Dunia hiburan Hollywood kembali dihebohkan dengan babak baru dalam perseteruan hukum antara Justin Baldoni dan Blake Lively. Aktor pemeran utama "It Ends With Us" itu dikabarkan menunjuk Alexandra Shapiro, pengacara kondang yang juga membela Sean Diddy Combs, untuk bergabung dalam tim hukumnya. Langkah ini tentu saja langsung menyulut spekulasi bahwa Baldoni siap melancarkan serangan balik yang lebih agresif.
Strategi Baru Justin Baldoni: Pengacara Kelas Berat Turun Tangan
Kabar mengejutkan ini terkuak dalam dokumen pengadilan yang diajukan pada Senin (15/9) ke Pengadilan Federal New York. Informasi ini kemudian diberitakan oleh Page Six pada Kamis (18/9), sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar dan pengamat industri. Penunjukan Shapiro ini menandakan bahwa Baldoni tidak main-main dalam menghadapi gugatan dari Blake Lively.
"Harap diperhatikan bahwa Alexandra A.E. Shapiro dari Shapiro Arato Bach LLP dengan ini bertindak sebagai penasihat hukum," demikian bunyi dokumen resmi tersebut. Ini jelas menunjukkan bahwa Baldoni sedang memperkuat lini pertahanannya dengan amunisi hukum yang tidak bisa diremehkan.
Siapa Alexandra Shapiro? Sosok di Balik Kasus Diddy yang Kontroversial
Nama Alexandra Shapiro mungkin tidak asing di telinga para penikmat berita selebriti. Ia adalah sosok di balik tim hukum Sean Diddy Combs dalam kasus-kasus besar yang menjerat musisi tersebut. Shapiro dikenal memiliki rekam jejak yang mentereng, terutama dalam menangani perkara-perkara berprofil tinggi yang penuh intrik.
Meski Diddy dinyatakan bersalah atas tuduhan prostitusi, Shapiro berhasil membebaskannya dari tuduhan perdagangan seks yang lebih serius. Keberhasilan ini tentu saja menjadi bukti kapasitas dan keahlian Shapiro dalam strategi hukum. Pengalamannya dalam menghadapi tekanan publik dan kompleksitas kasus selebriti menjadi nilai tambah yang signifikan bagi tim Baldoni.
Bukan Hanya Baldoni, Tim Lain Ikut Terlibat
Penunjukan Shapiro ini ternyata tidak hanya untuk membela Justin Baldoni semata. Dalam dokumen yang sama, Shapiro juga terdaftar sebagai penasihat hukum untuk beberapa pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Mereka adalah humas Melissa Nathan, Jennifer Abel, dan CEO Wayfarer Studios, Jamey Heath.
Ini menunjukkan bahwa Shapiro akan menjadi bagian penting dalam strategi hukum yang lebih luas, mencakup beberapa individu dan entitas yang terkait dengan Baldoni dan proyek "It Ends With Us." Langkah ini bisa diartikan sebagai upaya kolektif untuk menghadapi gugatan Blake Lively secara lebih terkoordinasi dan kuat.
Awal Mula Drama Hukum: Tuduhan Pelecehan Seksual dan Balas Dendam
Perseteruan hukum antara Justin Baldoni dan Blake Lively ini bermula pada Desember 2023. Saat itu, Blake Lively menggugat lawan mainnya di film "It Ends With Us" tersebut. Lively menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual dan melancarkan aksi balas dendam.
Menurut Lively, Baldoni bersama para produser film meluncurkan kampanye di media sosial untuk merusak reputasinya. Tuduhan ini muncul setelah Blake Lively mengeluhkan kondisi yang tidak nyaman di lokasi syuting. Tentu saja, tuduhan ini sangat serius dan berpotensi merusak karier Baldoni.
Baldoni Tak Tinggal Diam: Gugatan Balik dan Konspirasi
Tidak terima dengan tuduhan tersebut, Justin Baldoni pun beraksi. Ia segera melayangkan gugatan balik terhadap Blake Lively. Namun, gugatan Baldoni tidak berhenti di situ saja. Ia bahkan menuduh The New York Times, suami Blake Lively, Ryan Reynolds, serta publisis mereka berkonspirasi.
Baldoni mengklaim bahwa mereka bersekongkol untuk menghancurkan kariernya dengan menyebarkan tudingan palsu. Ini membuat kasus ini semakin rumit dan melibatkan lebih banyak pihak terkenal. Pertarungan hukum ini jelas bukan sekadar masalah pribadi, melainkan pertarungan reputasi di mata publik.
Perlindungan Hukum untuk Gugatan Awal Blake Lively
Dalam perkembangan kasus sebelumnya, Hakim Liman telah memutuskan bahwa gugatan awal yang diajukan oleh Blake Lively dilindungi oleh hak istimewa litigasi. Apa artinya ini? Hak istimewa litigasi membuat gugatan Lively kebal dari gugatan pencemaran nama baik.
Ini adalah poin penting yang memberikan keuntungan bagi Lively. Laporan The New York Times yang terkait dengan gugatan itu juga dilindungi di bawah hak istimewa ini, karena media diizinkan meliput proses hukum tanpa berimbas pada pencemaran nama baik. Keputusan ini menunjukkan bahwa gugatan Lively memiliki dasar hukum yang kuat dan tidak bisa begitu saja dibalas dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Apa Implikasi Penunjukan Pengacara Baru Ini?
Masuknya Alexandra Shapiro ke dalam tim Baldoni jelas mengirimkan sinyal kuat. Ini bisa berarti Baldoni sedang mempersiapkan strategi pertahanan yang lebih agresif, atau bahkan serangan balik yang lebih terstruktur. Dengan reputasi Shapiro dalam menangani kasus-kasus sulit, Baldoni mungkin berharap bisa menemukan celah atau argumen baru untuk memenangkan pertempuran hukum ini.
Page Six sendiri sudah mencoba menghubungi Baldoni untuk meminta komentar terkait kabar ini, namun belum ada tanggapan resmi. Keheningan ini justru menambah misteri dan membuat publik semakin penasaran dengan langkah selanjutnya dari pihak Baldoni.
Pengacara Utama Tetap Bertahan
Meskipun ada penambahan pengacara baru, Justin Baldoni disebut tidak mengganti pengacara utamanya, Bryan Freedman. Freedman masih terdaftar dalam berkas kasus tim Baldoni. Ini menunjukkan bahwa Shapiro kemungkinan besar akan bekerja sama dengan Freedman, membawa keahlian khusus dan perspektif baru ke dalam tim yang sudah ada.
Kerja sama antara Freedman dan Shapiro bisa jadi merupakan kombinasi kekuatan yang dirancang untuk menghadapi setiap aspek gugatan Blake Lively. Pertarungan hukum ini diprediksi akan semakin sengit dan penuh kejutan.
Babak Baru Perang Bintang Hollywood
Dengan masuknya pengacara sekelas Alexandra Shapiro, kasus antara Justin Baldoni dan Blake Lively kini memasuki babak baru yang lebih intens. Publik akan terus menanti perkembangan selanjutnya dari perseteruan ini. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? Hanya waktu dan keputusan pengadilan yang akan menjawabnya.
Satu hal yang pasti, pertarungan reputasi di Hollywood ini akan terus menjadi sorotan utama. Kita tunggu saja, strategi apa lagi yang akan dikeluarkan oleh masing-masing pihak dalam drama hukum yang semakin memanas ini.


















