Hasan Nasbi, nama yang tak asing di kancah komunikasi kepresidenan, kini resmi mengemban tugas baru yang tak kalah strategis. Setelah sebelumnya dicopot dari posisi Kepala Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) pada Rabu (17/9) lalu, Hasan Nasbi kini menduduki kursi penting sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero). Penunjukan ini sontak menarik perhatian publik, terutama terkait latar belakang dan tentu saja, harta kekayaan yang dimilikinya.
Harta Fantastis Sang Komisaris Baru
Berapa sebenarnya total kekayaan eks bos PCO yang kini menjadi salah satu petinggi di perusahaan energi plat merah ini? Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK terakhir yang dilaporkan pada 9 Desember 2024, Hasan Nasbi tercatat memiliki total kekayaan yang fantastis. Angkanya mencapai Rp41.336.616.257! Ya, kamu tidak salah baca, lebih dari 41 miliar rupiah.
Dari PCO ke Pertamina: Transisi Cepat Hasan Nasbi
Perjalanan Hasan Nasbi menuju kursi komisaris Pertamina terbilang cukup cepat dan menjadi sorotan. Setelah dicopot dari jabatannya di PCO, namanya langsung muncul dalam daftar komisaris di situs resmi Pertamina pada Sabtu (20/9). Ini menandakan proses transisi yang efisien dan cepat dari satu posisi penting ke posisi strategis lainnya.
Penunjukan ini tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-247/MBU/09/2025 dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management dengan Nomor SK.055/DI-DAM/DO/2025. Regulasi ini menjadi dasar hukum yang sah atas pengangkatan Hasan Nasbi sebagai anggota Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero).
Deretan Nama Penting di Jajaran Komisaris Pertamina
Hasan Nasbi tidak sendiri dalam jajaran komisaris baru Pertamina. Ia bergabung dengan sejumlah nama besar lainnya yang juga memiliki rekam jejak mumpuni. Mereka adalah Mochamad Iriawan, Todotua Pasaribu, Heru Pambudi, Bambang Suswantono, Condro Kirono, Nanik Sudaryati Deyang, dan Raden Adjeng Sondaryani.
Komposisi ini menunjukkan perpaduan berbagai latar belakang, mulai dari militer, kepolisian, hingga profesional di bidangnya masing-masing. Diharapkan, jajaran komisaris baru ini mampu membawa Pertamina ke arah yang lebih baik dan menghadapi tantangan industri energi global.
Mengintip Isi LHKPN: Apa Saja Sumber Kekayaan Hasan Nasbi?
Mari kita bedah lebih dalam rincian harta kekayaan Hasan Nasbi yang tercatat di LHKPN. Angka miliaran rupiah itu tentu saja bukan sekadar nominal, melainkan representasi dari berbagai aset yang dimilikinya. LHKPN memberikan gambaran transparan mengenai sumber-sumber kekayaan pejabat publik.
Aset Properti yang Melimpah
Bagian terbesar dari kekayaan Hasan Nasbi berasal dari aset tanah dan bangunan. Totalnya mencapai Rp13.967.787.329. Aset ini tersebar di beberapa lokasi strategis, menunjukkan investasi properti yang signifikan.
Mulai dari bangunan seluas 74 m2 di Kota Jakarta Selatan senilai Rp1.250.000.000 dan bangunan seluas 51 m2 di Kota Jakarta Selatan senilai Rp950.000.000. Ini menunjukkan kepemilikan properti di pusat ibu kota yang memiliki nilai tinggi.
Selain itu, ia juga memiliki tanah dan bangunan seluas 120 m2/150 m2 di Kota Bekasi senilai Rp1.333.000.000, serta tanah dan bangunan seluas 240 m2/200 m2 di Kota Bekasi senilai Rp2.667.000.000. Aset properti di daerah penyangga ibu kota juga menjadi bagian penting dari portofolionya.
Tak hanya di Jawa, Hasan Nasbi juga memiliki tanah seluas 83 m2 di Kabupaten Sijunjung senilai Rp30.000.000 dan tanah seluas 1.122 m2 di Kabupaten Sijunjung senilai Rp200.000.000. Ini menunjukkan diversifikasi aset properti hingga ke luar Jawa.
Aset lainnya termasuk tanah dan bangunan seluas 227 m2/249 m2 di Kota Bekasi senilai Rp2.442.750.000, tanah seluas 1.082 m2 di Kabupaten Cianjur senilai Rp650.000.000, dan yang paling besar adalah tanah dan bangunan seluas 216 m2/297 m2 di Kabupaten Bogor senilai Rp4.445.037.329. Koleksi properti yang beragam ini mencerminkan strategi investasi yang solid.
Koleksi Kendaraan Mewah yang Bikin Iri
Tak hanya properti, Hasan Nasbi juga memiliki koleksi kendaraan yang tak kalah mencengangkan. Total nilai aset alat transportasi dan mesinnya mencapai Rp9.515.382.499. Deretan mobil mewah menjadi sorotan utama dalam daftar ini.
Sebut saja Mobil BMW X5 tahun 2022 senilai Rp1.200.000.000, Mobil Mini Cooper S Hatch A/T tahun 2022 senilai Rp899.000.000, hingga yang paling fantastis adalah Mobil Mercedes-Benz G63 A/T tahun 2023 seharga Rp6.713.382.499. Kendaraan-kendaraan ini tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menunjukkan gaya hidup dan preferensi terhadap merek premium.
Selain koleksi mobil mewah tersebut, ia juga memiliki Mobil Honda HR-V tahun 2022 senilai Rp270.000.000 dan Mobil Toyota Hiace tahun 2018 senilai Rp420.000.000. Bahkan, ada juga Motor Honda Beat tahun 2021 senilai Rp13.000.000 yang melengkapi daftar kendaraannya, menunjukkan kepemilikan yang cukup beragam.
Uang Tunai dan Investasi Cair
Bagian signifikan lain dari kekayaan Hasan Nasbi adalah kas dan setara kas. Totalnya mencapai Rp17.694.186.518, menunjukkan likuiditas yang sangat tinggi. Jumlah ini bisa berupa tabungan, deposito, atau instrumen investasi jangka pendek lainnya yang mudah dicairkan. Ini mencerminkan kemampuan finansial yang kuat dan ketersediaan dana segar.
Aset Lain-lain dan Pengurang Kekayaan
Selain kategori di atas, Hasan Nasbi juga melaporkan harta lainnya senilai Rp735.000.000. Kategori ini biasanya mencakup barang seni, koleksi berharga, atau aset lain yang tidak masuk dalam kategori properti, kendaraan, atau kas.
Namun, perlu dicatat bahwa ia juga memiliki utang sebesar Rp575.740.089. Utang ini menjadi pengurang dari total aset yang dimilikinya. Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersih Hasan Nasbi tetap berada di angka Rp41.336.616.257. Angka ini menegaskan posisinya sebagai pejabat publik dengan kekayaan yang sangat substansial.
Penunjukan Hasan Nasbi sebagai Komisaris Pertamina dengan latar belakang kekayaan yang fantastis ini tentu akan terus menjadi perbincangan hangat. Publik menanti bagaimana kontribusinya di Pertamina, mengingat pengalamannya di PCO dan aset yang dimilikinya. Semoga dengan jajaran komisaris baru ini, Pertamina dapat semakin maju dan memberikan dampak positif bagi bangsa.


















