Bencana alam memang selalu datang tanpa permisi, seperti banjir dan longsor parah yang baru-baru ini melanda sebagian wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Kejadian ini tidak hanya merenggut kenyamanan, tetapi juga sempat melumpuhkan berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk akses vital terhadap layanan perbankan. Namun, di tengah situasi darurat tersebut, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergerak cepat.
Dengan sigap, BNI memastikan seluruh operasional perbankan mereka di area terdampak kini telah kembali normal sepenuhnya. Ini tentu menjadi angin segar dan kabar yang sangat melegakan bagi ribuan nasabah yang sempat cemas akan kelangsungan transaksi keuangan mereka. Kecepatan pemulihan ini menunjukkan kesiapan BNI dalam menghadapi tantangan tak terduga.
Pemulihan Kilat Berkat Teknologi Canggih
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana BNI bisa secepat itu memulihkan layanannya di tengah kondisi yang masih sulit? Rahasianya terletak pada kombinasi antara respons cepat dan pemanfaatan teknologi mutakhir. BNI tidak main-main dalam upayanya untuk kembali melayani nasabah.
Mereka mengerahkan layanan internet satelit global ke sejumlah outlet yang paling parah terdampak dan sulit dijangkau. Teknologi ini memungkinkan konektivitas tetap terjaga, sehingga transaksi nasabah bisa berlangsung tanpa hambatan berarti. Bayangkan, di saat jaringan konvensional lumpuh, satelit menjadi penyelamat akses keuangan.
Outlet-outlet krusial seperti di Gunung Sitoli, Sibolga, Pandan, dan Teluk Dalam, yang sebelumnya terisolasi, kini telah berfungsi penuh. Berkat dukungan konektivitas berbasis satelit ini, proses operasional perbankan dapat berjalan kembali secara optimal. Ini adalah bukti nyata bagaimana inovasi teknologi bisa menjadi solusi di kala krisis.
Komitmen BNI untuk Nasabah di Tengah Darurat
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa kecepatan pemulihan layanan ini bukan sekadar efisiensi operasional semata. Lebih dari itu, ini adalah manifestasi dari komitmen kuat BNI untuk selalu hadir dan melayani masyarakat, terutama di saat-saat genting seperti bencana alam. "Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan keuangan meskipun dalam kondisi bencana," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (3/12/2025).
Ia menambahkan, keberlangsungan transaksi keuangan sangatlah penting bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pernyataan ini bukan hanya janji manis, melainkan tindakan nyata yang langsung dirasakan oleh nasabah di lapangan. BNI memahami betul bahwa di tengah upaya pemulihan pasca-bencana, akses ke dana dan layanan perbankan adalah fondasi penting untuk memulai kembali kehidupan.
Mulai dari membeli kebutuhan pokok, memperbaiki kerusakan, hingga menerima bantuan, semua memerlukan akses keuangan yang lancar. Oleh karena itu, kehadiran BNI yang cepat tanggap ini sangat vital. Ini menunjukkan bahwa BNI tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Outlet dan ATM Kembali Berfungsi Penuh
Kabar baik lainnya adalah mengenai infrastruktur fisik BNI yang kini telah pulih. Okki merinci, sebanyak 12 outlet BNI yang sebelumnya sempat terdampak genangan air banjir kini sudah beroperasi normal kembali. Outlet-outlet ini tersebar di wilayah strategis seperti Medan, Sibolga, dan Gunung Sitoli, siap melayani seluruh kebutuhan transaksi nasabah.
Selain itu, bagi nasabah yang mengandalkan kemudahan transaksi tunai, ada kabar gembira. Sebanyak 47 unit ATM BNI yang sempat tidak berfungsi akibat genangan air juga telah kembali aktif. Ini berarti masyarakat bisa kembali melakukan penarikan tunai, transfer, pembayaran, dan berbagai transaksi lainnya tanpa kesulitan, kapan pun mereka butuhkan. Pemulihan ini tentu sangat membantu mobilitas ekonomi lokal.
Layanan Terbatas untuk Kebutuhan Mendesak
Sebelum seluruh layanan pulih sepenuhnya, BNI juga menunjukkan inisiatif luar biasa dengan membuka layanan operasional terbatas. Langkah ini diambil khusus untuk membantu masyarakat yang menjadi korban banjir dan memiliki kebutuhan transaksi keuangan yang sangat mendesak. Ini adalah bentuk empati dan respons cepat terhadap situasi darurat yang patut diacungi jempol.
Layanan darurat tersebut dibuka pada 29 November 2025 di BNI KC Gunung Sitoli, serta pada 30 November 2025 di BNI KC Sibolga dan BNI KCP Pandan. Dengan adanya layanan terbatas ini, nasabah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengakses dana atau melakukan transaksi penting, meskipun kondisi belum sepenuhnya normal. Ini membuktikan bahwa BNI selalu mencari cara untuk tetap melayani, bahkan dalam situasi paling menantang sekalipun.
BNI Terus Pantau dan Jaga Stabilitas Layanan
Okki menambahkan, komitmen BNI tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara intensif. Mereka juga menyiapkan langkah-langkah lanjutan guna menjaga stabilitas layanan perbankan di wilayah-wilayah yang terdampak. Ini termasuk evaluasi berkala dan persiapan kontingensi untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
BNI menegaskan komitmennya untuk memberikan akses layanan yang aman, andal, dan berkesinambungan bagi seluruh nasabah. Terutama dalam kondisi darurat, di mana layanan keuangan menjadi sangat vital untuk proses pemulihan, rekonstruksi, dan kelangsungan hidup masyarakat. Kehadiran BNI yang tangguh dan responsif ini diharapkan dapat menjadi pilar dukungan bagi masyarakat Sumatra dalam bangkit kembali.
Ini adalah cerminan dari peran BUMN yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mengemban misi sosial untuk kesejahteraan bangsa. Dengan demikian, nasabah BNI di Sumatra bisa merasa tenang dan yakin bahwa bank mereka selalu ada untuk mereka, di setiap situasi.


















