Suasana Istana Merdeka pada Jumat malam (19/9) mendadak diselimuti aura urgensi. Sekitar pukul 20.00 WIB, Plt Menteri BUMN Donny Oskaria terlihat tiba di kompleks kepresidenan, terburu-buru dengan setelan jasnya. Kedatangannya yang tak biasa di jam-jam istirahat ini sontak memicu beragam spekulasi dan pertanyaan besar di kalangan awak media.
Donny, yang baru saja ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri BUMN, memang tidak banyak berkomentar. Ia hanya sempat mengatakan bahwa ini adalah pertemuan pertamanya dengan Presiden Prabowo Subianto setelah mengemban jabatan barunya. "Saya ditunggu (Presiden), sebentar," ujarnya singkat, menambah kesan misterius pada pemanggilan mendadak ini.
Sinyal Penting dari Istana?
Pemanggilan seorang Plt Menteri BUMN oleh Presiden di malam hari bukanlah hal yang lumrah. Ini mengindikasikan adanya pembahasan yang sangat krusial, mungkin bersifat mendesak, atau terkait dengan keputusan strategis yang tidak bisa ditunda. Publik pun bertanya-tanya, ada agenda sepenting apa yang membuat Presiden harus memanggil pembantunya di luar jam kerja resmi?
Donny Oskaria, Sosok di Balik Pembenahan BUMN
Donny Oskaria bukanlah nama baru di kancah BUMN. Sebelum ditunjuk sebagai Plt Menteri BUMN, ia menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. Selain itu, Donny juga dikenal sebagai Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, sebuah posisi yang memberinya pemahaman mendalam tentang pengelolaan aset dan investasi negara.
Penunjukannya sebagai Plt Menteri BUMN, menggantikan Erick Thohir, diharapkan dapat mempercepat proses pembenahan di tubuh BUMN. Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Istana, Prasetyo Hadi, sempat menjelaskan bahwa pengalaman Donny di BPI Danantara menjadi salah satu pertimbangan utama. Harapan besar kini tertumpu di pundak Donny untuk membawa BUMN menuju efisiensi dan profitabilitas yang lebih baik.
Bukan Hanya Donny, Menkeu dan Dirut Pertamina Juga Dipanggil
Menariknya, pemanggilan Donny Oskaria bukan satu-satunya agenda penting di Istana pada hari itu. Sebelum Donny tiba, Presiden Prabowo Subianto juga telah memanggil dua pejabat tinggi lainnya. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa datang lebih dulu sekitar pukul 16.50 WIB, disusul oleh Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri pada pukul 17.10 WIB.
Rangkaian pemanggilan tiga tokoh kunci ini – Plt Menteri BUMN, Menteri Keuangan, dan Direktur Utama perusahaan energi terbesar negara – jelas bukan kebetulan. Ini mengisyaratkan adanya pembahasan yang terintegrasi dan komprehensif, kemungkinan besar terkait dengan kebijakan ekonomi makro, keuangan negara, serta strategi sektor energi dan BUMN secara keseluruhan.
Apa yang Dibahas di Balik Pintu Istana?
Pertanyaan besar yang kini menggantung adalah, apa sebenarnya yang menjadi topik utama diskusi di balik pintu Istana? Mengingat para pihak yang dipanggil, spekulasi mengerucut pada beberapa isu krusial yang tengah dihadapi pemerintah dan negara.
Mungkinkah Terkait APBN 2026 dan Arah Ekonomi?
Salah satu petunjuk kuat datang dari konteks waktu. Pertemuan ini terjadi menjelang akhir tahun anggaran, di mana pembahasan mengenai Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 biasanya sedang intensif. Gambar yang menyertai berita ini bahkan secara eksplisit menyebut "Nota Keuangan dan RAPBN 2026: Membaca Arah Ekonomi dan Kebijakan Fiskal."
Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sangat relevan dalam konteks ini. Diskusi bisa saja berkisar pada proyeksi ekonomi tahun depan, strategi fiskal pemerintah, serta peran BUMN dalam mendukung target-target APBN. Bagaimana BUMN dapat berkontribusi pada penerimaan negara, atau justru memerlukan suntikan modal untuk proyek-proyek strategis, bisa jadi menjadi poin penting.
Tantangan Besar Menanti Plt Menteri BUMN
Di sisi lain, pemanggilan Donny Oskaria secara khusus mungkin juga membahas isu-isu internal BUMN yang mendesak. Sektor BUMN di Indonesia memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari perbankan, energi, infrastruktur, hingga telekomunikasi. Masing-masing memiliki tantangan dan peluangnya sendiri.
Presiden Prabowo mungkin ingin mendapatkan laporan langsung mengenai kondisi terkini BUMN, progres restrukturisasi, atau bahkan rencana aksi untuk BUMN-BUMN yang masih menghadapi masalah. Sebagai Plt, Donny diharapkan bisa langsung tancap gas dan mengambil keputusan cepat untuk "membenahi" BUMN sesuai arahan Presiden. Ini adalah tugas yang tidak ringan, mengingat kompleksitas dan skala BUMN di Indonesia.
Masa Depan BUMN di Bawah Kepemimpinan Baru
Pertemuan-pertemuan tingkat tinggi ini menjadi indikator kuat bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki perhatian serius terhadap kinerja BUMN dan arah kebijakan ekonomi nasional. BUMN bukan sekadar entitas bisnis, melainkan pilar penting dalam pembangunan dan stabilitas ekonomi negara.
Implikasi Bagi Ekonomi Nasional
Keputusan yang diambil dalam pertemuan ini, terutama yang berkaitan dengan BUMN dan kebijakan fiskal, akan memiliki implikasi besar bagi ekonomi nasional. Investor akan mencermati sinyal-sinyal yang muncul, sementara masyarakat berharap adanya perbaikan layanan dan kontribusi yang lebih besar dari BUMN untuk kesejahteraan publik.
Jika ada kebijakan strategis baru yang akan diimplementasikan, seperti restrukturisasi besar-besaran, privatisasi sebagian aset, atau fokus pada sektor-sektor tertentu, hal ini akan membentuk lanskap ekonomi Indonesia di tahun-tahun mendatang. Pemanggilan Dirut Pertamina juga menunjukkan bahwa sektor energi, yang merupakan tulang punggung ekonomi, kemungkinan besar menjadi salah satu prioritas utama.
Menanti Kebijakan Strategis
Saat ini, publik hanya bisa menunggu pengumuman resmi dari Istana terkait hasil pertemuan malam itu. Apakah akan ada gebrakan baru di sektor BUMN? Apakah ini sinyal awal dari perombakan kabinet atau penunjukan menteri definitif? Atau justru ada keputusan penting terkait proyek-proyek strategis yang memerlukan koordinasi lintas kementerian dan BUMN?
Yang jelas, pemanggilan Plt Menteri BUMN Donny Oskaria oleh Presiden Prabowo Subianto di malam hari ini adalah sebuah peristiwa yang patut dicermati. Ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah indikasi kuat akan adanya langkah-langkah penting yang akan segera diambil pemerintah untuk mengarahkan ekonomi dan BUMN menuju visi Indonesia yang lebih maju. Kita nantikan saja, kejutan apa yang akan diumumkan dalam waktu dekat.


















