PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) baru saja meresmikan Gedung BSI Tasikmalaya, sebuah langkah strategis yang menandai komitmen serius mereka dalam memperluas jangkauan layanan keuangan syariah di Jawa Barat. Kehadiran gedung baru ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan sebuah investasi besar untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekosistem halal, serta ekonomi kreatif yang terus menunjukkan geliat positif di kawasan Priangan Timur.
Direktur Risk Management BSI, Grandhis H. Harumansyah, menegaskan bahwa Tasikmalaya memiliki potensi luar biasa yang belum sepenuhnya tergali untuk pengembangan ekonomi syariah. Ia melihat peluang besar dalam sinergi antara ekosistem halal, UMKM, dan ekonomi kreatif di wilayah ini. BSI berkomitmen penuh untuk menyediakan layanan dan pendampingan terbaik demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Tasikmalaya: Jantung Ekonomi Syariah Priangan Timur
Tasikmalaya, dengan segala potensi geografis dan demografisnya, memang menjadi magnet tersendiri bagi pengembangan ekonomi syariah. Kawasan Priangan Timur dikenal dengan kekayaan budaya, kerajinan tangan, serta sektor pertanian dan kuliner yang kuat, menjadikannya lahan subur bagi pertumbuhan UMKM dan industri halal. BSI melihat ini sebagai peluang emas untuk tidak hanya memberikan layanan perbankan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi para pelaku usaha.
Ekonomi syariah di Tasikmalaya dan sekitarnya memiliki ruang tumbuh yang signifikan, didukung oleh mayoritas penduduk muslim yang memiliki kesadaran tinggi akan produk dan layanan berbasis syariah. Dengan adanya gedung baru ini, BSI berharap dapat menjadi katalisator bagi percepatan pertumbuhan sektor-sektor tersebut, memberikan akses permodalan dan literasi keuangan yang lebih baik. Ini adalah langkah nyata BSI dalam mendukung visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
Fasilitas Modern dan Inklusif: Bukan Sekadar Kantor Biasa
Gedung BSI Tasikmalaya yang baru berlokasi strategis di Jl. Otto Iskandardinata, jantung kota Tasikmalaya, dirancang dengan konsep modern dan inklusif. Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, mulai dari Kantor Layanan Gadai yang memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan cepat, hingga Kantor Layanan Prioritas untuk nasabah premium. Kehadiran Safe Deposit Box (SDB) juga menambah kenyamanan bagi nasabah yang membutuhkan tempat penyimpanan aset berharga.
Tak hanya itu, gedung ini juga dilengkapi dengan function hall yang luas, diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan edukasi dan literasi keuangan syariah bagi masyarakat umum, pelaku UMKM, dan komunitas. Tersedia pula musala yang nyaman, menunjukkan komitmen BSI dalam menyediakan fasilitas yang mendukung nilai-nilai syariah. Semua ini dirancang untuk memastikan pengalaman perbankan yang holistik dan menyenangkan bagi setiap nasabah.
Konsep Green Building dan Ramah Difabel: Komitmen BSI Terhadap Lingkungan dan Inklusi
Salah satu fitur paling menonjol dari Gedung BSI Tasikmalaya adalah desainnya yang mengusung konsep green building. Ini bukan sekadar tren, melainkan sebuah komitmen nyata BSI terhadap keberlanjutan lingkungan. Meskipun detail spesifiknya tidak disebutkan, konsep green building umumnya mencakup penggunaan energi yang efisien, pengelolaan limbah yang baik, serta pemilihan material bangunan yang ramah lingkungan. Ini menunjukkan bahwa BSI tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Lebih lanjut, gedung ini juga dilengkapi dengan fitur ramah difabel, termasuk akses mobilitas yang mudah, toilet khusus difabel, serta mesin ATM dengan fitur braille. Grandhis H. Harumansyah menegaskan bahwa fasilitas ini dihadirkan untuk memastikan layanan perbankan dapat dijangkau secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai inklusivitas yang diusung BSI, memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap layanan perbankan.
Gedung BSI Tasikmalaya: Pusat Edukasi dan Literasi Keuangan Syariah
BSI melihat kehadiran gedung baru ini jauh melampaui sekadar penguatan layanan operasional. Gedung ini diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan literasi keuangan syariah yang aktif bagi masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya. Dengan function hall yang tersedia, BSI berencana untuk mengadakan berbagai seminar, workshop, dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan keuangan syariah, serta peluang ekonomi yang bisa digali.
Gedung ini diharapkan dapat menjadi magnet bagi pelaku usaha, generasi muda, dan komunitas yang ingin mengenal lebih dekat peluang ekonomi syariah. Ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem yang lebih sadar syariah, di mana masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga partisipan aktif dalam pengembangan ekonomi halal. BSI ingin menjadi jembatan bagi mereka yang ingin memulai atau mengembangkan usahanya sesuai prinsip syariah.
Strategi BSI Memperkuat Ekosistem Halal Nasional
Peresmian Gedung BSI Tasikmalaya ini juga merupakan bagian integral dari strategi besar BSI untuk memperkuat kontribusi Jawa Barat dalam pengembangan ekosistem halal nasional. Jawa Barat, sebagai provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia, memiliki peran krusial dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Dengan memperkuat infrastruktur dan layanan di daerah-daerah strategis seperti Tasikmalaya, BSI berharap dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut.
BSI secara konsisten menunjukkan komitmennya untuk menjadi bank syariah terkemuka yang tidak hanya melayani transaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi syariah. Dengan fokus pada UMKM, ekosistem halal, dan ekonomi kreatif, BSI berupaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Ini adalah bukti nyata bahwa BSI tidak hanya tumbuh sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi.
Performa Gemilang BSI Tasikmalaya: Bukti Kepercayaan Masyarakat
Sebagai informasi, performa BSI Tasikmalaya menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga kuartal III 2025, BSI Tasikmalaya mencatat total aset sebesar Rp1,3 triliun, sebuah angka yang fantastis dengan pertumbuhan 15 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencapai Rp1,1 triliun, naik 17 persen, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap BSI.
Sementara itu, pembiayaan yang disalurkan menyentuh Rp1,1 triliun dengan pertumbuhan 11,30 persen. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari geliat ekonomi di Tasikmalaya dan kepercayaan yang terus meningkat dari masyarakat serta pelaku usaha terhadap layanan keuangan syariah BSI. Ini juga menunjukkan bahwa BSI berhasil menjalankan perannya dalam mendukung permodalan dan pertumbuhan bisnis di wilayah tersebut.
Jaringan Luas dan Modern untuk Kemudahan Transaksi
Saat ini, BSI telah memiliki lima kantor cabang yang tersebar di Tasikmalaya, didukung oleh 41 mesin ATM yang siap melayani kebutuhan transaksi 24 jam. Selain itu, terdapat 118 EDC merchant dan 4.101 QRIS yang mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran non-tunai. Jaringan yang luas dan modern ini memastikan bahwa layanan BSI dapat diakses dengan mudah dan nyaman oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Tasikmalaya.
Dengan kombinasi gedung baru yang modern dan inklusif, performa keuangan yang solid, serta jaringan layanan yang luas, BSI Tasikmalaya siap menjadi pionir dalam pengembangan ekonomi syariah di Priangan Timur. Ini adalah langkah maju yang signifikan, tidak hanya bagi BSI, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Tasikmalaya yang kini memiliki akses lebih baik ke layanan keuangan syariah yang komprehensif dan inovatif.


















