Kabar baik datang dari Sumatera Barat! PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali normal di seluruh wilayah. Upaya ini dilakukan menyusul terbukanya kembali akses jalan vital menuju berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah kabupaten dan kota yang sempat terputus akibat bencana alam.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen Pertamina. Berbagai langkah strategis telah diambil untuk memulihkan kondisi, termasuk mengoperasikan 64 SPBU di Sumbar selama 24 jam penuh tanpa henti. Ini adalah respons cepat untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Langkah Cepat Pertamina: SPBU Siaga Penuh 24 Jam
Penambahan jam operasional SPBU ini bukan tanpa alasan. Ini adalah upaya nyata Pertamina untuk menjamin masyarakat tetap memiliki akses mudah terhadap BBM, terutama di tengah kondisi pemulihan pascabencana yang masih berlangsung. Ketersediaan BBM menjadi krusial untuk mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Fahrougi menjelaskan bahwa seluruh SPBU di wilayah Sumatera Barat dipastikan dalam kondisi aman. Fasilitas-fasilitas ini tidak terdampak langsung oleh bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa hari terakhir. Mereka tetap siap beroperasi normal, meskipun sempat terkendala oleh masalah distribusi.
Jalur Distribusi Sempat Lumpuh, Kini Berangsur Pulih
Penyaluran BBM memang sempat mengalami hambatan serius. Beberapa akses jalan utama yang menjadi jalur distribusi terputus di berbagai titik krusial. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi Pertamina dalam menyalurkan energi.
Ruas jalan nasional yang terdampak dan sempat menghambat suplai BBM antara lain adalah Jalan Nasional Bukittinggi – Pasaman di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Selain itu, ada juga ruas Padang Panjang – Sicincin KM 63 di Kabupaten Padang Pariaman, serta Jalan Lolo – Surian di Kabupaten Solok yang merupakan akses vital menuju Kabupaten Solok Selatan.
Tak hanya itu, beberapa titik lain juga mengalami banjir akibat luapan sungai. Kondisi ini menutup akses sementara, membuat mobil tangki pengangkut BBM kesulitan mencapai tujuan. Situasi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat terkait ketersediaan BBM.
Namun, berkat kerja keras berbagai pihak, situasi mulai membaik. Sejak Senin (1/12), sebagian jalur alternatif telah dapat dilalui kembali. Ini menjadi angin segar bagi Pertamina untuk segera mengoptimalkan pengiriman.
Pertamina pun langsung melakukan penyesuaian rute pengiriman. Tujuannya jelas, untuk mempercepat pemulihan suplai BBM ke seluruh SPBU yang sebelumnya terdampak. Pihak SPBU juga sigap bersiap, membersihkan dan menyiapkan fasilitas mereka untuk operasional penuh kembali.
"SPBU di Sumatera Barat tidak berhenti beroperasi hanya karena jalan yang lumpuh akibat banjir dan longsor," tegas Fahrougi. Ia menambahkan, "Dengan situasi yang membaik, mobil tangki pengangkut BBM sudah bisa mulai masuk ke wilayah-wilayah yang dapat dilalui." Ini menunjukkan ketangguhan dan kesiapan Pertamina dalam menghadapi kondisi darurat.
Harga BBM Non-Subsidi di Sumbar Tetap Stabil!
Di tengah berbagai penyesuaian harga BBM yang dilakukan Pertamina di sejumlah wilayah lain di Indonesia per 1 Desember 2025, ada kabar baik untuk masyarakat Sumbar. Pertamina memastikan bahwa harga Bahan Bakar Non-Subsidi di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak mengalami perubahan. Harga tetap stabil.
Pengumuman ini tentu menjadi kabar melegakan bagi masyarakat. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, stabilitas harga BBM sangat membantu menjaga daya beli dan mencegah gejolak ekonomi. Ini adalah bentuk dukungan nyata Pertamina kepada daerah-daerah yang sedang berjuang bangkit.
Kolaborasi Kuat untuk Distribusi Lancar
Pertamina Patra Niaga tidak bekerja sendirian. Mereka terus berkoordinasi erat dengan berbagai pihak. Pemerintah Daerah, aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemangku kepentingan lainnya dilibatkan secara aktif.
Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi energi di seluruh wilayah Sumatera Barat. Dengan sinergi yang kuat, setiap hambatan dapat diatasi lebih cepat dan efektif. Ini juga menunjukkan komitmen Pertamina untuk selalu hadir dan mendukung masyarakat.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Panic buying hanya akan memperkeruh situasi dan berpotensi menimbulkan antrean panjang yang tidak perlu. Kepercayaan masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses pemulihan ini.
Untuk informasi lebih lanjut atau jika ada pengaduan terkait layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. Layanan ini siap membantu dan memberikan informasi yang akurat kapan pun dibutuhkan. Ini adalah saluran komunikasi yang penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik.
Secara keseluruhan, upaya Pertamina Patra Niaga di Sumatera Barat pascabencana patut diapresiasi. Dengan langkah cepat, operasional 24 jam, penyesuaian distribusi, dan jaminan harga stabil, Pertamina menunjukkan komitmennya sebagai penyedia energi utama negara. Masyarakat Sumbar kini bisa bernapas lega, karena pasokan BBM mereka dipastikan aman dan terkendali.


















