banner 728x250

Modal Rp50 Juta Bikin Omzet Melejit, Rahasia Nadi Sugiharto Jadi ‘Raja Nanas’ Lampung!

Nadi Sugiharto di lapak sederhana Nanas Nadi, Pasar Tradisional SMEP, Bandar Lampung.
Nadi Sugiharto, pemilik "Nanas Nadi", memulai usahanya dari lapak sederhana di pasar.
banner 120x600
banner 468x60

Siapa sangka, dari sebuah lapak sederhana di Pasar Tradisional SMEP, Bandar Lampung, Nadi Sugiharto berhasil membangun sebuah ‘kerajaan’ nanas yang kini dikenal luas? Kisah Nadi, pemilik usaha "Nanas Nadi", adalah cerminan ketekunan dan inovasi yang berbuah manis, membuktikan bahwa modal kecil bisa menjadi pemicu kesuksesan luar biasa.

Awal Mula ‘Kerajaan Nanas’ Nadi Sugiharto

Sejak tahun 1993, Nadi tak pernah goyah menjaga kualitas buah nanas lokal yang ia tawarkan. Konsistensi ini menjadi fondasi utama kepercayaan pelanggan yang terus setia hingga saat ini, membuat "Nanas Nadi" menjadi nama yang identik dengan kualitas.

banner 325x300

Meski berbagai tantangan datang silih berganti, mulai dari fluktuasi harga hingga persaingan ketat, Nadi tetap teguh pada prinsipnya. Ia hanya menawarkan nanas manis dan segar yang sampai ke tangan pembeli, sebuah komitmen yang tak lekang oleh waktu.

Inovasi Tak Berhenti: Dari Buah Segar ke Olahan Menggoda

Berbekal pengalaman puluhan tahun, Nadi menyadari bahwa hanya menjual buah segar saja tidak cukup untuk mengembangkan usahanya. Ia pun mulai berpikir kreatif untuk memperpanjang ‘umur’ produknya dan menciptakan nilai tambah.

Inovasi pun lahir: nanas diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti bahan petisan dan selai. Langkah ini tidak hanya mengurangi risiko kerugian akibat buah yang cepat busuk, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas.

Nadi tidak hanya berhenti pada pembeli perorangan. Ia berani mengambil langkah besar dengan mencoba memasok produk olahannya ke restoran, hotel, dan toko roti, membuktikan bahwa nanas lokal memiliki potensi premium yang belum banyak digarap.

Titik Balik di Tahun 2020: Kekuatan KUR BRI

Namun, setiap pengusaha pasti membutuhkan dorongan untuk melompat lebih tinggi. Titik penting dalam perjalanan usaha Nadi terjadi pada tahun 2020, sebuah tahun yang penuh tantangan global, namun justru menjadi berkah baginya.

Saat itulah Nadi memperoleh pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Dengan modal awal Rp50 juta, kemudian meningkat menjadi Rp65 juta, ia mendapatkan suntikan dana yang sangat dibutuhkan untuk ekspansi.

Proses pengajuan yang mudah dan cepat ini menjadi kunci utama bagi Nadi untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, dan mewujudkan impiannya untuk mengembangkan usaha lebih besar lagi.

Omzet Meroket, Pelanggan Bertambah, dan Digitalisasi Usaha

Dampak dari pembiayaan KUR BRI ini sungguh luar biasa. Usaha keluarga "Nanas Nadi" mengalami peningkatan omzet yang signifikan, jumlah pelanggan terus bertambah, dan produknya semakin dikenal luas di berbagai kalangan.

Nadi tidak hanya puas dengan pencapaian tersebut. Ia terus beradaptasi dengan memanfaatkan layanan digital BRI untuk menunjang kelancaran operasionalnya sehari-hari, menunjukkan bahwa UMKM juga bisa melek teknologi.

Melalui aplikasi BRImo, Nadi kini mengelola keuangan usahanya dengan lebih teratur, mulai dari mengecek saldo, melakukan transfer, hingga membayar berbagai kebutuhan. Tak ketinggalan, ia juga mengandalkan QRIS untuk memastikan proses pembayaran pelanggan berjalan praktis, cepat, dan aman.

Lebih dari Sekadar Bisnis: Membuka Lapangan Kerja Lokal

Kisah sukses Nadi Sugiharto bukan hanya tentang keuntungan pribadi, tetapi juga tentang dampak positif yang ia berikan kepada masyarakat sekitar. Dari semula hanya dikelola sendiri, kini "Nanas Nadi" mampu membuka lapangan kerja bagi sejumlah karyawan tetap.

Bahkan, pada periode sibuk seperti bulan Ramadan, ketika permintaan melonjak drastis, jumlah pekerja bisa bertambah hingga 15 orang. Ini adalah bukti nyata bahwa satu usaha kecil bisa menjadi pilar ekonomi bagi banyak keluarga di sekitarnya.

Nadi mengungkapkan rasa syukurnya, "Alhamdulillah, usaha ini bukan hanya bermanfaat bagi keluarga saya, tapi juga bisa memberi peluang kerja bagi warga sekitar. Setiap kali permintaan meningkat, saya bisa mengajak lebih banyak orang untuk membantu," ujarnya dengan bangga.

Dukungan BRI untuk UMKM: Mendorong Ekonomi Nasional

Kisah inspiratif Nadi Sugiharto hanyalah satu dari jutaan cerita sukses pelaku UMKM yang didukung oleh BRI. Hingga akhir Agustus 2025, BRI telah berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp114,28 triliun kepada 2,5 juta debitur UMKM.

Angka ini setara dengan 65,31% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 yang mencapai Rp175 triliun, menunjukkan komitmen kuat BRI dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung ekonomi.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa perluasan akses pembiayaan harus sejalan dengan peningkatan kapasitas pelaku UMKM. "KUR merupakan instrumen strategis dalam memperluas pembiayaan produktif yang berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Penyaluran yang tepat sasaran akan mendorong produktivitas, mendukung keberlanjutan usaha, serta membuka peluang kerja yang lebih luas. BRI pun terus konsisten untuk mendorong UMKM agar dapat menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lebih banyak lagi ‘Nadi-Nadi’ lainnya di seluruh Indonesia.

banner 325x300