banner 728x250

Bikin Melongo! Pendapatan Digital Bank Mandiri Meroket Rp5,48 Triliun, Ini Rahasianya

bikin melongo pendapatan digital bank mandiri meroket rp548 triliun ini rahasianya portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Bank Mandiri kembali mencetak prestasi gemilang yang bikin banyak pihak terperangah. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari layanan digital mereka melonjak drastis, menembus angka Rp5,48 triliun per September 2025. Angka fantastis ini bukan sekadar deretan digit, melainkan cerminan pertumbuhan signifikan sebesar 13,3 persen secara tahunan, jauh melampaui capaian Rp4,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan pendapatan ini menunjukkan bagaimana Bank Mandiri berhasil memanfaatkan momentum transformasi digital. Mereka tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem finansial yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan nasabah di era modern. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi digitalisasi yang matang bisa menjadi mesin pendorong keuntungan yang sangat efektif.

banner 325x300

Digitalisasi Jadi Kunci Utama Bank Mandiri Meraup Keuntungan Fantastis

Peningkatan pendapatan yang signifikan ini bukanlah kebetulan semata. Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi inovasi digital yang berkelanjutan dan strategi penguatan ekosistem finansial. Fokus utamanya adalah memberikan kemudahan, efisiensi, dan keberlanjutan layanan bagi seluruh nasabah.

"Pertumbuhan pendapatan digital ini secara jelas mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan digital Bank Mandiri," kata Ashidiq. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan oleh platform digital Bank Mandiri telah berhasil memenangkan hati jutaan pengguna, menjadikan mereka pilihan utama dalam bertransaksi.

Livin’ by Mandiri: Super App yang Mengubah Cara Bertransaksi Nasabah

Di balik kesuksesan ini, ada Livin’ by Mandiri, aplikasi super yang telah menjadi primadona di kalangan nasabah. Bank Mandiri terus memperluas kapabilitas layanan digitalnya melalui Livin’ by Mandiri, Livin’ Merchant, dan Kopra by Mandiri, namun Livin’ menjadi ujung tombak yang paling terlihat. Antusiasme terhadap Livin’ memang luar biasa, terbukti dari lonjakan jumlah penggunanya.

Hingga September 2025, jumlah pengguna Livin’ by Mandiri meningkat tajam sebesar 26,5 persen year-on-year, mencapai lebih dari 34,5 juta nasabah. Angka ini menunjukkan bagaimana Livin’ telah meresap ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mengubah cara mereka berinteraksi dengan layanan perbankan. Ini bukan hanya aplikasi, tapi gaya hidup baru dalam bertransaksi.

Frekuensi transaksi melalui super apps tersebut juga mencetak rekor fantastis, mencapai 4,54 miliar kali atau naik 27,9 persen secara tahunan. Dengan nilai transaksi yang menembus Rp4.257 triliun, Livin’ by Mandiri membuktikan diri sebagai platform yang sangat aktif dan dipercaya untuk berbagai kebutuhan finansial. Kehadiran Livin’ juga turut mempercepat akuisisi nasabah baru, di mana lebih dari 91 persen pembukaan rekening kini dilakukan secara digital melalui aplikasi ini, sebuah efisiensi yang luar biasa.

Livin’ Merchant: Memberdayakan UMKM di Era Digital

Tak hanya menyasar nasabah individu, Bank Mandiri juga merangkul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui platform Livin’ Merchant. Hingga saat ini, Livin’ Merchant telah dimanfaatkan oleh sekitar 3 juta merchant, menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 35 persen year-on-year. Ini adalah bukti nyata komitmen Bank Mandiri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Livin’ Merchant bukan sekadar alat pembayaran, melainkan solusi komprehensif yang membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional mereka. Bayangkan, para pelaku UMKM kini bisa mencatat setiap transaksi secara real-time, tanpa perlu pusing lagi dengan pembukuan manual yang memakan waktu. Ditambah lagi, sistem pembayaran yang terintegrasi memudahkan mereka dalam mengelola arus kas dan memantau kinerja bisnis secara lebih akurat.

"Dengan sistem pembayaran dan pencatatan transaksi yang terintegrasi, kami ingin memastikan UMKM dapat tumbuh secara produktif dan berkelanjutan," ujar Ashidiq. Pernyataan ini menegaskan visi Bank Mandiri untuk tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi UMKM dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di era digital.

Kopra by Mandiri: Solusi Digital untuk Korporasi dan Pebisnis

Untuk segmen korporasi dan pebisnis, Bank Mandiri menghadirkan Kopra by Mandiri, platform digital yang juga mencetak kinerja gemilang. Nilai transaksi melalui Kopra by Mandiri mencapai Rp25.980 triliun, melonjak signifikan sebesar 21,5 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi dari dunia usaha terhadap kapabilitas digital Bank Mandiri dalam mengelola transaksi skala besar.

Volume transaksinya pun tak kalah impresif, menyentuh 1,45 miliar kali atau naik 18,7 persen year-on-year. Pemanfaatan ekosistem digital ini secara langsung turut mendongkrak saldo giro korporasi bank only menjadi Rp564,5 triliun. Ini adalah indikator kuat bahwa Kopra by Mandiri telah menjadi tulang punggung bagi operasional finansial banyak perusahaan, menawarkan solusi yang efisien dan andal.

Dampak Luas Digitalisasi: DPK Tumbuh, Likuiditas Terjaga

Transformasi digital yang konsisten ini tidak hanya mendongkrak pendapatan berbasis komisi, tetapi juga membawa dampak positif yang luas pada Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri. DPK bank only Bank Mandiri mencapai Rp1.487 triliun hingga akhir kuartal III 2025, menunjukkan pertumbuhan yang sehat sebesar 12,3 persen secara tahunan. Ini adalah pencapaian luar biasa yang memperkuat posisi finansial bank.

Yang lebih menarik lagi, komposisi dana murah (CASA) tetap dominan, mencapai 73,1 persen dari total DPK. Dominasi CASA ini menandakan efektivitas digitalisasi dalam menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas bank. Digitalisasi bukan hanya tren, melainkan fondasi kuat yang memungkinkan Bank Mandiri untuk mengelola sumber daya secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Komitmen Bank Mandiri: Digitalisasi sebagai Inti Strategi Pertumbuhan

M. Ashidiq Iswara dengan tegas menyatakan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pendukung, melainkan telah menjadi inti dari strategi pertumbuhan Bank Mandiri secara keseluruhan. Ini adalah langkah maju yang visioner, menempatkan inovasi teknologi sebagai pilar utama dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam teknologi dan pengembangan platform digital.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan komprehensif bagi seluruh nasabah, memperkuat ekonomi kerakyatan melalui dukungan UMKM, serta menjadi bagian dari sinergi besar untuk mewujudkan Asta Cita Pemerintah," tutup Ashidiq. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Bank Mandiri tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas, berkontribusi dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berdaya saing bagi Indonesia.

banner 325x300