banner 728x250

Timor Leste ‘Berguru’ ke Indonesia: Program Koperasi Merah Putih Siap Jadi Magnet Ekonomi ASEAN!

timor leste berguru ke indonesia program koperasi merah putih siap jadi magnet ekonomi asean portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono baru-baru ini menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Negara Urusan Koperasi Timor Leste, Arsénio Pereira da Silva. Pertemuan strategis ini menjadi sinyal kuat penguatan kemitraan bilateral antara kedua negara, khususnya dalam mengakselerasi pengembangan koperasi. Fokus utama adalah implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati pada Februari 2024, sebuah langkah maju untuk masa depan ekonomi regional.

## Visi Bersama untuk Koperasi yang Lebih Kuat

banner 325x300

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenkop UKM ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Kedua belah pihak secara intensif membahas penyelarasan visi mengenai peran strategis koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi. Visi ini akan menjadi bekal penting untuk dibawa ke forum-forum internasional bergengsi, seperti ASEAN Cooperative Ministerial Meeting (ACMM) dan Dili Cooperative Expo 2026 yang akan datang di Timor Leste.

Menkop Ferry Juliantono mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan delegasi Timor Leste. Baginya, ini adalah kehormatan besar yang menegaskan komitmen Indonesia dalam mempererat kerja sama, terutama dalam upaya memajukan sektor koperasi di kedua negara. "Ini kunjungan dan kehormatan bagi kami, semoga kita bisa melanjutkan lagi kerja sama yang sudah pernah ada MoU antara Kemenkop dengan Kementerian terkait Koperasi Timor Leste," ujar Ferry, menekankan pentingnya kesinambungan.

## MoU Februari 2024: Pondasi Kolaborasi Masa Depan

MoU yang ditandatangani pada Februari 2024 menjadi landasan kuat bagi kerja sama ini. Namun, Menkop Ferry menegaskan bahwa dokumen tersebut perlu ditinjau ulang dan ditajamkan. Tujuannya adalah agar implementasi kerja sama pengembangan ekosistem koperasi di masa depan dapat berjalan lebih efektif dan mudah diwujudkan, sesuai dengan dinamika kebijakan terkini.

Revisi MoU ini krusial untuk memastikan keselarasan dengan kebijakan terbaru di masing-masing negara. Ferry menyoroti perlunya inventarisasi capaian yang tertunda dari MoU sebelumnya, termasuk identifikasi kendala yang mungkin dihadapi. Dengan begitu, kolaborasi nyata dapat diperkuat, bukan hanya di atas kertas, tetapi juga dalam praktik di lapangan.

## Pembentukan Joint Technical Working Group: Aksi Nyata Dimulai

Untuk mewujudkan penajaman MoU dan memastikan kerja sama teknis berjalan optimal, dibentuklah Joint Technical Working Group (JT-WG). Tim khusus ini akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi teknis antara Indonesia dan Timor Leste. Lebih dari itu, JT-WG juga akan bertugas menyusun materi bersama yang akan disampaikan dalam forum internasional tahun depan.

"Saya mengharapkan bisa dibentuk dan dibahas bersama dalam joint technical working group," kata Ferry dengan antusias. Ia menambahkan, "Kami tentunya sangat bersemangat karena semakin banyak negara terlibat terutama di kawasan ASEAN untuk memajukan koperasi akan semakin baik." Ini menunjukkan optimisme Indonesia terhadap dampak positif dari kerja sama regional.

## Timor Leste Anggota Penuh ASEAN: Peluang Emas Koperasi Regional

Salah satu poin penting yang diapresiasi tinggi oleh Menkop Ferry adalah penerimaan resmi Timor Leste sebagai Anggota Penuh ASEAN pada 26 Oktober 2025. Momen bersejarah ini membuka lembaran baru bagi kolaborasi regional di berbagai bidang, termasuk dalam memajukan dan mengembangkan koperasi. Kehadiran Timor Leste akan memperkaya perspektif dan potensi sinergi di kawasan.

"Kolaborasi terkait ASEAN ini yang terpenting. Selamat menjadi anggota penuh ASEAN, kami siap hadir dalam ACMM di Dili," ucap Ferry, menegaskan dukungan penuh Indonesia. Keanggotaan Timor Leste di ASEAN diharapkan dapat mempercepat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengembangan koperasi antarnegara anggota.

## Program Koperasi Desa Merah Putih: Solusi Ekonomi Akar Rumput

Dalam konteks kebijakan terbaru di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kemenkop UKM mengemban mandat besar untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar terpenting dalam pembangunan ekonomi nasional. Mandat ini diwujudkan melalui program ambisius pembangunan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini dirancang untuk memberdayakan ekonomi di tingkat akar rumput.

Melalui program Kopdes/Kel Merah Putih, Kemenkop UKM membuka lebar kesempatan bagi pemerintah Timor Leste untuk bersinergi. Fokus utama sinergi ini adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) koperasi. Indonesia, dengan pengalaman panjangnya, siap berbagi pengetahuan dan keahlian untuk membantu Timor Leste membangun kapasitas SDM koperasinya.

Menkop Ferry optimistis bahwa kerja sama antara Indonesia dan Timor Leste akan membawa manfaat besar bagi kedua negara. Ia percaya bahwa program Kopdes/Kel Merah Putih memiliki potensi besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan krusial di desa, seperti kemiskinan, ketimpangan pembangunan, dan kurangnya akses ekonomi. Ini adalah model pembangunan inklusif yang dapat direplikasi.

"Mudah-mudahan kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi kedua negara," ujarnya. "Kami terbuka bagi siapapun untuk berkolaborasi membangun ekosistem bisnis koperasi yang lebih baik termasuk dengan Timor Leste." Pernyataan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan koperasi di tingkat regional.

## Rebranding Koperasi di Mata Dunia: Momentum Tahun Koperasi Internasional 2025

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah turut menekankan komitmen pemerintah Indonesia untuk membangkitkan koperasi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Tahun 2025 yang ditetapkan sebagai Tahun Koperasi Internasional menjadi momentum emas. Ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong rebranding koperasi di tingkat ASEAN melalui program Kopdes/Kel Merah Putih.

Rebranding ini bertujuan untuk mengubah persepsi masyarakat dan dunia tentang koperasi, dari sekadar entitas ekonomi kecil menjadi kekuatan pendorong pembangunan yang modern dan inklusif. Program Kopdes/Kel Merah Putih, dengan skalanya yang masif, diharapkan dapat menjadi contoh nyata keberhasilan model koperasi di era kontemporer.

## Timor Leste Siap Adopsi Model Koperasi Indonesia

Sekretaris Negara Urusan Koperasi Timor Leste, Arsénio Pereira da Silva, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dari jajaran Kementerian Koperasi. Ia menyatakan bahwa Timor Leste memiliki banyak hal untuk dipelajari dari Indonesia, khususnya terkait pengelolaan dan pengembangan koperasi yang sukses. Model-model ini nantinya diharapkan dapat direplikasi dan disesuaikan dengan konteks Timor Leste.

Arsénio secara khusus mengapresiasi dan menyambut baik program Kopdes/Kel Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo. Menurutnya, koperasi adalah salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara, sehingga harus diprioritaskan. Ini menunjukkan kesamaan visi antara kedua negara dalam memandang peran vital koperasi.

"Adanya Program Koperasi Desa Merah Putih sangat baik dan saya akan membicarakannya dengan Perdana Menteri supaya gerakan koperasi di Timor Leste bisa dibangkitkan semangatnya," kata Arsénio. Pernyataan ini mengindikasikan keseriusan Timor Leste untuk mengadopsi dan mengimplementasikan program serupa demi kemajuan ekonomi mereka. Ia berharap, melalui pertemuan ini, poin-poin kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya dapat segera ditindaklanjuti dan diperkuat. Setelah revisi MoU selesai, Arsénio menantikan aksi nyata yang dapat mendorong kemajuan dan pengembangan koperasi, terutama di negaranya. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi berujung pada implementasi program yang konkret dan berdampak positif bagi masyarakat Timor Leste.

banner 325x300