banner 728x250

Geger! Menkeu Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai, 16 Ribu Pegawai Terancam Dirumahkan!

geger menkeu purbaya ancam bekukan bea cukai 16 ribu pegawai terancam dirumahkan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Kabar mengejutkan datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia tak main-main mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) jika kinerjanya tak kunjung membaik, bahkan 16 ribu pegawainya bisa dirumahkan. Ini bukan sekadar gertakan, melainkan ultimatum serius dari sang Bendahara Negara.

Ancaman Serius dari Bendahara Negara

Ultimatum keras ini disampaikan Purbaya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (27/11) lalu. Menurutnya, Bea Cukai harus segera berbenah karena masyarakat belum puas dengan performa mereka. Purbaya bahkan sudah mengantongi izin Presiden Prabowo untuk melakukan pembenahan besar-besaran di tubuh DJBC hingga 2026.

banner 325x300

"Beri saya waktu untuk memperbaiki Bea Cukai," tegas Purbaya. "Kalau kinerjanya tidak membaik dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan." Sebuah pernyataan menohok yang menunjukkan keseriusan pemerintah.

Ancaman itu tidak berhenti di situ saja. Purbaya mengungkit praktik di era Presiden RI ke-2 Soeharto, di mana pemerintah merekrut perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS3), untuk mengambil alih tugas bea cukai. "Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16 ribu orang pegawai Bea Cukai dirumahkan," lanjut Purbaya.

Ia menambahkan, "Diganti dengan SGS, seperti zaman dulu lagi." Purbaya ingin seluruh jajaran Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi. Ini jelas bukan sekadar gertakan biasa, melainkan peringatan serius yang harus ditanggapi oleh seluruh jajaran.

Respons Bea Cukai: Optimis Bisa Berbenah dalam Setahun

Menanggapi ancaman yang cukup pedas dari Menkeu Purbaya, Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, menunjukkan sikap optimis. Ia yakin instansinya mampu berbenah dan menyelesaikan segala upaya perbaikan dalam satu tahun, sesuai dengan ultimatum yang diberikan Purbaya hingga 2026.

"Optimis, harus optimis," ujar Djaka usai Pemusnahan BKC Ilegal di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12). Ia menegaskan, tak ada pegawai yang ingin dirumahkan dan menerima gaji buta, sehingga perbaikan adalah keharusan. Sebuah tekad yang patut diapresiasi.

Djaka menjelaskan, upaya perbaikan akan dimulai dari akar masalah, yaitu kultur kerja DJBC. Ia juga ber

banner 325x300