Penipu ulung asal Israel, Simon Leviev, yang namanya melambung berkat dokumenter Netflix "The Tinder Swindler," kini tak bisa lagi berkeliaran bebas. Ia dilaporkan telah ditangkap di Georgia pada Senin (15/9), mengakhiri pelariannya yang panjang dan penuh intrik. Penangkapan ini menjadi babak baru dalam kisah kriminal yang telah menyedot perhatian dunia.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Georgia, Tato Kuchava, secara resmi mengonfirmasi penangkapan Leviev. Ia menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan di Bandara Batumi, atas permintaan langsung dari Interpol. Ini menunjukkan bahwa Leviev memang sudah menjadi target buruan internasional.
Akhir Pelarian Sang Penipu Ulung
Kabar penangkapan Simon Leviev, yang memiliki nama asli Shimon Yehuda Hayut, sontak menjadi sorotan. Banyak yang merasa lega karena sosok yang telah menipu banyak wanita ini akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penangkapan ini menjadi penutup dari kisah pelarian yang seolah tak ada habisnya.
Pengacara Leviev sendiri mengaku terkejut dan belum mengetahui secara pasti alasan penangkapan kliennya. Ia menyatakan bahwa Leviev selama ini bepergian dengan bebas ke berbagai negara tanpa masalah. Pernyataan ini dikutip dari media lokal Georgia, OC, yang meliput langsung peristiwa tersebut.
Siapa Sebenarnya Simon Leviev?
Simon Leviev bukanlah nama asing bagi para pengguna aplikasi kencan dan penikmat dokumenter kriminal. Ia adalah seorang pria yang dikenal karena keahliannya memanipulasi dan menipu wanita demi keuntungan finansial pribadi. Kisahnya yang mencengangkan diangkat menjadi dokumenter populer oleh Netflix.
Sebelum dokumenter tersebut tayang pada tahun 2022, Leviev sebenarnya sudah menjadi buronan Interpol. Ia telah melancarkan aksinya selama bertahun-tahun, tepatnya antara 2017 hingga 2019, dengan memanfaatkan aplikasi kencan Tinder sebagai ladang perburuan korbannya.
Modus Operandi ‘The Tinder Swindler’ yang Memukau
Di platform Tinder, Leviev membangun citra palsu sebagai seorang pengusaha kaya raya dan pewaris berlian. Ia dengan lihai memikat para wanita, membuat mereka jatuh cinta, lalu secara bertahap memeras uang mereka dengan berbagai alasan mendesak. Uang yang telah ia dapatkan tidak pernah dikembalikan kepada para korban.
Modus operandi Leviev sangat canggih dan meyakinkan. Ia memamerkan gaya hidup mewah yang palsu, lengkap dengan pengawal pribadi, jet pribadi, dan perjalanan keliling dunia yang fantastis. Semua ini ia gunakan untuk menciptakan ilusi kekayaan yang membuat korbannya percaya sepenuhnya.
Salah satu trik andalannya adalah "catfishing," di mana ia menjerat korban secara emosional dan finansial. Ia akan membangun hubungan yang intens, membuat korbannya merasa spesial, sebelum akhirnya meminta bantuan finansial dengan dalih ia sedang dalam bahaya atau membutuhkan dana darurat untuk bisnisnya.
Dampak Dokumenter Netflix yang Mengguncang Dunia
Dokumenter "The Tinder Swindler" yang tayang di Netflix pada tahun 2022 menjadi titik balik dalam kasus Leviev. Film ini tidak hanya mengungkap kejahatan yang dilakukannya, tetapi juga memberikan platform bagi para korbannya untuk menceritakan pengalaman pahit mereka. Kisah-kisah mereka mengguncang dunia dan membuka mata banyak orang akan bahaya penipuan daring.
Film tersebut secara gamblang menunjukkan bagaimana Leviev menggunakan skema Ponzi, yaitu skema investasi bodong yang mengandalkan dana dari investor baru untuk membayar investor lama. Ia menyebabkan kerugian finansial yang sangat besar, diperkirakan mencapai US$1 miliar, dari berbagai individu dan bank di seluruh dunia. Korban-korbannya berasal dari berbagai negara, termasuk Norwegia, Finlandia, dan Swedia.
Kronologi Penangkapan di Georgia
Penangkapan Leviev di Bandara Batumi, Georgia, pada Senin (15/9) menjadi puncak dari perburuan panjang Interpol. Meskipun detail spesifik mengenai bagaimana ia terlacak belum sepenuhnya terungkap, jelas bahwa kerja sama internasional memegang peranan penting. Penangkapan ini mengirimkan pesan kuat bahwa kejahatan lintas negara tidak akan luput dari hukum.
Saat ditangkap, Leviev dilaporkan sedang bepergian, yang sesuai dengan gaya hidupnya yang nomaden. Pihak berwenang Georgia bergerak cepat setelah menerima permintaan dari Interpol, memastikan bahwa sang "Tinder Swindler" tidak dapat lagi melarikan diri. Proses hukum selanjutnya diperkirakan akan melibatkan ekstradisi dan pengadilan di negara-negara tempat ia melakukan kejahatan.
Jejak Kriminal Simon Leviev di Masa Lalu
Ini bukanlah kali pertama Simon Leviev berurusan dengan hukum. Ia memiliki rekam jejak kriminal yang cukup panjang. Sebelumnya, pada tahun 2019, Leviev pernah ditangkap di Yunani dan kemudian diekstradisi ke Israel, negara asalnya. Di sana, ia dijatuhi hukuman 15 bulan penjara.
Hukuman tersebut diberikan atas berbagai dakwaan, termasuk penipuan, pemalsuan, dan pencurian. Namun, yang mengejutkan, Leviev hanya menjalani lima bulan dari masa hukumannya. Pembebasan dini ini terjadi karena merebaknya pandemi Covid-19, yang menyebabkan banyak narapidana dibebaskan lebih awal untuk mengurangi kepadatan penjara.
Harapan Korban dan Pelajaran Berharga
Penangkapan Simon Leviev ini membawa secercah harapan bagi para korbannya yang telah kehilangan segalanya. Meskipun uang mereka mungkin sulit kembali, setidaknya ada keadilan yang mulai terwujud. Kisah Leviev menjadi pengingat penting akan bahaya penipuan di dunia maya, terutama di aplikasi kencan.
Pelajaran berharga yang bisa diambil dari kasus "The Tinder Swindler" adalah pentingnya kehati-hatian dan verifikasi dalam berinteraksi dengan orang asing secara daring. Jangan mudah terbuai oleh janji-janji manis atau tampilan kemewahan yang belum tentu nyata. Selalu waspada terhadap permintaan uang, terutama dari orang yang baru dikenal.
Kisah Simon Leviev juga menunjukkan kekuatan media, khususnya dokumenter, dalam mengungkap kebenaran dan mendorong keadilan. Dokumenter Netflix tidak hanya menghibur, tetapi juga berhasil memicu perburuan global yang akhirnya berujung pada penangkapan sang penipu ulung ini. Ini adalah kemenangan bagi para korban dan peringatan bagi para penipu lainnya.


















