banner 728x250

Inalum Gemparkan Pasar! Penjualan Aluminium Tembus Target 2025, Ini Jurus Rahasia Kuasai Dunia!

inalum gemparkan pasar penjualan aluminium tembus target 2025 ini jurus rahasia kuasai dunia portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) baru saja mencetak prestasi gemilang yang patut diacungi jempol. Hingga akhir Oktober 2025, volume penjualan aluminium mereka telah mencapai angka fantastis 236,51 ribu ton. Pencapaian ini bukan sekadar angka biasa, melainkan sebuah bukti nyata dari strategi bisnis yang jitu dan adaptasi pasar yang luar biasa.

Hebatnya lagi, realisasi penjualan ini berhasil melampaui target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yang ditetapkan sebesar 231 ribu ton. Artinya, Inalum sukses mencapai 102,4 persen dari target tahunan mereka, jauh sebelum tahun 2025 berakhir. Ini adalah sinyal kuat bahwa Inalum berada di jalur yang tepat untuk mendominasi industri aluminium, baik di kancah domestik maupun global.

banner 325x300

Kinerja Positif yang Terus Meroket

Pencapaian ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada Oktober 2024, Inalum mencatatkan penjualan sebesar 227.114 ton. Lonjakan ini menegaskan bahwa pertumbuhan Inalum bukan hanya sesaat, melainkan sebuah tren positif yang berkelanjutan.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, dengan bangga menyatakan bahwa kinerja positif ini adalah cerminan dari meningkatnya permintaan aluminium di pasar. Lebih dari itu, pencapaian ini juga memperkuat posisi Inalum sebagai pemain kunci yang tak tergoyahkan, baik di pasar dalam negeri maupun di panggung internasional. Ini membuktikan bahwa produk Inalum memiliki daya saing yang tinggi dan sangat diminati.

Permintaan Domestik Jadi Pendorong Utama

Siapa sangka, pertumbuhan penjualan Inalum sepanjang tahun 2025 ini didorong oleh lonjakan permintaan dari berbagai sektor industri di dalam negeri. Mulai dari sektor ekstrusi yang membutuhkan aluminium untuk profil bangunan dan komponen, hingga industri otomotif yang semakin gencar beralih ke material ringan.

Tak hanya itu, sektor kabel dan industri lembaran aluminium juga turut menyumbang kontribusi besar terhadap peningkatan permintaan ini. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran aluminium dalam mendukung berbagai roda perekonomian nasional, dari infrastruktur hingga produk konsumsi sehari-hari. Inalum berhasil menangkap peluang ini dengan sangat baik.

Produk Unggulan yang Mendominasi Pasar

Di balik kesuksesan penjualan ini, ada jajaran produk unggulan Inalum yang menjadi tulang punggung. Ingot G1, misalnya, masih menjadi kontributor terbesar dalam volume penjualan. Produk ini dikenal memiliki kualitas tinggi dan menjadi pilihan utama bagi banyak industri.

Selain Ingot G1, produk-produk lain seperti Ingot S1B, Alloy, Billet, Molten, dan Ingot S2 juga menunjukkan performa penjualan yang solid. Diversifikasi produk ini memungkinkan Inalum untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam, sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis produk saja. Ini adalah strategi cerdas yang membuat Inalum tetap relevan dan kompetitif.

Menjelajahi Pasar Global: Malaysia Hingga Korea Selatan

Meskipun pasar domestik menjadi pendorong utama, Inalum juga tidak melupakan pentingnya ekspansi global. Pasar ekspor menunjukkan performa yang stabil dan menjanjikan, dengan Malaysia menjadi negara tujuan terbesar untuk produk aluminium Inalum.

Selain Malaysia, produk-produk Inalum juga merambah ke negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, dan Cina. Tak ketinggalan, India, Thailand, serta sejumlah negara lainnya juga menjadi bagian dari jaringan ekspor Inalum. Ini membuktikan bahwa kualitas produk Inalum diakui secara internasional dan mampu bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Keseimbangan Strategis: Domestik vs. Global

Dalam hal alokasi pasar, Inalum menerapkan strategi keseimbangan yang cerdas. Sebanyak 76 persen dari total penjualan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Angka ini menunjukkan komitmen Inalum untuk mendukung industri nasional dan menciptakan kemandirian ekonomi.

Sementara itu, 24 persen sisanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global. Proporsi ini memastikan bahwa Inalum tetap memiliki pijakan yang kuat di pasar internasional, sekaligus menjaga diversifikasi risiko. Keseimbangan ini adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan stabil.

Visi ke Depan: Membangun Fondasi Industri yang Kuat

Direktur Pengembangan Usaha Inalum, Arif Haendra, menjelaskan bahwa kinerja penjualan yang melampaui target ini adalah momentum penting dalam menyongsong tahun mendatang. Menurutnya, penjualan yang berjalan baik di pasar domestik maupun ekspor membuktikan bahwa strategi bisnis perusahaan berada pada arah yang tepat. Ini adalah validasi atas kerja keras dan perencanaan matang yang telah dilakukan.

Arif juga berharap dukungan dari seluruh pihak dapat terus terjaga, sehingga Inalum mampu mempertahankan stabilitas dan mencapai kinerja yang lebih baik pada tahun 2026. Kolaborasi dan sinergi adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan meraih peluang di masa depan.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Industri

Menjelang pergantian tahun, Inalum juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri aluminium nasional melalui berbagai langkah strategis. Ini bukan sekadar janji, melainkan rencana konkret yang akan mengubah lanskap industri aluminium Indonesia.

Pertama, perusahaan tengah mempersiapkan pengembangan pabrik pemurnian Alumina, SGAR Phase 2. Proyek ambisius ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi hingga 2 juta ton Alumina per tahun. Peningkatan ini sangat krusial untuk memastikan pasokan bahan baku aluminium yang mandiri dan mengurangi ketergantungan impor.

Kedua, Inalum juga akan membangun smelter kedua di Mempawah. Smelter baru ini merupakan bagian penting dari integrasi rantai pasok aluminium nasional, yang akan memperkuat kapasitas produksi dan efisiensi operasional. Kehadiran smelter ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Ketiga, peningkatan kapasitas produksi di Smelter Kuala Tanjung juga terus dilakukan melalui pembangunan Potline 4. Penambahan potline ini akan secara signifikan meningkatkan volume produksi aluminium primer, menjadikan Inalum semakin kompetitif di pasar global.

Ketiga program strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi transformasi jangka panjang Inalum. Visi besar Inalum adalah mewujudkan industri aluminium Indonesia yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, Inalum tidak hanya mencetak keuntungan, tetapi juga membangun masa depan industri nasional yang lebih cerah dan berdaya saing tinggi. Ini adalah bukti nyata bahwa BUMN mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.

banner 325x300