banner 728x250

Fantastis! Bea Cukai Musnahkan 13 Juta Rokok & 19 Ribu Miras Ilegal, Kerugian Negara Capai Puluhan Miliar!

fantastis bea cukai musnahkan 13 juta rokok 19 ribu miras ilegal kerugian negara capai puluhan miliar portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran barang ilegal di Indonesia. Kali ini, mereka memusnahkan jutaan batang rokok dan ribuan botol minuman beralkohol ilegal yang nilainya fantastis, mencapai puluhan miliar rupiah. Aksi tegas ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah untuk menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat.

Pada Rabu (3/12/2025), Bea Cukai Jakarta secara simbolis memimpin pemusnahan 13,4 juta batang rokok ilegal dan 19.511 botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal. Total nilai barang-barang sitaan ini diperkirakan mencapai Rp26,1 miliar, sebuah angka yang mencengangkan dan menggambarkan skala masalah peredaran barang ilegal di Tanah Air.

banner 325x300

Kerugian Negara yang Tak Main-Main

Pemusnahan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata untuk menyelamatkan potensi kerugian negara yang sangat besar. Dari jutaan batang rokok ilegal yang dimusnahkan, potensi kerugian negara dari sektor cukai dan pajak rokok diperkirakan mencapai Rp10,5 miliar. Angka ini bisa digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, 19.511 botol MMEA ilegal, yang setara dengan 12.864,82 liter, berpotensi merugikan negara hingga Rp21,1 miliar. Kerugian ini dihitung dari berbagai komponen seperti cukai, bea masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penghasilan (PPh). Bayangkan berapa banyak fasilitas publik atau layanan kesehatan yang bisa ditingkatkan dengan dana sebesar itu.

Dampak Buruk Rokok dan Miras Ilegal

Perlu diingat, peredaran rokok dan minuman beralkohol ilegal bukan hanya soal kerugian finansial bagi negara. Ada dampak buruk yang jauh lebih luas dan merugikan masyarakat secara langsung. Produk-produk ini seringkali tidak memenuhi standar kualitas dan keamanan, bahkan bisa mengandung bahan berbahaya yang mengancam kesehatan konsumen.

Rokok ilegal, misalnya, seringkali diproduksi tanpa pengawasan ketat, menggunakan bahan baku yang tidak jelas asal-usulnya, dan tidak mencantumkan peringatan kesehatan yang memadai. Konsumen yang mengonsumsinya berisiko lebih tinggi terhadap berbagai penyakit serius. Miras ilegal pun demikian, seringkali dioplos dengan zat-zat berbahaya yang bisa menyebabkan kebutaan, kerusakan organ, bahkan kematian.

Selain itu, peredaran barang ilegal menciptakan persaingan tidak sehat bagi industri legal yang patuh membayar pajak dan mengikuti regulasi. Bisnis legal harus bersaing dengan produk murah yang tidak menanggung beban pajak, sehingga merugikan keberlangsungan usaha mereka dan berpotensi menyebabkan PHK. Ini adalah pukulan ganda bagi ekonomi nasional.

Bea Cukai di Garis Terdepan

Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budi Utama, menegaskan bahwa DJBC akan terus berada di garis terdepan dalam menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat. "Kami memastikan ekonomi nasional tetap tumbuh dengan sehat," ujarnya dalam acara pemusnahan di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Bea Cukai yang tak pernah surut.

Bea Cukai memiliki peran vital sebagai penjaga gerbang ekonomi dan keamanan negara. Mereka tidak hanya bertugas mengumpulkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai, tetapi juga memberantas penyelundupan dan peredaran barang ilegal. Ini adalah tugas yang kompleks dan penuh tantangan, mengingat luasnya wilayah Indonesia dan beragamnya modus operandi penyelundup.

Penindakan terhadap barang kena cukai ilegal seperti rokok dan MMEA ini adalah bagian dari operasi berkelanjutan yang dilakukan Bea Cukai. Mereka terus berupaya memperkuat pengawasan, meningkatkan intelijen, dan memanfaatkan teknologi canggih untuk mendeteksi setiap upaya penyelundupan. Ini adalah pertarungan tanpa henti demi masa depan bangsa.

Kolaborasi Kunci Keberhasilan

Djaka Budi Utama juga menekankan bahwa keberhasilan penindakan ini adalah hasil kolaborasi dari seluruh pihak terkait. "Tentunya, hasil ini adalah tidak bekerja sendiri ataupun mandiri, tetapi kita bekerja sama atau berkolaborasi dengan seluruh stakeholder yang terkait maupun berdasarkan informasi yang diberikan oleh masyarakat," tandasnya.

Kolaborasi menjadi kunci utama dalam memberantas kejahatan transnasional seperti penyelundupan. Bea Cukai bekerja sama erat dengan Kepolisian, TNI, Kejaksaan, pemerintah daerah, hingga lembaga terkait lainnya. Pertukaran informasi dan koordinasi operasional yang solid memungkinkan penindakan yang lebih efektif dan terkoordinasi di berbagai lini.

Peran serta masyarakat juga sangat krusial. Informasi dari warga mengenai dugaan peredaran barang ilegal dapat menjadi titik awal bagi Bea Cukai untuk melakukan penyelidikan dan penindakan. Ini membuktikan bahwa perang melawan barang ilegal adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat penegak hukum.

Proses Pemusnahan yang Transparan

Pemusnahan secara simbolis dilakukan di Kanwil Bea Cukai Jakarta, namun barang-barang ilegal tersebut secara fisik dimusnahkan di fasilitas pemusnahan milik PT Solusi Bangun Indonesia di Gunung Putri, Jawa Barat. Proses ini dilakukan dengan standar operasional yang ketat untuk memastikan barang-barang tersebut benar-benar tidak dapat digunakan lagi dan tidak mencemari lingkungan.

Dari penindakan di lapangan, barang bukti disita dan diamankan. Kemudian, melalui proses hukum dan penetapan, barang-barang tersebut dinyatakan sebagai milik negara dan diputuskan untuk dimusnahkan. Transparansi dalam setiap tahapan, mulai dari penindakan hingga pemusnahan, menjadi komitmen Bea Cukai untuk menjaga kepercayaan publik.

"Terima kasih atas konsistensi jajaran Kanwil (Jakarta) dalam melakukan operasi Macan Kemayoran yang terus menjadi motor penggerak pengawasan terhadap barang-barang kena cukai," ucap Djaka. Operasi seperti "Macan Kemayoran" menunjukkan dedikasi Bea Cukai dalam menjaga wilayah Jakarta dan sekitarnya dari peredaran barang ilegal.

Masa Depan Tanpa Barang Ilegal

Pemusnahan rokok dan miras ilegal senilai puluhan miliar ini adalah bukti nyata komitmen Bea Cukai untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang sehat dan melindungi masyarakat. Ini adalah langkah maju dalam upaya mewujudkan Indonesia yang bebas dari ancaman barang ilegal yang merugikan negara dan membahayakan kesehatan publik.

Bea Cukai akan terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, baik dari segi sumber daya manusia maupun teknologi. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya barang ilegal juga akan terus digencarkan. Dengan dukungan penuh dari seluruh elemen bangsa, cita-cita Indonesia yang bersih dari barang ilegal bukan lagi sekadar mimpi.

Mari bersama-sama mendukung upaya Bea Cukai dan aparat penegak hukum lainnya. Laporkan jika kamu menemukan indikasi peredaran barang ilegal di sekitarmu. Setiap informasi sekecil apa pun bisa menjadi kunci untuk mengungkap jaringan kejahatan dan menyelamatkan potensi kerugian negara yang lebih besar. Ini adalah tanggung jawab kita bersama.

banner 325x300