Jakarta, CNN Indonesia – Masa depan grup idola K-Pop fenomenal, NewJeans, kini berada di ambang ketidakpastian. Perselisihan sengit antara mereka dan agensi ADOR telah mencapai titik krusial, dengan pengadilan dijadwalkan akan mengambil keputusan akhir bulan depan. Ini adalah babak baru dalam drama kontrak yang telah menyita perhatian publik dan penggemar.
Setelah dua sesi mediasi yang alot dan penuh ketegangan, kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan damai. Pengadilan Distrik Pusat Seoul menjadi saksi bisu kebuntuan ini, yang berarti nasib Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein kini sepenuhnya bergantung pada palu hakim.
Awal Mula Konflik: Klaim Pelanggaran Kontrak yang Mengguncang
Kisah perselisihan ini bermula pada November 2024, ketika NewJeans secara mengejutkan mengklaim bahwa ADOR telah melanggar ketentuan kontrak eksklusif mereka. Klaim ini sontak memicu gelombang kekhawatiran di kalangan penggemar dan industri musik Korea Selatan.
Tidak hanya itu, NewJeans bahkan mengumumkan niat mereka untuk melanjutkan aktivitas secara independen. Sebuah langkah berani yang jarang terjadi di industri K-Pop, di mana agensi memegang kendali penuh atas karier artisnya.
Sebagai respons, ADOR segera mengajukan gugatan hukum. Mereka bersikeras bahwa kontrak eksklusif dengan kelima member NewJeans masih berlaku dan sah di mata hukum, menolak klaim pelanggaran yang dilayangkan grup tersebut.
Situasi semakin memanas ketika NewJeans, di bawah nama "NJZ", sempat aktif secara independen satu kali pada Maret 2025. Aksi ini menjadi bukti nyata ketegangan yang mendalam antara grup dan agensinya.
Dalam persidangan awal, pengadilan mengabulkan sebagian permohonan putusan ADOR. Ini berarti, sementara menunggu keputusan akhir, para member NewJeans dibatasi untuk melakukan kegiatan independen, menambah lapisan kompleksitas pada situasi mereka.
Dua Kali Mediasi Gagal, Jalan Buntu Tak Terhindarkan
Mediasi pertama yang diadakan pada 14 Agustus 2025, berakhir tanpa hasil. Kedua belah pihak tampaknya memiliki pandangan yang terlalu berbeda untuk bisa disatukan dalam satu meja perundingan.
Harapan sempat membumbung tinggi saat sesi mediasi kedua digelar pada 11 September 2025. Namun, lagi-lagi, upaya untuk mencari jalan tengah menemui jalan buntu.
Kegagalan mediasi ini secara efektif menutup pintu bagi penyelesaian damai. Kini, tidak ada pilihan lain selain menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Pengadilan Distrik Pusat Seoul.
Pengadilan telah menjadwalkan putusan akhir pada 30 Oktober 2025. Tanggal ini akan menjadi momen penentu yang sangat dinanti, tidak hanya oleh NewJeans dan ADOR, tetapi juga oleh seluruh industri K-Pop.
Inti Perseteruan: Validitas Kontrak dan Fondasi Kepercayaan
Inti dari seluruh perselisihan ini adalah satu pertanyaan fundamental: apakah kontrak eksklusif antara NewJeans dan ADOR masih berlaku? Dan yang tak kalah penting, apakah ada dasar hukum yang sah untuk pemutusan kontrak tersebut?
Kedua belah pihak memiliki argumen kuat yang saling bertolak belakang. Ini bukan sekadar masalah teknis kontrak, melainkan juga tentang fondasi kepercayaan yang mendasari setiap hubungan antara artis dan agensi.
Argumen ADOR: Investasi Besar dan Kepercayaan yang Terancam
Dari sudut pandang ADOR, kontrak eksklusif tersebut masih sepenuhnya berlaku dan tidak ada alasan sah untuk pemutusannya. Mereka mengklaim telah melakukan investasi signifikan demi kesuksesan NewJeans.
ADOR menyebutkan investasi sebesar 21 miliar won (sekitar Rp245 miliar) dari perusahaan induknya, HYBE. Dana sebesar itu dialokasikan khusus untuk mendukung debut dan promosi NewJeans, menunjukkan komitmen besar agensi.
Selain itu, ADOR juga menegaskan bahwa mereka telah menjalankan penyelesaian pendapatan secara transparan. Ini adalah poin penting, mengingat isu transparansi keuangan seringkali menjadi pemicu konflik dalam industri K-Pop.
"Kontrak eksklusif ini dibangun di atas fondasi kepercayaan antara mitra bisnis," tegas perwakilan ADOR. Mereka menambahkan, "Tidak ada situasi yang membenarkan penghancuran kepercayaan tersebut."
Bagi ADOR, pemutusan kontrak secara sepihak oleh NewJeans akan merusak prinsip dasar kemitraan dan investasi yang telah mereka tanamkan. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi industri.
Pembelaan NewJeans: Kehilangan Kepercayaan pada Manajemen Baru
Di sisi lain, NewJeans dengan tegas membantah argumen ADOR. Mereka menyatakan bahwa kepemimpinan ADOR saat ini tidak lagi mencerminkan perusahaan tempat mereka awalnya menandatangani kontrak.
Perubahan signifikan terjadi setelah CEO Min Hee-jin, sosok di balik kesuksesan NewJeans, dipecat dari jabatannya. ADOR kini dipimpin oleh para eksekutif yang ditunjuk langsung oleh HYBE.
Bagi NewJeans, perubahan kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian nama. Ini berarti hilangnya visi dan arah yang mereka percayai saat pertama kali bergabung. Kepercayaan yang menjadi pondasi hubungan mereka telah runtuh.
"Kepercayaan telah benar-benar hancur selama pertempuran hukum yang panjang ini," kata perwakilan grup tersebut. Pernyataan ini menunjukkan kedalaman keretakan hubungan yang sulit diperbaiki.
Mereka merasa bahwa lingkungan kerja dan dukungan yang dijanjikan di awal telah berubah drastis, sehingga membuat mereka sulit untuk melanjutkan kerja sama di bawah manajemen yang baru. Ini bukan hanya tentang uang, tetapi tentang integritas dan arah artistik.
Implikasi Putusan Pengadilan: Masa Depan NewJeans dan Industri K-Pop
Dengan dua upaya mediasi yang berakhir tanpa penyelesaian, kini seluruh mata tertuju pada putusan pengadilan pada 30 Oktober 2025. Keputusan ini diperkirakan akan memiliki dampak yang sangat besar.
Bagi NewJeans, putusan ini akan menentukan apakah mereka bisa melanjutkan karier mereka sebagai grup dengan nama dan identitas yang sama, ataukah mereka harus mencari jalan baru di tengah ketidakpastian.
Jika pengadilan memenangkan ADOR, NewJeans kemungkinan besar akan terikat kembali pada kontrak mereka, dengan segala konsekuensi hukum dan finansial yang menyertainya. Ini bisa berarti pembatasan aktivitas dan potensi denda.
Sebaliknya, jika pengadilan memenangkan NewJeans, mereka mungkin akan dibebaskan dari kontrak dengan ADOR. Ini akan membuka peluang bagi mereka untuk mencari agensi baru atau bahkan benar-benar beraktivitas secara independen, namun dengan tantangan besar di depan mata.
Lebih dari itu, putusan ini juga akan memberikan sinyal kuat bagi seluruh industri K-Pop. Ini akan menjadi preseden penting mengenai hubungan antara artis dan agensi, khususnya dalam hal validitas kontrak dan hak-hak artis.
Apakah ini akan menjadi awal dari era baru di mana artis memiliki lebih banyak kekuatan dalam negosiasi kontrak, ataukah akan memperkuat dominasi agensi? Hanya waktu dan putusan pengadilan yang akan menjawabnya.


















