Sektor pertanian di Indonesia memang selalu jadi primadona. Bayangkan saja, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 13,83% pada Triwulan II 2025. Angka ini menempatkan pertanian di posisi kedua terbesar, hanya kalah tipis dari industri pengolahan.
Kontribusi yang signifikan ini membuktikan bahwa pertanian bukan sekadar mata pencarian, melainkan tulang punggung ekonomi yang tak tergantikan. Keberlanjutan dan pertumbuhan sektor ini menjadi kunci utama bagi stabilitas dan kemajuan bangsa.
BRI: Mitra Setia Petani di Hari Tani Nasional
Setiap tanggal 24 September, kita memperingati Hari Tani Nasional. Momen ini bukan hanya seremonial, tetapi juga pengingat akan pentingnya peran para pahlawan pangan kita. BRI, sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, tak pernah absen menunjukkan komitmennya.
Mereka hadir sebagai mitra strategis pemerintah, terus konsisten mendukung petani melalui berbagai inisiatif yang telah dijalankan. Ini bukan sekadar janji, melainkan aksi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh para petani di seluruh pelosok negeri.
Upaya BRI sangat komprehensif, mulai dari pembiayaan yang mudah diakses, pendampingan usaha yang berkelanjutan, hingga program pemberdayaan berbasis komunitas. Semua ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif dan inklusif.
Visi Besar BRI untuk Swasembada Pangan
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa semangat Hari Tani ini sangat sejalan dengan Asta Cita swasembada pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ini menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat perannya dalam mendukung sektor pertanian. Visi mereka jelas: petani harus tumbuh lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Peran tersebut diwujudkan melalui pembiayaan, pemberdayaan digitalisasi layanan, hingga kemitraan dengan berbagai pihak guna memperkuat rantai pasok pertanian," ujar Akhmad. Komitmen ini menunjukkan bahwa BRI melihat pertanian bukan hanya sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai pilar ketahanan pangan nasional.
KUR BRI: Napas Baru bagi Petani
Salah satu bukti nyata komitmen BRI adalah melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sektor pertanian tercatat sebagai penerima manfaat terbesar dari KUR BRI, lho! Hingga Agustus 2025, penyaluran KUR untuk pertanian mencapai Rp50,95 triliun.
Angka ini setara dengan 44,58% dari total KUR BRI sebesar Rp114,28 triliun. Bayangkan, hampir separuh dari total KUR BRI disalurkan untuk memajukan sektor pertanian! Ini membuktikan bahwa BRI sangat serius dalam mendukung permodalan petani.
Melalui KUR, petani bisa mendapatkan dukungan permodalan yang mudah dan terjangkau. Dana ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pembelian bibit unggul, pupuk berkualitas, peralatan pertanian modern, hingga biaya operasional lainnya. KUR menjadi solusi finansial yang membuka pintu bagi petani untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani bunga tinggi.
Klaster Usaha: Kekuatan Kolektif Petani
Selain pembiayaan, BRI juga menghadirkan program peningkatan kapasitas usaha petani melalui Klaster Usaha dalam inisiatif "Klasterku Hidupku". Ini adalah program pemberdayaan berbasis komunitas mikro yang sangat efektif. BRI membentuk kelompok usaha berdasarkan kesamaan sektor, kondisi geografis, serta kedekatan sosial antar pelaku usaha di suatu wilayah.
Pendekatan ini memungkinkan petani untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bahkan berkolaborasi dalam pemasaran produk. Hingga saat ini, jumlah Klaster Usaha binaan BRI telah mencapai 41.217 di seluruh Indonesia.
Hebatnya lagi, sebagian besar klaster ini, yakni 47,63%, berasal dari sektor pertanian. Sisanya tersebar di sektor industri (30,02%) dan perdagangan (10,78%). Klaster-klaster ini bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan usaha yang didampingi langsung oleh BRI.
Digitalisasi Pertanian: Petani Melek Teknologi
Di era serba digital ini, BRI juga tak mau ketinggalan. Mereka memperluas akses layanan keuangan bagi petani melalui jaringan AgenBRILink yang tersebar hingga pelosok desa. Dengan adanya AgenBRILink, petani kini lebih mudah membuka rekening, menabung, dan melakukan transaksi keuangan lainnya tanpa harus pergi jauh ke kantor cabang bank.
Namun, digitalisasi BRI tidak berhenti di situ saja. Para agen setempat juga aktif mengedukasi petani agar semakin terbiasa memanfaatkan layanan digital seperti BRImo dan QRIS. Ini adalah langkah maju yang luar biasa!
Pemanfaatan layanan digital ini membantu meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi risiko membawa uang tunai, sekaligus menyediakan rekam jejak keuangan yang lebih jelas bagi pengelolaan usaha tani. Petani jadi lebih modern, transparan, dan efisien dalam mengelola keuangannya.
Masa Depan Pertanian Indonesia yang Gemilang
"Melalui berbagai inisiatif pemberdayaan tersebut, BRI menegaskan keberpihakannya pada petani dengan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari akses modal, pemberdayaan, hingga digitalisasi," kata Akhmad. Ini adalah bukti nyata bahwa BRI tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pembangunan sosial dan ekonomi.
Harapannya, petani di Indonesia dapat tumbuh lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari BRI, sektor pertanian akan semakin kuat, menjadi penopang utama perekonomian nasional yang kokoh dan berdaya saing. Masa depan pertanian Indonesia yang gemilang bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang sedang kita bangun bersama.


















