banner 728x250

IHSG Pecah Rekor Tembus 8.051! Investor Asing Borong Habis, Saham Ini Siap Bikin Cuan Minggu Ini?

Grafik IHSG menunjukkan tren kenaikan, investor asing agresif, rekor tertinggi.
IHSG cetak rekor! Investor asing dorong kenaikan ke level tertinggi.
banner 120x600
banner 468x60

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru saja mencetak sejarah baru yang bikin geger pasar modal! Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG sukses menembus level 8.051, naik 0,53 persen atau 42,68 poin. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah dicapai bursa saham Indonesia!

Kenaikan fantastis ini tentu bikin investor senyum lebar. Apalagi, investor asing juga terlihat sangat agresif memborong saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadi salah satu pendorong utama di balik performa ciamik ini.

banner 325x300

IHSG Terbang Tinggi, Kapitalisasi Pasar Ikut Meroket!

Penutupan di level 8.051,118 bukan cuma angka biasa, melainkan posisi tertinggi IHSG sepanjang sejarah. Ini adalah momen yang patut dirayakan oleh seluruh pelaku pasar.

Sejalan dengan itu, nilai kapitalisasi pasar saham juga ikut menyentuh rekor baru, mencapai angka fantastis Rp14.632 triliun. Rekor ini bahkan tercipta hanya sehari setelah pencapaian rekor sebelumnya, menunjukkan momentum positif yang luar biasa di pasar modal Indonesia.

Performa Ciamik Sepanjang Pekan Lalu

Sepanjang pekan lalu, IHSG tampil perkasa dengan menguat empat kali dan hanya melemah satu hari. Alhasil, performa indeks tercatat melonjak 2,51 persen dalam seminggu, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Investor juga sangat aktif bertransaksi, dengan total nilai mencapai Rp69,50 triliun. Sebanyak 50,14 miliar saham berpindah tangan selama periode tersebut, menandakan gairah pasar yang tinggi.

BEI Ungkap Data Perdagangan yang Bikin Kagum

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa periode 15 hingga 19 September kemarin ditutup positif. Data-data yang dirilis BEI menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai lini.

Kapitalisasi pasar bursa meningkat 3,56 persen, dari Rp14.130 triliun menjadi Rp14.632 triliun pada penutupan pekan lalu. Ini menunjukkan kepercayaan investor yang semakin besar terhadap pasar saham domestik.

Rata-rata volume transaksi harian juga naik 25,14 persen, dari 33,56 miliar menjadi 42 miliar lembar saham. Peningkatan paling signifikan terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian, melonjak 47,01 persen dari Rp19,42 triliun menjadi Rp28,55 triliun.

Bahkan, rata-rata frekuensi transaksi harian turut naik 4,42 persen, dari 2,04 juta menjadi 2,13 juta kali transaksi. Angka-angka ini jelas menunjukkan aktivitas dan partisipasi pasar yang sangat tinggi.

Investor Asing Borong Habis, Net Buy Capai Triliunan!

Salah satu pendorong utama kenaikan IHSG yang mencetak rekor ini adalah aksi beli investor asing. Pada Jumat pekan lalu saja, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp2,87 triliun.

Hebatnya lagi, dalam sepekan terakhir, total net buy asing mencapai Rp3,03 triliun di seluruh perdagangan. Ini menunjukkan kepercayaan kuat investor global terhadap prospek ekonomi dan pasar saham Indonesia.

Meski begitu, secara tahun berjalan (year-to-date) 2025, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp58,70 triliun. Angka net buy mingguan ini bisa menjadi sinyal pembalikan tren yang menarik untuk dicermati.

Proyeksi IHSG Pekan Ini: Bakal Lanjut Menguat atau Koreksi?

Setelah performa ciamik pekan lalu, bagaimana ya proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan? Para analis sudah menyiapkan pandangannya.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada Senin (22/9). Ia memproyeksikan pergerakan indeks berada di kisaran support 7.970 dan resistance 8.095.

Oktavianus menjelaskan, sentimen pasar akan dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Di antaranya adalah pidato Ketua The Fed yang kemungkinan dovish, perkembangan positif negosiasi dagang AS-China, serta pelemahan rupiah ke level Rp16.644 per dolar AS.

Meskipun nilai tukar rupiah melemah dan menunjukkan adanya tekanan makroekonomi dalam negeri, aksi beli investor asing yang deras menunjukkan optimisme pasar. Dalam sepekan terakhir, tercatat net buy asing mencapai Rp3,03 triliun di seluruh perdagangan, sebuah sinyal positif yang patut dicermati.

Saham Pilihan Kiwoom Sekuritas: Siap-siap Cuan dari RATU dan INDF!

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk dikoleksi. Pertama, PT Raharja Energi Cepu Tbk atau RATU yang ditutup menguat 9,40 persen ke posisi 6.400 pada pekan lalu.

Oktavianus memproyeksi RATU dapat menyentuh level 7.500 pada pekan ini. Kedua, ada saham Indofood Sukses Makmur atau INDF yang ditutup menguat 2,29 persen ke posisi 7.825 pekan lalu, dengan proyeksi dapat menyentuh level 8.225 pada pekan ini.

Analisis MNC Sekuritas: Konsolidasi dengan Saham Pilihan Menarik!

Senada, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga memberikan pandangannya. Ia memperkirakan IHSG dalam sepekan ini akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support di level 7.848 dan resistance 8.039.

Herditya menambahkan, sentimen pasar akan dipengaruhi oleh rilis suku bunga China yang diperkirakan tetap. Selain itu, data PCE Amerika Serikat, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang rawan melemah dan harga emas yang masih berfluktuasi juga akan menjadi perhatian investor.

Saham Pilihan MNC Sekuritas: AADI, MBMA, dan BBNI Patut Dilirik!

Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham dari emiten pilihannya. Pertama, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI yang ditutup menguat 1,79 persen ke level 7.100 pada pekan lalu.

Ia memproyeksi AADI dapat menyentuh level 7.650 pekan ini. Selanjutnya, ada Merdeka Battery Materials atau MBMA yang ditutup di posisi 470 pekan lalu, dengan proyeksi dapat menyentuh level 525.

Terakhir, Herditya merekomendasikan saham Bank Negara Indonesia atau BBNI yang ditutup menguat di posisi 4.270 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BBNI bisa menyentuh level 4.500 pada pekan ini.

Dengan rekor baru yang tercipta dan optimisme dari para analis, pasar modal Indonesia tampaknya masih menyimpan potensi cuan yang menarik. Namun, tetap penting untuk selalu melakukan riset mandiri dan berinvestasi dengan bijak sesuai profil risiko Anda.

banner 325x300