banner 728x250

Pertamina PIS Siap Jadi Raksasa Angkutan Karbon Dunia: Ini Strategi Dekarbonisasi Mereka!

Logo Pertamina, induk perusahaan PIS yang siap masuk bisnis angkutan karbon global.
Pertamina International Shipping (PIS), anak usaha Pertamina, siap menjadi pelopor dalam bisnis angkutan karbon global.
banner 120x600
banner 468x60

Pertamina International Shipping (PIS) membuat gebrakan signifikan di panggung global. Mereka secara resmi menyatakan kesiapan penuh untuk terjun ke bisnis angkutan karbon, sebuah langkah krusial dalam upaya dekarbonisasi. Ini bukan sekadar komitmen biasa, melainkan visi besar untuk mendukung implementasi Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilisation and Storage (CCUS) yang semakin mendesak.

Pengumuman penting ini disampaikan dalam perhelatan akbar The 5th Asia CCUS Network Forum. Acara bergengsi tersebut mempertemukan para pemimpin industri energi dan teknologi CCS/CCUS dari berbagai belahan dunia. PIS, sebagai bagian integral dari PT Pertamina (Persero), memanfaatkan momen ini untuk menyoroti urgensi transportasi CO2 lintas negara.

banner 325x300

PIS melihat peluang emas untuk menjadi penghubung strategis yang vital. Mereka akan menjembatani antara para emitor karbon, operator terminal, hingga penyedia fasilitas penyimpanan karbon. Dengan kapabilitas armada dan infrastruktur yang mumpuni, PIS siap menjadi pemain kunci dalam pengangkutan CO2 terlikuidasi (LCO2) di kancah global.

"PIS melihat peluang besar untuk berperan sebagai penghubung strategis antara emitor, operator terminal, dan penyedia penyimpanan karbon," jelas Muthia Rizky Neldi, VP Business Development PIS. Ia menambahkan, "Kapabilitas armada dan infrastruktur kami memungkinkan PIS untuk menjadi pemain kunci dalam pengangkutan CO2 terlikuidasi (LCO2)." Pernyataan ini menegaskan ambisi PIS untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memimpin di sektor baru ini.

Armada Raksasa PIS Siap Jelajahi Dunia Angkut CO2

Jangan remehkan kekuatan armada PIS. Saat ini, mereka mengoperasikan lebih dari 106 kapal milik dengan berbagai tipe, mulai dari gas carrier, crude carrier, petrochemical carrier, hingga very large gas carrier (VLGC) yang tangguh. Ini adalah fondasi kuat yang siap diadaptasi untuk kebutuhan transportasi karbon.

Hebatnya lagi, sekitar 65 kapal dari total armada tersebut telah melayani rute internasional. Mereka berlayar di 63 jalur perdagangan global, didukung penuh oleh kantor perwakilan di Singapura, Dubai, dan London. Jaringan global ini menjadi modal berharga untuk ekspansi ke sektor angkutan karbon lintas negara.

Dalam rencana pengembangan bisnisnya, PIS telah menyiapkan operasi khusus untuk LCO2 carriers. Kapal-kapal ini akan bertugas mengangkut karbon hasil tangkapan dari berbagai sumber emisi industri. Bayangkan, karbon dari pembangkit listrik, kilang minyak, hingga produksi amonia akan diangkut dengan aman dan efisien.

Karbon yang sudah diangkut kemudian akan didistribusikan ke terminal penerima di darat. Dari sana, karbon akan disalurkan melalui jaringan pipa bawah tanah menuju lokasi penyimpanan bawah laut yang aman dan permanen. Ini adalah siklus lengkap yang menunjukkan keseriusan PIS dalam mendukung rantai pasok CCS/CCUS.

Indonesia, Pusat Penyimpanan Karbon Masa Depan?

Indonesia bukan hanya negara kepulauan yang indah, tetapi juga menyimpan potensi luar biasa dalam penyimpanan karbon. Salah satu yang paling menjanjikan adalah Cekungan Sunda Asri. Wilayah ini diperkirakan mampu menampung sekitar 1,1 gigaton CO2, sebuah angka yang fantastis dan sangat strategis.

Dengan posisi geografis yang sangat strategis di jantung Asia Tenggara, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif. PIS sangat optimistis bahwa mereka dapat memainkan peran penting dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat CCS/CCUS regional. Ini akan menjadi kebanggaan sekaligus kontribusi besar bagi lingkungan global.

Bayangkan, Indonesia menjadi hub utama tempat karbon dari berbagai negara di Asia Tenggara dikumpulkan dan disimpan. PIS akan menjadi jembatan utama yang menghubungkan para emitor dengan fasilitas penyimpanan raksasa ini. Ini adalah visi ambisius yang berpotensi mengubah peta energi bersih di kawasan.

Teknologi Canggih PIS-SmartShip: Kunci Efisiensi dan Dekarbonisasi

Komitmen PIS terhadap dekarbonisasi tidak hanya berhenti pada angkutan karbon. Mereka juga aktif mengembangkan solusi teknologi cerdas melalui inisiatif PIS-SmartShip. Ini adalah bukti nyata bahwa PIS serius dalam mengurangi jejak karbonnya sendiri.

Hingga pertengahan tahun 2025, PIS menargetkan sekitar 50 persen armadanya telah dilengkapi fitur SmartShip 2.0. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Selain itu, SmartShip 2.0 juga memungkinkan pemantauan emisi secara real-time, memberikan data akurat untuk pengambilan keputusan.

Hasilnya? Jangan kaget. Teknologi ini telah terbukti mampu menghemat 324 ton bahan bakar hanya dalam satu bulan operasi. Lebih dari itu, SmartShip 2.0 juga berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 1.021 ton dalam periode yang sama. Ini adalah angka yang membuktikan efektivitas teknologi cerdas PIS.

PIS-SmartShip juga mendukung perhitungan Carbon Intensity Indicator (CII) secara real-time. CII adalah metrik penting yang digunakan untuk mengukur efisiensi karbon sebuah kapal. Dengan data yang akurat dan up-to-date, PIS dapat terus mengoptimalkan operasionalnya demi mencapai target dekarbonisasi yang lebih tinggi.

"Penerapan teknologi ini menjadi jembatan penting menuju kesiapan PIS dalam mendukung angkutan karbon," tegas Muthia Rizky Neldi. Ia menekankan bahwa PIS tidak hanya menyiapkan kapal yang andal, tetapi juga sistem digital terintegrasi. Sistem ini akan memastikan efisiensi energi dan pengurangan emisi di seluruh rantai pasok, dari hulu ke hilir.

Masa Depan Angkutan Karbon di Tangan PIS

Di tengah desakan global untuk mencapai target net-zero emisi, peran perusahaan seperti PIS menjadi sangat krusial. Transportasi karbon adalah mata rantai yang tak terpisahkan dari solusi CCS/CCUS. Tanpa sistem transportasi yang efisien dan andal, upaya penangkapan dan penyimpanan karbon akan sulit terealisasi dalam skala besar.

Dengan langkah berani ini, PIS menempatkan dirinya di garis depan inovasi energi bersih. Mereka tidak hanya mengamankan posisi sebagai pemain kunci di pasar domestik, tetapi juga berambisi menjadi pemimpin regional, bahkan global, dalam angkutan karbon. Ini adalah cerminan komitmen Pertamina Group terhadap keberlanjutan.

Keputusan PIS untuk mengembangkan bisnis angkutan karbon membawa dampak ganda. Secara ekonomi, ini membuka peluang pasar baru yang masif dan menciptakan lapangan kerja. Secara lingkungan, ini adalah kontribusi nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menjaga kualitas udara, dan memperlambat laju perubahan iklim.

Masa depan energi bersih memang penuh tantangan, namun juga peluang. Dengan visi yang jelas, armada yang kuat, dan dukungan teknologi canggih, Pertamina International Shipping siap menghadapi tantangan tersebut. Mereka siap menjadi pahlawan tak terlihat yang mengangkut karbon demi masa depan bumi yang lebih hijau.

Jadi, saat kita berbicara tentang dekarbonisasi, ingatlah peran vital yang dimainkan oleh PIS. Mereka bukan hanya mengangkut energi, tetapi juga harapan untuk bumi yang lebih lestari. Indonesia patut berbangga memiliki perusahaan yang berani mengambil langkah progresif ini.

banner 325x300