permainan jangka panjang" demi mendapatkan mahkota, sebuah ambisi yang disebut Harry sudah direncanakan sejak lama. Ini tentu bukan tuduhan main-main.

Tak hanya itu, Pangeran Harry juga menuding Camilla membocorkan cerita-cerita internal keluarga kerajaan ke media. Tujuannya? Untuk membangun citra positif dan meningkatkan popularitasnya sendiri di mata publik. Harry merasa dirinya dikorbankan demi kepentingan pribadi Camilla.

"Saya memiliki perasaan yang rumit tentang mendapatkan orang tua tiri yang saya pikir baru-baru ini mengorbankan saya demi kepentingan pribadinya," tulis Harry dalam buku kontroversialnya. Komentar-komentar ini disebut membuat Camilla "terluka" dan sangat menyakitkan bagi seluruh keluarga kerajaan.

Seorang sumber istana kepada Times of London bahkan menegaskan, "Harry telah bersikap sangat tidak baik kepada Ratu, baik secara tertulis maupun lisan, dan Ratu tidak mudah memaafkan." Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari kata-kata Harry terhadap perasaan ibu tirinya.

Pertemuan Harapan yang Belum Sempurna

Pertemuan antara Pangeran Harry dan Raja Charles III pekan lalu memang menjadi sorotan utama. Ini adalah kali pertama mereka bertemu setelah setahun berjarak dan terlibat dalam drama keluarga yang tak ada habisnya. Banyak yang berharap ini menjadi titik balik bagi hubungan mereka yang sempat porak-poranda.

Namun, di tengah euforia potensi rekonsiliasi ini, muncul kabar bahwa Pangeran Harry perlu bekerja lebih ekstra. Terutama untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari ibu tirinya, Ratu Camilla. Sumber-sumber yang dikutip New York Post menyebut bahwa Camilla masih menyimpan kekecewaan yang mendalam.

Meski Raja Charles mungkin sudah menunjukkan tanda-tanda ingin berdamai, tidak semua anggota keluarga kerajaan memiliki pandangan yang sama. Beberapa mungkin bisa melupakan drama yang terjadi, tapi ada juga yang tidak. Dan Ratu Camilla, tampaknya, termasuk dalam kategori yang kedua.

Kondisi ini tentu saja menjadi tantangan besar bagi Pangeran Harry. Rekonsiliasi penuh dengan keluarga kerajaan akan terasa hampa tanpa restu dan maaf dari Ratu Camilla. Terlebih, ia kini adalah permaisuri Raja, sosok yang sangat dihormati dan berpengaruh di dalam istana.

Perjalanan Camilla: Dari "Orang Ketiga" hingga Ratu

Untuk memahami mengapa Ratu Camilla begitu sulit memaafkan, kita perlu melihat kembali perjalanannya. Camilla Parker Bowles, dulunya adalah sosok yang kerap dicap sebagai "orang ketiga" dalam pernikahan Pangeran Charles dan Putri Diana. Ia menghadapi badai kritik dan kebencian publik selama bertahun-tahun.

Butuh waktu puluhan tahun bagi Camilla untuk perlahan-lahan diterima oleh publik Inggris dan bahkan oleh keluarga kerajaan sendiri. Ia menunjukkan kesabaran, dedikasi, dan komitmennya pada Pangeran Charles serta tugas-tugas kerajaan. Hingga akhirnya, ia berhasil menempatkan dirinya sebagai sosok yang dihormati.

Ketika ia akhirnya dinobatkan sebagai Ratu, itu adalah puncak dari perjalanan panjang dan penuh liku. Sebuah pengakuan atas pengorbanan dan kesetiaannya. Oleh karena itu, tuduhan-tuduhan Pangeran Harry dalam "Spare" terasa seperti membuka kembali luka lama yang sudah berusaha ia sembuhkan.

Tuduhan Harry seolah meruntuhkan semua upaya Camilla untuk membangun citra dan penerimaan publik. Ini bukan hanya serangan pribadi, tetapi juga serangan terhadap legitimasi perannya sebagai Ratu dan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Wajar jika ia merasa sangat terluka.

Fokus Baru Pangeran Harry: Kesehatan Ayah dan Keluarga

Di sisi lain, Pangeran Harry sendiri mengakui bahwa kini ia memiliki fokus baru. Kesehatan ayahnya, Raja Charles III, yang diketahui tengah menjalani perawatan melawan kanker, menjadi prioritas utamanya. Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan The Guardian setelah pertemuannya dengan sang ayah.

"Untuk tahun mendatang, fokusnya memang harus pada ayah saya," kata Harry. Pernyataan ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas dalam hidupnya. Dari sebelumnya sibuk dengan kritik dan pengungkapan, kini ia lebih memikirkan kondisi ayahnya.

Harry juga mengungkapkan keinginannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu di Inggris. Ia bahkan berencana untuk membawa anak-anaknya, Archie dan Lilibet, untuk mengunjungi tanah kelahirannya. Ini bisa menjadi langkah positif untuk membangun kembali jembatan yang sempat runtuh.

Kehadiran cucu-cucu kerajaan di Inggris tentu akan menjadi momen yang mengharukan bagi Raja Charles. Namun, apakah Ratu Camilla juga akan menyambut mereka dengan tangan terbuka? Ini masih menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab.

Masa Depan Hubungan Kerajaan: Akankah Ada Kedamaian Sejati?

Drama keluarga kerajaan ini memang tak ada habisnya. Rekonsiliasi antara Pangeran Harry dan Raja Charles adalah satu langkah maju, tetapi belum tentu menjamin kedamaian sejati. Selama Ratu Camilla masih menyimpan kekecewaan, ketegangan di antara mereka kemungkinan besar akan tetap ada.

Hubungan keluarga, apalagi di lingkungan kerajaan yang penuh protokol dan tradisi, memang sangat kompleks. Perlu upaya yang sangat besar dari semua pihak untuk menyembuhkan luka-luka lama dan membangun kembali kepercayaan yang sudah hancur. Harry perlu menunjukkan penyesalan yang tulus.

Apakah Pangeran Harry akan melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan maaf dari ibu tirinya? Akankah Ratu Camilla pada akhirnya melunak dan memaafkan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, saga keluarga kerajaan ini masih akan terus menjadi sorotan publik.

Semoga saja, demi Raja Charles yang sedang berjuang melawan penyakitnya, semua pihak bisa menemukan jalan tengah. Kedamaian dalam keluarga adalah hal yang paling berharga, bahkan bagi keluarga kerajaan sekalipun.

banner 325x300