Sempat bikin heboh, kabar penolakan udang Indonesia oleh Amerika Serikat karena dugaan kontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) kini menemukan titik terang. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan 18 kontainer udang yang sempat dipulangkan tersebut aman untuk dikonsumsi.
Hasil uji laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi bukti kuat bahwa produk udang kebanggaan Tanah Air ini bebas dari cemaran berbahaya. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir lagi!
Awal Mula Kegaduhan: Udang Indonesia Ditolak AS
Kisah ini bermula ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration/FDA) melarang penjualan produk udang beku merek Great Value. Udang tersebut diproduksi oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS), salah satu eksportir udang terbesar dari Indonesia.
FDA mengklaim udang tersebut terindikasi terkontaminasi isotop radioaktif Cs-137. Temuan ini didapat setelah pengujian di empat pelabuhan besar AS, yaitu Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.
Salah satu sampel udang beku bersalut tepung bahkan terbukti mengandung Cs-137 dengan kadar 68,48 Bq/kg. Meski angka ini masih di bawah ambang batas intervensi (1.200 Bq/kg), FDA menilai kontaminasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Akibat temuan ini, PT BMS langsung masuk daftar merah "import alert" FDA, yang berarti produk udangnya sementara tidak diizinkan masuk ke pasar AS. Jaringan ritel raksasa Walmart pun diminta menarik kembali produk terkait dari peredaran.
18 Kontainer Udang Dipulangkan, Bukan Ditolak
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kemenko Bidang Pangan, Bara Krishna Hasibuan, menjelaskan bahwa pada 2 September 2025, sebanyak 18 kontainer udang milik PT BMS yang sedang dalam perjalanan ekspor ke AS dipulangkan kembali (return on board/ROB) ke Indonesia. Ini adalah langkah preventif yang diambil oleh pihak eksportir.
Penting untuk digarisbawahi, Deputi Bidang Karantina Ikan Barantin, Drama Panca Putra, menegaskan bahwa ini bukan penolakan. "Return on board itu baru di tengah laut, dia kembali lagi," jelas Drama, menekankan bahwa barang belum sampai di pelabuhan tujuan dan belum secara resmi ditolak.
Ini menunjukkan bentuk kehati-hatian otoritas Indonesia dalam merespons isu sensitif seperti ini. Setiap komoditas yang beredar di pasar, baik lokal maupun internasional, selalu dalam kondisi aman dan bermutu, dan pemeriksaan ini adalah bagian dari upaya menjaga kualitas tersebut.
Uji Laboratorium BRIN: Hasilnya Mengejutkan!
Setibanya di Tanah Air, seluruh kontainer udang tersebut langsung menjalani pemeriksaan komprehensif. Tim gabungan yang terdiri dari Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia (Barantin), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta otoritas pelabuhan, turun tangan untuk memastikan semuanya.
Hasil pengujian dari BRIN akhirnya keluar, dan kabar baiknya: tidak ditemukan adanya cemaran radioaktif Cs-137. Ini adalah bukti ilmiah yang melegakan semua pihak, membantah dugaan kontaminasi yang sempat beredar.
Atas dasar hasil tersebut, Barantin segera menerbitkan sertifikat pelepasan yang secara resmi menyatakan produk udang tersebut aman untuk dikonsumsi. "Dengan demikian, produk udang tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi," tegas Bara, memberikan jaminan kepada masyarakat.
Pemerintah Bentuk Satgas Khusus, Jamin Keamanan Pangan
Untuk mengantisipasi dan menangani isu serupa di masa depan, pemerintah tidak tinggal diam. Sebuah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 dan Kesehatan Masyarakat telah dibentuk sebagai respons cepat.
Satgas ini dipimpin langsung oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama para menteri terkait. Tugas utamanya adalah mencegah, mengendalikan, dan melindungi masyarakat serta lingkungan dari bahaya radioaktif yang mungkin timbul.
Selain itu, satgas juga bertugas menjaga daya saing produk ekspor Indonesia di pasar global. Ini adalah langkah proaktif pemerintah untuk memastikan kualitas dan reputasi produk pangan kita tetap terjaga di mata dunia.
Masyarakat dan Pelaku Usaha Diminta Tenang
Dengan hasil uji yang positif ini, para pejabat terkait kompak meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak cemas. Drama Panca Putra dari Barantin meyakinkan bahwa setiap komoditas yang beredar, baik di dalam maupun luar negeri, selalu dalam kondisi sehat, aman, dan mutunya terjamin.
"Bahwasanya masyarakat tidak perlu ragu, artinya setiap komoditas yang beredar, yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat, aman, dan mutu terjamin dan selalu terpantau oleh teman-teman, baik di border maupun di post border," tambahnya.
Senada, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Tornanda Syaifullah, mengingatkan agar tidak ada kepanikan yang bisa memicu kenaikan harga udang. "Tidak usah ragu dan tidak usah cemas terhadap produk ini, terutama untuk harga," ujarnya.
Tornanda berharap, dengan adanya klarifikasi ini, pasar ekspor maupun dalam negeri bisa berjalan normal kembali. Ini membuktikan bahwa produk yang sempat diragukan tempo hari sudah "di-clearance" dan aman untuk dipasarkan ke mana pun.
Jadi, kabar gembira bagi para pecinta udang dan pelaku usaha! Udang Indonesia yang sempat menjadi sorotan dunia kini telah terbukti aman dari kontaminasi radioaktif. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga kualitas dan keamanan produk pangan kita, demi kesehatan masyarakat dan daya saing ekspor Indonesia.


















