PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI baru saja mencetak sejarah baru di kancah perbankan nasional. Mereka berhasil menjadi bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dengan dana simpanan tertinggi, sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol. Kunci di balik dominasi ini tak lain adalah penguatan himpunan dana murah (CASA) dan akselerasi transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI.
Pada kuartal III 2025, BNI sukses menghimpun dana murah sebesar Rp613,4 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 13,3 persen secara tahunan, sebuah bukti strategi yang efektif. Penguatan CASA ini menjadi fondasi kokoh yang turut berkontribusi pada lonjakan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI.
Total DPK BNI mencapai Rp934,33 triliun, tumbuh fantastis sebesar 21,4 persen. Ini bukan sekadar angka, melainkan rekor tertinggi sepanjang sejarah BNI dan juga merupakan pertumbuhan DPK tertinggi di antara seluruh bank milik pemerintah. Sebuah pencapaian yang menunjukkan kepercayaan publik dan efektivitas strategi bank pelat merah ini.
BNI Rajai Himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Pada kuartal III 2025, BNI berhasil mengukir prestasi gemilang dengan mencatat DPK tertinggi sepanjang sejarahnya. Angka DPK yang mencapai Rp934,33 triliun ini merupakan bukti nyata dari kinerja luar biasa BNI. Pertumbuhan sebesar 21,4 persen secara tahunan ini menempatkan BNI di puncak bank-bank Himbara.
Angka fantastis ini tidak hanya menjadi yang tertinggi bagi BNI, tetapi juga menempatkannya di posisi teratas di antara seluruh bank milik pemerintah. Keberhasilan ini menunjukkan daya tarik BNI dalam menarik dan mempertahankan dana nasabah, baik individu maupun korporasi. Ini juga mengindikasikan kepercayaan pasar yang sangat tinggi terhadap stabilitas dan prospek BNI ke depan.
Kunci Sukses: Penguatan Dana Murah (CASA)
Salah satu pilar utama di balik capaian ini adalah strategi agresif BNI dalam memperkuat himpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA). Dana murah, yang terdiri dari giro dan tabungan, merupakan sumber pendanaan yang lebih stabil dan efisien bagi bank. Hingga akhir September 2025, CASA BNI meroket hingga Rp613,4 triliun, tumbuh signifikan sebesar 13,3 persen secara tahunan.
Penguatan CASA ini sangat krusial karena merupakan sumber dana yang lebih stabil dan efisien bagi bank, mengurangi ketergantungan pada dana mahal. Dengan porsi CASA yang besar, BNI dapat menjaga biaya dana tetap rendah, yang pada akhirnya akan meningkatkan profitabilitas dan daya saing bank. Ini adalah strategi cerdas yang membuahkan hasil manis.
Revolusi Digital BNI: Wondr dan BNIdirect Jadi Andalan
Di era serba digital ini, BNI tidak mau ketinggalan. Justru, mereka menjadikan inovasi digital sebagai mesin pendorong utama pertumbuhan. Strategi digital transaction banking yang agresif terbukti ampuh mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee-based income) BNI. Pendapatan ini melonjak 11 persen secara tahunan, menyumbang 30 persen dari total fee-based income BNI hingga akhir kuartal III 2025.
Capaian ini menunjukkan bahwa investasi BNI dalam teknologi digital bukanlah sekadar pelengkap, melainkan inti dari strategi bisnis mereka. Dengan menyediakan layanan perbankan yang mudah diakses dan inovatif, BNI berhasil menarik lebih banyak nasabah dan transaksi. Ini adalah bukti bahwa masa depan perbankan ada di genggaman digital.
Wondr by BNI: Lonjakan Pengguna dan Transaksi Fantastis
Aplikasi wondr by BNI menjadi bintang utama dalam akselerasi digital ini. Jumlah penggunanya meroket drastis, dari 2,8 juta pada September 2024 menjadi 10,5 juta pengguna hanya dalam setahun. Lonjakan ini menunjukkan betapa cepatnya wondr by BNI diterima oleh masyarakat sebagai solusi perbankan digital yang praktis dan lengkap.
Tak hanya jumlah pengguna, nilai transaksi melalui wondr by BNI juga mencengangkan, mencapai Rp783 triliun dengan 866 juta transaksi tercatat sepanjang periode tersebut. Angka ini membuktikan bahwa wondr by BNI bukan hanya sekadar aplikasi, tetapi telah menjadi ekosistem transaksi digital yang sangat aktif. Ini menunjukkan betapa aplikasi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital nasabah BNI.
BNIdirect: Solusi Digital Unggulan untuk Korporasi
Tidak hanya untuk nasabah individu, BNI juga serius menggarap segmen korporasi melalui kanal BNIdirect. Platform ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan transaksi perbankan bisnis yang kompleks dan bervolume tinggi. BNIdirect mencatat pertumbuhan nilai transaksi yang impresif, mencapai Rp8.080 triliun atau tumbuh 26,7 persen secara tahunan.
Volume transaksinya pun tak kalah, naik 14,8 persen menjadi 1.061 juta. Keberhasilan BNIdirect ini memperkuat posisi BNI sebagai mitra perbankan digital terpercaya bagi para pelaku bisnis besar. Dengan solusi digital yang komprehensif, BNI membantu korporasi mengelola keuangan mereka secara lebih efisien dan aman, sekaligus memperkuat pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan bagi bank.
Dukungan Pemerintah Perkuat Likuiditas BNI
Di balik semua capaian internal, dukungan pemerintah juga turut memberikan dorongan signifikan. Kebijakan pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara bertujuan memperkuat likuiditas perbankan nasional. Langkah ini diambil dalam rangka mengakselerasi penyaluran kredit dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dari jumlah tersebut, BNI menerima alokasi dana sebesar Rp55 triliun. Inisiatif ini krusial untuk memastikan perbankan memiliki cukup modal untuk mendukung sektor riil. Dengan likuiditas yang kuat, BNI dapat lebih leluasa dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha, yang pada akhirnya akan menggerakkan roda perekonomian nasional agar terus berputar.
BNI Siap Terus Berakselerasi di Tengah Dinamika Ekonomi
Dengan fondasi yang kuat dari penguatan CASA, inovasi digital yang masif, dan dukungan pemerintah, BNI kini berada di jalur yang tepat untuk terus berakselerasi. Pencapaian rekor dana simpanan ini bukan hanya angka, melainkan cerminan kepercayaan publik dan keberhasilan strategi adaptif BNI dalam menghadapi tantangan pasar. BNI membuktikan bahwa kombinasi strategi yang tepat dan inovasi berkelanjutan adalah kunci untuk menjadi pemimpin di industri perbankan Indonesia.
Ke depan, BNI diharapkan dapat terus mempertahankan momentum positif ini dan menghadirkan lebih banyak inovasi. Dengan terus beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan nasabah dan perkembangan teknologi, BNI siap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Ini adalah era di mana perbankan digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan, dan BNI telah mengambil langkah maju yang signifikan.


















