banner 728x250

Peluang Emas! Kemenkop Ajak ICMI Sulap Desa Jadi Pusat Produksi, Siap Biayai Pabrikmu!

peluang emas kemenkop ajak icmi sulap desa jadi pusat produksi siap biayai pabrikmu portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Menteri Koperasi Ferry Juliantono baru-baru ini melontarkan ajakan penting kepada Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Ajakan ini bukan sembarang ajakan, melainkan seruan untuk bersama-sama mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebuah inisiatif yang digadang-gadang akan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan Indonesia. Ferry meyakini bahwa ICMI, dengan segala kapasitas keilmuan dan jejaringnya, memiliki peran strategis untuk mewujudkan visi besar ini.

Koperasi Merah Putih: Fondasi Ekonomi Rakyat yang Kuat

banner 325x300

Pernyataan ini disampaikan Ferry saat menjadi narasumber dalam acara National Leadership Camp ICMI di Bali, Sabtu (6/12). Acara yang mengusung tema "Meneguhkan Peran Cendekiawan Muslim untuk Mewujudkan Indonesia Emas" ini menjadi panggung ideal untuk menggaungkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan cendekiawan dalam membangun fondasi ekonomi yang kokoh dari akar rumput.

Menurut Ferry, koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi biasa. Koperasi adalah amanat konstitusi, sebuah fondasi ekonomi rakyat yang kini diperkuat melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, atau yang akrab disebut Kopdes Merah Putih. Program ini dirancang sebagai ekosistem baru yang revolusioner.

Kopdes Merah Putih bertujuan memotong rantai pasok yang panjang dan seringkali merugikan petani atau produsen kecil. Dengan begitu, harga produk bisa lebih kompetitif dan keuntungan lebih besar bisa dinikmati langsung oleh masyarakat. Program ini juga menghadirkan layanan usaha yang lebih mudah diakses di tingkat desa, sekaligus melibatkan jutaan anggota dalam ekosistem ekonomi yang inklusif.

Bayangkan, jutaan masyarakat desa bisa terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan ekonomi mereka sendiri. Ini bukan hanya tentang bisnis, tapi juga tentang pemberdayaan, kemandirian, dan keadilan ekonomi. Dukungan penuh dari ICMI diharapkan dapat memastikan gerakan ekonomi kerakyatan ini berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Mengapa ICMI Jadi Kunci Sukses?

Peran ICMI dalam program ini sangat krusial. Sebagai organisasi yang dihuni oleh para cendekiawan, ICMI memiliki kapasitas untuk memberikan pandangan keilmuan yang mendalam, melakukan pembinaan yang terstruktur, dan memanfaatkan jejaring intelektualnya yang luas. Kontribusi ini akan menjadi kompas bagi arah pengembangan koperasi agar tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang secara optimal dan relevan dengan tantangan zaman.

Ferry Juliantono secara khusus mengajak ICMI untuk memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan emas dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di masa depan. Ini adalah waktu yang tepat untuk bertindak, berinovasi, dan berkontribusi nyata. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan cendekiawan, cita-cita Indonesia Emas bisa lebih cepat terwujud, dimulai dari penguatan ekonomi di tingkat desa.

Tahun depan, ada target ambisius yang ingin dicapai: lebih dari 80 ribu gerai ritel modern akan dikelola oleh Kopdes Merah Putih. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sebuah peluang besar. Ini adalah pasar yang masif, sebuah etalase raksasa yang siap menampung produk-produk lokal hasil karya anak bangsa.

Revolusi Produksi Nasional: Saatnya Indonesia Jadi Produsen!

Menteri Ferry menegaskan bahwa makna di balik target 80 ribu gerai ritel ini sangat jelas: "Kita harus bisa memproduksi barang-barang sendiri untuk dijual di ritel-ritel modern milik Kopdes Merah Putih." Ini adalah seruan untuk kembali ke sektor produksi, sebuah revolusi mental ekonomi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi produsen yang tangguh.

Kesempatan ini adalah momentum emas bagi masyarakat koperasi untuk kembali ke sektor produksi, distribusi, industri, dan bahkan sektor perkreditan. Selama ini, kita mungkin terlalu nyaman menjadi konsumen atau distributor produk dari luar. Kini saatnya mengubah paradigma, kembali percaya diri pada potensi dan kemampuan produksi dalam negeri.

Ferry secara spesifik berharap ICMI bisa menjadi motor penggerak. Ia mengajak ICMI untuk membangun koperasi atau mendorong pelaku UMKM di lingkungan keluarga besar ICMI untuk mulai membangun pabrik. Bukan pabrik besar yang rumit, melainkan pabrik-pabrik kebutuhan harian yang esensial.

Bayangkan, pabrik sabun, deterjen, sampo, kecap, atau pabrik kebutuhan harian lainnya yang dikelola secara mandiri oleh koperasi atau UMKM lokal. Ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada produk impor dan memperkuat ekonomi lokal. "Apapun pabriknya, juga industri kecil, dan dalam bentuk koperasi, kita akan dukung," kata Ferry, memberikan jaminan dukungan penuh dari Kemenkop.

Pelaku UMKM tidak perlu khawatir soal pemasaran produk. Ferry menjamin bahwa produk-produk lokal ini akan memiliki pasar yang pasti, yaitu di gerai-gerai Kopdes Merah Putih yang tersebar luas. Ini adalah ekosistem yang terintegrasi, dari produksi hingga distribusi, semuanya dalam kendali dan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Peran Perguruan Tinggi: Inovasi untuk Pertanian Modern

Lebih jauh lagi, Ferry juga mendorong perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk turut serta dalam gerakan ini. Perguruan tinggi diharapkan mulai menciptakan dan memproduksi mesin-mesin pascapanen, seperti dryer untuk mengeringkan hasil pertanian, alat pengatur suhu untuk buah-buahan dan sayuran, hingga cold storage atau gudang pendingin.

Inovasi teknologi ini sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, mengurangi kerugian pascapanen, dan memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen. Dengan dukungan teknologi dari perguruan tinggi, sektor pertanian kita bisa lebih efisien, modern, dan berdaya saing.

Indonesia harus kembali percaya diri untuk menjadi produsen, bukan hanya di sektor industri, tetapi juga di sektor pertanian. Kemenkop siap memberikan dukungan 100% bagi siapa saja yang berkeinginan untuk menjadi produsen, membangun pabrik-pabrik barang, apalagi dalam bentuk badan usaha koperasi. "Kami akan biayai," tegas Ferry, menunjukkan komitmen kuat pemerintah.

Masa Depan Ekonomi Kerakyatan: Dari Desa untuk Indonesia Emas

Visi besar ini adalah tentang kemandirian ekonomi, tentang bagaimana kita bisa berdiri di atas kaki sendiri, memproduksi apa yang kita butuhkan, dan menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang kita miliki. Dengan sinergi antara pemerintah, cendekiawan, UMKM, dan perguruan tinggi, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan hanya sekadar program, melainkan sebuah gerakan nasional.

Gerakan ini akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah, di mana ekonomi kerakyatan menjadi pilar utama. Dari desa-desa yang berdaya, dari pabrik-pabrik kecil yang tumbuh, dari inovasi perguruan tinggi, kita akan bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat secara ekonomi. Ini adalah panggilan untuk bertindak, untuk berkolaborasi, dan untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa.

banner 325x300