banner 728x250

OJK Resmi Restui Riduan Jadi Bos Bank Mandiri: Ini Dia Duo Nahkoda Baru yang Siap Guncang Industri Keuangan!

ojk resmi restui riduan jadi bos bank mandiri ini dia duo nahkoda baru yang siap guncang industri keuangan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, CNN Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan lampu hijau untuk penunjukan Riduan sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, didampingi Henry Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama. Keputusan ini diambil setelah keduanya sukses melewati serangkaian penilaian kemampuan dan kepatutan atau yang lebih dikenal dengan fit and proper test yang ketat.

Pengumuman resmi dari regulator ini, yang disampaikan pada Selasa (2/12/2025), menandai babak baru bagi salah satu bank terbesar di Indonesia tersebut. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa angin segar dan mempercepat laju transformasi Bank Mandiri di tengah dinamika industri keuangan yang terus berubah.

banner 325x300

Era Baru Bank Mandiri Dimulai

M. Wisnu Trihanggodo, SEVP Corporate Relations Bank Mandiri, mengungkapkan bahwa persetujuan OJK ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah momentum strategis yang krusial. Ini akan menjadi fondasi kuat untuk mempercepat arah transformasi perusahaan yang telah dicanangkan sebelumnya.

Penetapan Riduan dan Henry Panjaitan di pucuk pimpinan mencerminkan kepercayaan penuh dari regulator terhadap soliditas dan kapabilitas manajemen Bank Mandiri. Kepercayaan ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk terus bergerak maju, mengakselerasi inovasi layanan, dan memperkuat fundamental bisnisnya.

Wisnu juga menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk memastikan tata kelola perusahaan yang prudent dan transparan di bawah kepemimpinan baru. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan publik, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.

Lebih jauh, perseroan berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah tantangan ekonomi global dan domestik. Bank Mandiri juga akan terus memperluas kontribusi intermediasi bagi sektor produktif, yang merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Ini termasuk menghadirkan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan dan menciptakan perluasan lapangan kerja baru. Dengan demikian, Bank Mandiri tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Profil Riduan: Sang Nahkoda Utama dengan Segudang Pengalaman

Sosok Riduan bukanlah nama baru di jajaran manajemen Bank Mandiri. Sebelum resmi menjabat Direktur Utama, ia telah menduduki posisi Wakil Direktur Utama, menunjukkan rekam jejak yang panjang dan cemerlang di bank berlogo pita emas tersebut.

Pengalamannya yang luas terutama di segmen corporate dan commercial banking menjadi modal berharga. Riduan telah memimpin berbagai fungsi strategis, mulai dari regional banking hingga melayani beragam nasabah lintas segmen, dari retail hingga korporasi raksasa.

Kiprahnya yang mendalam di berbagai lini bisnis ini memperkuat kapasitasnya dalam mengakselerasi intermediasi. Ia diharapkan mampu mendorong perluasan kontribusi pembiayaan produktif yang sangat dibutuhkan untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.

Visi Riduan diyakini akan sangat selaras dengan upaya Bank Mandiri untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Terutama dalam menghadapi era digitalisasi perbankan yang menuntut kecepatan dan efisiensi layanan.

Dengan kepemimpinannya, Bank Mandiri diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan peran strategis Bank Mandiri sebagai mitra pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan dan stabilitas ekonomi.

Henry Panjaitan: Kekuatan Baru di Posisi Wakil Direktur Utama

Tak kalah penting, penunjukan Henry Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama juga membawa angin segar bagi Bank Mandiri. Henry memiliki latar belakang yang sangat kuat di bidang manajemen risiko dan bisnis internasional, dua area krusial dalam operasional perbankan modern.

Sebelum bergabung dengan Bank Mandiri, Henry Panjaitan memiliki karier panjang dan gemilang di Bank BNI. Pengalamannya di bank plat merah tersebut memberinya pemahaman mendalam tentang lanskap perbankan nasional dan internasional.

Terakhir, ia menjabat sebagai Direktur Bisnis Penjaminan di PT Jamkrindo, sebuah perusahaan penjaminan milik negara. Posisi ini memberinya keahlian unik dalam mitigasi risiko dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Pengalaman Henry di bidang manajemen risiko akan sangat vital bagi Bank Mandiri, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan tantangan regulasi yang semakin kompleks. Keahliannya akan memperkuat fondasi ekspansi jaringan Bank Mandiri, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, Henry juga diharapkan berperan besar dalam penguatan ekosistem digital Bank Mandiri, memastikan keamanan siber, dan meningkatkan tata kelola risiko yang adaptif. Kombinasi keahlian Riduan dan Henry diharapkan menciptakan sinergi yang kuat untuk membawa Bank Mandiri ke level berikutnya.

Visi Transformasi dan Komitmen Bank Mandiri ke Depan

Di bawah kepemimpinan duo nahkoda baru ini, Bank Mandiri menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Visi transformasi yang diusung bukan hanya tentang pertumbuhan angka, tetapi juga tentang menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Perseroan akan fokus pada percepatan inovasi layanan, terutama dalam hal digitalisasi. Ini mencakup pengembangan aplikasi perbankan yang lebih canggih, layanan fintech terintegrasi, dan solusi pembayaran yang efisien untuk nasabah individu maupun korporasi.

Penguatan fundamental bisnis juga menjadi prioritas utama. Ini berarti menjaga rasio keuangan yang sehat, meningkatkan kualitas aset, dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Dengan fondasi yang kuat, Bank Mandiri akan lebih resilient menghadapi gejolak ekonomi.

Komitmen terhadap tata kelola yang prudent dan transparan akan terus dijaga. Bank Mandiri menyadari bahwa kepercayaan adalah aset paling berharga. Oleh karena itu, prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) akan selalu menjadi panduan dalam setiap pengambilan keputusan.

Selain itu, Bank Mandiri akan terus memperluas kontribusi intermediasi bagi sektor produktif, termasuk UMKM dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah. Ini adalah wujud nyata peran Bank Mandiri sebagai agen pembangunan yang turut serta menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tantangan dan Peluang di Bawah Kepemimpinan Baru

Kepemimpinan Riduan dan Henry Panjaitan akan menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang besar. Di satu sisi, persaingan di industri perbankan semakin ketat, dengan munculnya bank digital dan inovasi fintech yang disruptif.

Regulasi yang terus berkembang dan tuntutan nasabah yang semakin tinggi juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi. Namun, di sisi lain, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan bonus demografi.

Bank Mandiri, dengan dukungan pemerintah dan basis nasabah yang kuat, memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini. Fokus pada digitalisasi, pengembangan produk yang relevan, dan ekspansi ke segmen yang belum tergarap akan menjadi kunci sukses.

Dengan kepemimpinan Riduan dan Henry, perseroan optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan ke depan. Mereka siap membawa Bank Mandiri tidak hanya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga sebagai pionir inovasi yang memberikan nilai tambah maksimal bagi seluruh ekosistem ekonomi Indonesia.

banner 325x300