PT Pegadaian kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan antikorupsi nasional. Perusahaan pelat merah ini tak main-main, mereka berpartisipasi aktif pada rangkaian Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Yogyakarta, 6-9 Desember 2025. Ini adalah bukti nyata dedikasi Pegadaian dalam membangun tata kelola yang bersih.
HAKORDIA bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah gerakan masif yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari kementerian, lembaga negara, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas, semuanya bersatu padu. Tujuannya jelas: memperluas edukasi publik dan mendorong kolaborasi antikorupsi yang lebih menyeluruh, menciptakan ekosistem yang transparan dan berintegritas.
Tahun ini, HAKORDIA dikemas dengan sangat menarik dan interaktif, jauh dari kesan seremoni belaka. Acara ini bertransformasi menjadi ruang edukasi terbuka yang kaya akan pengalaman. Ada pameran inovatif, diskusi publik yang mendalam, pertunjukan seni yang inspiratif, hingga partisipasi langsung dari berbagai institusi yang peduli.
Di tengah kemeriahan HAKORDIA, Pegadaian tampil sebagai salah satu peserta yang paling menonjol. Mereka membuka booth khusus pada integrity expo yang berlokasi di Benteng Vredeburg, sebuah situs bersejarah yang sarat makna. Dengan mengusung tema "Basmi Korupsi Bersama Pegadaian," perusahaan ini ingin menunjukkan keseriusan dan dedikasinya dalam memberikan layanan yang profesional, transparan, dan berintegritas tinggi kepada masyarakat.
Rizkillah, Kepala Departemen GCG Divisi Kepatuhan PT Pegadaian, mengungkapkan filosofi di balik partisipasi ini. "Sejalan dengan cita-cita Perusahaan untuk mengEMASkan Indonesia, kehadiran Pegadaian menjadi simbol integritas yang sama berharganya dengan emas," ujarnya, dikutip Senin (8/12). Ia menambahkan, integritas itu murni, kuat, dan menjadi fondasi tak tergoyahkan bagi keberlangsungan budaya organisasi yang sehat.
Booth Pegadaian dirancang untuk memberikan pengalaman edukasi yang mendalam dan interaktif bagi para pengunjung. Di sana, masyarakat bisa memahami secara langsung bagaimana perusahaan membangun sistem pengendalian internal yang kuat. Ini termasuk bagaimana Pegadaian memperkuat kepatuhan dan memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai prinsip transparansi yang ketat.
Rizkillah juga menjelaskan bahwa Pegadaian tidak pernah berhenti memperluas upaya pencegahan korupsi melalui berbagai strategi terintegrasi. Mereka tidak hanya fokus pada pengawasan internal yang ketat, tetapi juga pada pembangunan budaya integritas yang konsisten dan berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan perusahaan yang lebih baik dan terpercaya.
Mengenal Lebih Dekat Jurus Antikorupsi Pegadaian
Pegadaian telah mengembangkan serangkaian program unggulan yang menjadi pilar utama dalam perjuangan melawan korupsi. Tiga inisiatif utama yang patut diacungi jempol adalah Penyuluh Antikorupsi (PAKSI), kebijakan anti-gratifikasi yang tegas, serta Whistleblowing System (WBS) yang modern dan terpercaya. Semua ini dirancang untuk memastikan setiap potensi penyimpangan dapat terdeteksi lebih dini dan ditangani secara profesional.
PAKSI: Agen Perubahan dari Internal
PAKSI adalah singkatan dari Penyuluh Antikorupsi, sebuah program inovatif yang melibatkan Insan Pegadaian, yaitu para karyawan terpilih. Mereka adalah individu-individu terlatih yang memiliki kompetensi khusus dalam mengampanyekan nilai-nilai integritas di seluruh lini perusahaan. Lebih dari sekadar penyuluh, mereka adalah agen perubahan yang aktif memberikan edukasi antikorupsi.
Melalui PAKSI, Pegadaian memastikan bahwa seluruh kebijakan kepatuhan diterapkan secara konsisten di setiap lingkungan internal. Keberadaan PAKSI ini memperluas jangkauan pengawasan preventif, meningkatkan kualitas literasi integritas bagi seluruh pegawai, dan secara fundamental memperkuat budaya perusahaan yang menolak segala bentuk penyimpangan. Ini adalah langkah proaktif untuk membangun benteng pertahanan dari dalam.
Kebijakan Anti-Gratifikasi yang Tegas
Selain PAKSI, Pegadaian juga memiliki kebijakan anti-gratifikasi yang diterapkan secara menyeluruh di seluruh unit kerja. Kebijakan ini tidak hanya sekadar aturan tertulis, melainkan dilengkapi dengan mekanisme pelaporan dan penanganan yang diawasi ketat oleh unit pengendalian khusus. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menjaga etika bisnis dan mencegah konflik kepentingan.
Melalui transparansi kebijakan ini, setiap pegawai Pegadaian dijamin memahami batasan etis dalam bekerja, serta implikasi hukum yang serius terkait pemberian maupun penerimaan gratifikasi. Penegakan kebijakan ini didukung oleh sistem investigasi internal yang terstandar dan proses audit yang dijalankan secara berkala. Tujuannya adalah memastikan kepatuhan di seluruh lini operasional, tanpa terkecuali.
Whistleblowing System (WBS): Suara untuk Keadilan
Tak berhenti di situ, Pegadaian juga menyediakan Whistleblowing System (WBS) yang canggih dan mudah diakses. Sistem ini memungkinkan masyarakat maupun karyawan untuk melaporkan dugaan pelanggaran atau penyimpangan secara aman, independen, dan yang terpenting, terjamin kerahasiaannya. Ini adalah saluran penting bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam menjaga integritas perusahaan.
WBS Pegadaian hadir melalui platform digital yang semakin user-friendly, memberikan ruang yang luas bagi partisipasi publik dalam menjaga integritas perusahaan. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku. Ini adalah bukti komitmen Pegadaian untuk tidak menoleransi praktik korupsi sekecil apa pun, dan siap mendengarkan suara keadilan.
Transformasi Digital: Benteng Baru Antikorupsi
Pada kesempatan terpisah, Direktur Manajemen Risiko, Legal dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, menyoroti peran krusial transformasi digital. Menurutnya, digitalisasi bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga memperkuat proses bisnis dengan berlandaskan Good Corporate Governance (GCG) di perusahaan. Ini adalah inovasi yang mengubah permainan dalam pencegahan korupsi.
"Selain aturan yang telah kami implementasikan, kehadiran PAKSI dan adanya platform WBS, transformasi digital Pegadaian juga menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat transparansi dan mengurangi celah terjadinya penyimpangan," kata Ismail. Ia menjelaskan bahwa dengan meminimalkan proses manual dan meningkatkan otomasi layanan, perusahaan dapat meningkatkan akurasi, efisiensi, serta secara signifikan mengurangi risiko intervensi manusia dalam proses operasional.
Digitalisasi ini tidak hanya mendukung efektivitas bisnis, tetapi juga secara fundamental memperkuat struktur pengendalian internal. Struktur inilah yang menjadi pilar utama dalam pencegahan korupsi. Dengan sistem yang terotomasi, potensi penyalahgunaan wewenang atau praktik curang dapat diminimalisir, bahkan dihilangkan. Ini adalah langkah maju yang revolusioner dan strategis.
Dedikasi BUMN untuk Tata Kelola Bersih
Melalui keikutsertaan aktif dalam HAKORDIA 2025, Pegadaian kembali menegaskan dedikasinya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggung jawab. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi bisnis semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang besar dalam menjaga tata kelola yang bersih, profesional, dan akuntabel. Ini adalah cerminan dari komitmen yang tulus kepada bangsa.
Partisipasi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan korupsi hanya dapat berhasil melalui kolaborasi semua pihak, dari internal hingga eksternal. Konsistensi dalam membangun sistem dan budaya integritas adalah fondasi utama. Ini adalah pesan kuat dari Pegadaian: pelayanan publik yang berkualitas hanya bisa terwujud jika didasari oleh prinsip-prinsip antikorupsi yang kokoh dan tak tergoyahkan.
Pegadaian membuktikan bahwa integritas adalah aset paling berharga, bahkan lebih berharga dari emas itu sendiri. Dengan terus berinovasi dan berkolaborasi, mereka berharap dapat menjadi inspirasi bagi BUMN lain dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Indonesia yang bebas dari korupsi. Masa depan yang bersih dan berintegritas ada di tangan kita semua, dan Pegadaian berkomitmen untuk terus menjadi pelopor.


















