Dunia DC Comics digemparkan dengan pengumuman terbaru dari Bos DC Studios, James Gunn. Ia blak-blakan membocorkan plot mengejutkan untuk film Man of Tomorrow, proyek ketiga dalam Superman Saga yang sangat dinanti. Bayangkan ini: Superman, sang pahlawan keadilan, harus bersekutu dengan musuh bebuyutannya, Lex Luthor! Ya, kamu tidak salah baca.
Kedua karakter ikonik ini akan dipaksa bekerja sama demi menghadapi ancaman yang jauh lebih besar dan berbahaya bagi seluruh dunia. Ini adalah sebuah kolaborasi tak terduga yang pasti akan mengubah dinamika semesta DC secara drastis.
Mengapa Superman dan Lex Luthor Bersekutu?
James Gunn, yang juga kembali sebagai sutradara dan penulis skenario, menjelaskan bahwa kolaborasi tak terduga ini bukan sekadar gimmick. Ada ancaman kosmik yang begitu masif, sehingga perbedaan pribadi antara Superman dan Lex Luthor harus dikesampingkan. Ancaman ini jauh melampaui konflik ego mereka.
Gunn bahkan menyebut cerita ini "lebih rumit dari kelihatannya," mengindikasikan bahwa dinamika hubungan mereka akan menjadi inti yang menarik dari film ini. Para penggemar pasti penasaran bagaimana kedua karakter dengan ideologi yang bertolak belakang ini bisa bekerja sama tanpa saling menghancurkan.
Ia juga menegaskan bahwa Man of Tomorrow bukan hanya sekuel Superman biasa, melainkan sebuah kisah yang porsinya seimbang antara kedua karakter. "Ini lebih cocok disebut sebagai film Lex Luthor dan Superman," ujarnya, menyoroti pentingnya peran sang jenius jahat dalam narasi kali ini. Ini menunjukkan bahwa Lex Luthor akan memiliki peran yang jauh lebih sentral dan kompleks.
Nicholas Hoult Kembali sebagai Lex Luthor
Kabar baik lainnya datang dari kursi pemeran. Nicholas Hoult dipastikan akan kembali memerankan karakter Lex Luthor, menandai penampilan keduanya setelah film Superman (2025). Penampilan perdananya di film Superman mendatang akan menjadi fondasi untuk peran yang lebih besar di Man of Tomorrow.
Gunn secara terbuka mengungkapkan kekagumannya pada Hoult, "Saya senang bekerja dengan Nicholas Hoult. Sayangnya, saya merasa dekat dengan karakter Lex," katanya. Ini menunjukkan bahwa Gunn memiliki visi yang kuat untuk karakter Lex Luthor di DCU, dan chemistry antara Hoult dengan pemeran Superman (David Corenswet) akan menjadi salah satu daya tarik utama.
Ia juga menambahkan, "Saya benar-benar ingin menciptakan sesuatu yang luar biasa bersama mereka berdua. Saya sangat suka dengan naskahnya," yang semakin meningkatkan ekspektasi penggemar. Naskah yang disukai oleh sang sutradara dan penulis ini menjanjikan cerita yang solid dan mendalam.
Man of Tomorrow: Bagian Penting dari DCU Saga
Man of Tomorrow secara resmi diumumkan sebagai bagian integral dari DC Universe (DCU) pada Rabu, 3 September lalu. Pengumuman ini datang langsung dari James Gunn melalui akun media sosialnya, memicu kegembiraan di kalangan penggemar komik dan film superhero.
Ia bahkan membagikan gambar karya ikonik dari bos DC, Jim Lee, yang menampilkan Superman memegang obeng, berdampingan dengan Lex Luthor dalam Warsuit hijau-ungu ikoniknya. Gambar tersebut seolah menjadi teaser visual yang sempurna untuk kolaborasi tak terduga ini, sekaligus mengonfirmasi tanggal rilisnya.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Juli 2027, menempatkannya sebagai rilisan ketiga dalam Superman Saga setelah Superman (2025) dan Supergirl (2026). Kehadiran Man of Tomorrow juga menjadi jawaban atas bocoran rencana DCU yang sempat diungkap Gunn beberapa waktu lalu, menegaskan ambisi besar mereka untuk membangun semesta yang kohesif dan saling terkait.
Rangkaian Proyek DCU Lainnya yang Patut Dinanti
Selain Man of Tomorrow, DCU juga telah menyiapkan serangkaian proyek menarik lainnya yang siap menggebrak layar lebar dalam beberapa tahun ke depan. Ini menunjukkan komitmen DC Studios untuk menghadirkan konten yang beragam dan berkualitas.
Yang terdekat adalah film Supergirl yang akan tayang pada 26 Juni 2026, disutradarai oleh Craig Gillespie dan dibintangi oleh Milly Alcock sebagai Kara Zor-El. Film ini diharapkan akan memperluas lore Kryptonian di DCU.
Setelah itu, penggemar akan disuguhkan dengan film body horror berjudul Clayface pada 11 September 2026, dengan James Watkins sebagai sutradara dan skenario dari Mike Flanagan serta Hossein Amini. Film ini akan menampilkan Tom Rhys Harries dan Naomi Ackie, menjanjikan nuansa yang lebih gelap dan menegangkan dalam semesta DC.
Menariknya, Man of Tomorrow yang rilis Juli 2027 akan mendahului The Batman Part II yang dijadwalkan tayang pada 1 Oktober 2027. Ini menunjukkan prioritas dan arah cerita yang ingin dibangun DC Studios, dengan fokus pada Superman Saga sebagai salah satu pilar utama.
Dengan plot yang berani dan jajaran talenta yang menjanjikan, Man of Tomorrow siap menjadi salah satu film paling ikonik dalam sejarah DCU. Kolaborasi tak terduga antara Superman dan Lex Luthor ini bukan hanya sekadar kejutan, melainkan sebuah pernyataan bahwa DC Studios di bawah James Gunn siap menghadirkan cerita yang lebih kompleks, mendalam, dan tak terduga. Siapkah kamu menyaksikan dua musuh bebuyutan ini bersatu demi menyelamatkan dunia? Catat tanggalnya dan bersiaplah untuk kejutan di tahun 2027!


















