Provinsi Aceh kembali diuji dengan serangkaian bencana alam tak terduga, melanda 17 kota dan kabupaten. Ribuan masyarakat kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian, membutuhkan uluran tangan cepat untuk bangkit. Di tengah situasi genting ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) langsung bergerak cepat menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosialnya.
Bantuan Fantastis 15 Ton untuk 17 Kota/Kabupaten Terdampak
BSI tanpa menunda waktu mengirimkan bantuan tanggap darurat dengan total berat mencapai 15 ton. Bantuan masif ini disalurkan secara bertahap, melalui koordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh. Langkah sigap dan terstruktur ini menegaskan komitmen BSI untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Bukan Sekadar Sembako, Ada Teknologi Canggih Penunjang Komunikasi
Bantuan BSI tidak hanya berfokus pada kebutuhan dasar, meskipun itu sangat krusial. Selain sembako, susu, dan obat-obatan vital, BSI juga menyertakan peralatan strategis seperti perahu karet untuk evakuasi. Alat pendukung komunikasi canggih pun menjadi sorotan utama.
BSI membuktikan diri adaptif dengan mengirimkan Starlink dan telepon satelit. Kedua perangkat ini krusial untuk mendukung komunikasi pemerintah daerah dalam penanganan bencana, terutama di daerah terpencil yang jaringan selulernya lumpuh. Teknologi ini menjadi penyelamat, memastikan informasi dan koordinasi bisa berjalan tanpa hambatan.
Simbol Kepedulian yang Mendalam: Penyerahan Bantuan di Jakarta
Meskipun sebagian besar bantuan telah tiba di lokasi bencana dan langsung didistribusikan, penyerahan bantuan secara resmi tetap menjadi momen penting. Direktur Utama BSI menyerahkan bantuan ini kepada Utusan Khusus Gubernur Aceh, Chowadja Sanova, di BSI Tower Jakarta pada Sabtu (29/11). Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kuat dari kepedulian dan sinergi antarpihak.
Momen penyerahan ini menegaskan kembali komitmen BSI, menunjukkan dukungan moral dan institusional penuh meski bantuan sudah di lapangan. Kehadiran perwakilan Aceh di Jakarta juga memperkuat jalinan kerja sama solid antara BSI dan pemerintah daerah. Ini menjadi bukti nyata bahwa BSI tidak hanya peduli, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pemulihan.
Empati Mendalam dari Direktur Utama BSI: Lebih dari Sekadar Bisnis
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan keprihatinan dan empati mendalam atas musibah yang menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiga wilayah ini merupakan bagian penting dari operasional BSI, sehingga dampak bencana turut dirasakan oleh seluruh jajaran perusahaan. "Musibah ini tidak hanya berdampak pada masyarakat sekitar, tetapi juga pada aktivitas layanan perbankan di beberapa unit kantor kami," ujar Anggoro dengan nada prihatin.
Pernyataan ini menunjukkan BSI tidak hanya melihat bencana dari sudut pandang kerugian operasional, melainkan juga empati tulus terhadap penderitaan masyarakat dan karyawan. Ini mencerminkan filosofi BSI sebagai bank syariah yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Relawan BSI: Garda Terdepan Pembawa Harapan di Lapangan
Tak hanya mengirimkan bantuan fisik, BSI juga melepas tim relawan tambahan guna memperkuat upaya penanganan di lapangan. Para relawan ini adalah representasi nyata dari semangat BSI untuk melayani dan mendampingi masyarakat secara langsung. Mereka bukan sekadar pengantar bantuan, melainkan juga pembawa harapan.
"Relawan BSI yang berangkat akan menjadi representasi BSI di lapangan, menyampaikan bantuan, mendampingi pegawai dan nasabah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang mengalami masa paling berat dalam hidup mereka," tutur Anggoro. Kehadiran mereka di garis depan menjadi bukti nyata bahwa BSI tidak hanya peduli, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pemulihan.
Prioritas Utama: Keselamatan dan Pemulihan Layanan Perbankan
Pada tahap awal penanganan bencana, BSI memiliki prioritas yang jelas: keselamatan nasabah, karyawan, dan masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, percepatan pemulihan operasional cabang juga menjadi fokus utama agar layanan perbankan dapat segera kembali normal. Ini penting untuk memastikan roda perekonomian lokal tidak terhenti sepenuhnya.
Langkah cepat diambil untuk memastikan keamanan personel BSI dan penyesuaian operasional sesuai kondisi lapangan. Ini termasuk evaluasi kerusakan, relokasi sementara, dan memastikan ketersediaan layanan dasar perbankan bagi masyarakat.
Langkah Cepat Pemulihan Operasional di Tengah Bencana
Anggoro Eko Cahyo menyadari betul bahwa pada akhir bulan, kebutuhan transaksi keuangan masyarakat akan meningkat drastis. Gaji, pembayaran tagihan, dan kebutuhan mendesak lainnya tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, BSI mengambil langkah proaktif dengan mengirimkan berbagai perlengkapan vital untuk mendukung pemulihan operasional dan komunikasi.
Alat bantu telekomunikasi seperti Starlink, genset, dan BBM dikirimkan untuk memastikan komunikasi dan listrik tetap tersedia di area terdampak. Ini krusial bagi operasional BSI dan koordinasi penanganan bencana pemerintah daerah. Perahu karet sendiri sudah lebih dulu dikirimkan untuk membantu evakuasi mendesak, menunjukkan respons berlapis dan terencana.
Tim Tanggap Darurat BSI: Pemantau Situasi dan Penjamin Efektivitas
Untuk memastikan semua langkah mitigasi berjalan efektif dan responsif, BSI telah mengaktifkan Tim BCM atau Tim Tanggap Darurat. Tim ini bertugas memantau situasi secara langsung dan memastikan koordinasi berjalan lancar di semua lini. Dari logistik bantuan hingga pemulihan operasional, setiap detail dipantau dengan cermat.
Kehadiran tim ini menjamin respons BSI terhadap bencana dilakukan secara terstruktur, terukur, dan adaptif terhadap perubahan kondisi lapangan. Mereka adalah otak di balik operasi tanggap darurat BSI, memastikan setiap sumber daya dimanfaatkan optimal untuk membantu masyarakat.
Apresiasi Tulus dari Pemerintah Aceh: Bukti Sinergi yang Kuat
Merespons bantuan dan gerak cepat BSI, Utusan Khusus Gubernur Aceh, Chowadja Sanova, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tulus. Ia mengakui bahwa kepedulian yang ditunjukkan BSI sangat berarti bagi masyarakat Aceh yang sedang berjuang. Bantuan ini bukan hanya sekadar materi, melainkan juga suntikan semangat.
"Atas nama Gubernur Aceh, kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Syariah Indonesia untuk kepedulian bagi masyarakat Aceh. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah dan bermanfaat untuk masyarakat," pungkas Chowad


















