BPJS Ketenagakerjaan kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dan internasional. Baru-baru ini, mereka meluncurkan sebuah buku istimewa berjudul "Journey Integrated Report BPJS Ketenagakerjaan", sebuah dokumentasi komprehensif yang bukan sekadar laporan biasa. Buku ini menjadi bukti nyata perjalanan transformasi organisasi dalam menerapkan prinsip pelaporan terintegrasi secara konsisten dan berkelanjutan.
Peluncuran buku ini menandai tonggak penting bagi BPJS Ketenagakerjaan. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta praktik pelaporan yang selaras dengan standar global. Lebih dari itu, buku ini secara gamblang menunjukkan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.
Mengapa Buku Ini Begitu Penting?
Acara peluncuran buku "Journey Integrated Report BPJS Ketenagakerjaan" menjadi sorotan banyak pihak. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali, Wayan Koster, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, serta Direktur Green Consult, Ali Darwin. Kehadiran para tokoh ini menegaskan betapa krusialnya inisiatif yang diambil oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Selain peluncuran, kegiatan ini juga dirangkai dengan sesi diseminasi yang mendalam. Para peserta mendapatkan pemahaman lebih lanjut terkait isi dan manfaat dari "Journey Integrated Report" ini. Ini bukan hanya tentang merayakan sebuah pencapaian, melainkan juga tentang berbagi pengetahuan dan praktik terbaik.
Refleksi Perjalanan Panjang Menuju Keberlanjutan
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Asep Rahmat Suwandha, mengungkapkan makna di balik hadirnya buku ini. Menurutnya, buku ini adalah refleksi dari perjalanan panjang organisasi dalam meningkatkan kualitas pelaporan. Ini juga memastikan setiap langkah strategis yang diambil selalu selaras dengan nilai keberlanjutan dan agenda SDGs.
"Buku Journey Integrated Report BPJS Ketenagakerjaan merupakan pelajaran penting bagi kami," tutur Asep. Ia menambahkan bahwa buku ini adalah semangat dari tim penyusun Integrated Report dalam membuat laporan terintegrasi yang komprehensif. Prioritas utama mereka adalah menempatkan nilai keberlanjutan, kepentingan peserta, dan dukungan terhadap SDGs.
Membuka Tabir Kontribusi Nyata untuk SDGs
"Journey Integrated Report" bukan sekadar kumpulan data, melainkan sebuah narasi yang kuat. Buku ini berupaya memperkuat pemahaman dan mengkomunikasikan perjalanan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pemangku kepentingan secara lebih transparan. Ini juga menegaskan kontribusi nyata organisasi dalam mendukung berbagai tujuan SDGs yang menjadi agenda global.
Sebagai contoh, Program Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP) secara langsung berkontribusi pada SDG 1, yaitu pengentasan kemiskinan. Melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaring pengaman sosial yang krusial bagi keluarga pekerja. Ini membantu mereka bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat kehilangan tulang punggung keluarga atau memasuki masa purnabakti.
Tak hanya itu, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Jaminan Hari Tua (JHT), serta program tambahan Return to Work (RTW) mendukung SDG 8. Tujuan ini berfokus pada pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kontribusi BPJS Ketenagakerjaan terhadap tujuan-tujuan SDGs lainnya juga dijabarkan secara lebih detail di dalam buku ini, menunjukkan cakupan dampak yang luas.
Apresiasi dari Pemimpin Daerah: Bali Jadi Contoh
Gubernur Bali, Wayan Koster, turut menyampaikan apresiasi tinggi atas peluncuran buku ini. Ia menilai inisiatif ini sebagai komitmen luar biasa dari BPJS Ketenagakerjaan untuk mengembangkan pelaporan yang lebih komprehensif, terukur, dan bertanggung jawab. Ini adalah langkah maju yang patut dicontoh oleh lembaga publik lainnya.
"Saya melihat bahwa apa yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan melalui buku laporan terintegrasi ini merupakan upaya strategis dalam menjaga keseimbangan nilai dalam tata kelola lembaga publik yang transparan dan berkelanjutan," kata Wayan. Ia juga menegaskan komitmen Bali untuk mengedepankan prinsip transparansi dan mendukung program BPJS Ketenagakerjaan bagi para peserta.
Wayan Koster bahkan berharap, ke depannya seluruh pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di Bali dapat terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya perlindungan bagi pemuka-pemuka agama yang mungkin mengalami risiko kerja. Ini menunjukkan relevansi program BPJS Ketenagakerjaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
Membangun Sinergi dan Kepercayaan Publik
Sesi diseminasi yang menghadirkan Asep Rahmat Suwandha dan Ali Darwin menjadi ajang diskusi yang mencerahkan. Ali Darwin, Direktur Green Consult, memberikan rekomendasi berharga untuk penyempurnaan integrated report di masa mendatang. Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi dan sinergi lintas unit untuk pengumpulan data dan informasi yang holistik.
"BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengadopsi prinsip-prinsip integrated reporting," tutur Ali. Ia menjelaskan bahwa melalui buku ini, organisasi tidak hanya menyajikan data, tetapi juga membangun narasi nilai yang diciptakan bagi peserta, masyarakat, dan ekosistem keberlanjutan. Pendekatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan publik dan memastikan keputusan strategis berlandaskan informasi yang menyeluruh.
Meraih Platinum Rank: Pengakuan Global
Dalam kesempatan yang sama, Asep Rahmat menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi tim penyusun integrated report. Berkat kerja keras mereka, BPJS Ketenagakerjaan berhasil meraih Platinum Rank untuk Integrated Report 2024 dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Ini adalah pengakuan bergengsi yang membuktikan kualitas pelaporan mereka di tingkat Asia.
"Penerapan integrated reporting bukan sekadar kewajiban pelaporan, tetapi merupakan bagian dari transformasi strategis BPJS Ketenagakerjaan," tegas Asep. Ia menambahkan bahwa ini adalah upaya membangun organisasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Hal ini sejalan dengan komitmen mereka dalam mendukung tujuan-tujuan SDGs melalui perlindungan pekerja dan kontribusi terhadap kesejahteraan sosial.
Asep Rahmat berharap, buku "Journey Integrated Report" ini dapat menjadi referensi berharga. Tidak hanya di internal BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga mendorong praktik pelaporan yang lebih baik di lembaga publik lainnya. "Komitmen kami adalah memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu memberikan nilai tambah bagi pekerja Indonesia dan mendukung pencapaian SDGs secara berkesinambungan," tutup Asep, memberikan harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi perlindungan pekerja di Indonesia.


















