Hyundai kembali membuat gebrakan di panggung otomotif global dengan memperkenalkan "Concept Three" di ajang Munich Motor Show. Prototipe hatchback listrik futuristik ini santer disebut-sebut sebagai cikal bakal dari Hyundai Ioniq 3, model yang digadang-gadang akan menjadi ujung tombak Hyundai dalam perebutan pasar mobil listrik kompak di seluruh dunia. Kehadirannya sontak menarik perhatian, memberi sinyal kuat tentang arah desain dan teknologi EV Hyundai di masa depan.
Menguak Identitas "Concept Three": Calon Ioniq 3?
Meskipun masih berstatus purwarupa, Concept Three telah memicu spekulasi bahwa inilah gambaran awal dari Hyundai Ioniq 3. Model ini secara spesifik ditujukan untuk pasar otomotif Eropa, menunjukkan ambisi Hyundai untuk memperkuat posisinya di segmen EV yang sangat kompetitif di benua tersebut. Namun, jangan kaget jika versi produksinya nanti akan sedikit berbeda dari konsep yang dipamerkan.
Perubahan dari konsep ke produksi adalah hal yang lumrah dalam industri otomotif, terutama untuk menyesuaikan dengan regulasi, biaya, dan kepraktisan. Meski begitu, Hyundai menegaskan bahwa fundamental dan esensi desain dari Concept Three akan tetap dipertahankan pada Ioniq 3. Ini berarti kita bisa berharap banyak dari desain revolusioner yang ditawarkan.
Arsitektur Canggih dan Pilihan Drivetrain
Di balik desainnya yang memukau, Concept Three dibangun di atas arsitektur E-GMP 400V. Platform ini bukanlah barang baru, karena juga digunakan pada Kia EV3, menunjukkan sinergi kuat dalam grup Hyundai-Kia. Penggunaan platform yang sama ini mengindikasikan bahwa Ioniq 3 nantinya akan memiliki pilihan drivetrain dan baterai yang serupa dengan Kia EV3.
Arsitektur E-GMP (Electric-Global Modular Platform) sendiri dikenal karena fleksibilitasnya, memungkinkan pengembangan berbagai jenis kendaraan listrik dengan efisiensi tinggi. Ini juga menjanjikan performa yang solid dan kemampuan pengisian daya yang cepat, fitur krusial yang dicari konsumen di pasar EV saat ini.
Filosofi Desain "Art of Steel": Tegas dan Berkarakter
Salah satu sorotan utama dari Concept Three adalah bahasa desain baru Hyundai yang mereka sejuluki "Art of Steel". Filosofi ini secara fundamental menekankan penggunaan baja sebagai material utama, yang diterjemahkan menjadi bentuk yang lebih tegas, berkarakter, dan menonjol. Desain ini bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang bagaimana material dapat diolah untuk menciptakan identitas visual yang kuat.
Simon Loasby, Kepala Desain Hyundai, menjelaskan bahwa baik tema "Art of Steel" maupun "Furnished Space" adalah bagian dari upaya Hyundai untuk memperlakukan material dengan cara yang lebih alami. Ini menunjukkan pendekatan holistik dalam desain, di mana material tidak hanya berfungsi tetapi juga berkontribusi pada narasi artistik kendaraan. Desain ini diharapkan mampu memberikan kesan premium dan modern pada Ioniq 3.
Bocoran dari Sang Desainer: Apa yang Berubah dari Konsep ke Produksi?
Simon Loasby sendiri memberikan beberapa bocoran menarik mengenai persamaan dan perbedaan antara Concept Three dan versi produksi Ioniq 3. Pengakuan langsung dari sang desainer ini tentu saja menjadi informasi berharga bagi para penggemar otomotif yang penasaran. Ada beberapa aspek yang akan disesuaikan, namun esensi utamanya akan tetap sama.
Perbedaan Mencolok:
Loasby mengungkap bahwa Ioniq 3 tidak akan selebar Concept Three, yang memiliki lebar 1.968 mm dan tinggi 1.465 mm. Penyesuaian ini kemungkinan besar dilakukan untuk kepraktisan berkendara di perkotaan dan efisiensi produksi. Selain itu, pintu bergaya gullwing yang mencolok pada Concept Three dipastikan tidak akan disematkan pada Ioniq 3 versi produksi, digantikan dengan pintu konvensional yang lebih fungsional.
Fitur yang Dipertahankan:
Meski ada beberapa perubahan, Hyundai tetap berkomitmen untuk mempertahankan elemen desain ikonik dari Concept Three. Lampu depan minimalis yang terlihat pada konsep akan tetap dihadirkan di Ioniq 3, memberikan tampilan modern dan bersih. Grafis piksel yang menjadi ciri khas keluarga Ioniq juga akan dipertahankan, menjadikannya salah satu elemen visual yang kuat dan mudah dikenali.
Interior "Furnished Space": Kabin Rasa Ruang Tamu
Tidak hanya eksterior, bagian kabin Ioniq 3 juga akan mengusung filosofi desain yang unik, yaitu "Furnished Space". Filosofi ini bertujuan untuk menciptakan ruang kabin yang terasa seperti dipahat dan dihias layaknya ruang tamu yang nyaman dan personal. Material dan desain interior nantinya akan dirancang dengan sangat detail, memberikan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan dan berkelas.
Hyundai juga akan memperkenalkan pendekatan antarmuka multimedia baru pada Ioniq 3. Mereka berencana untuk menambahkan lebih banyak tombol fisik di sekitar pengemudi. Langkah ini diambil untuk memastikan pengemudi tetap bisa fokus ke jalanan, mengurangi gangguan yang mungkin timbul dari layar sentuh sepenuhnya. Ini adalah respons terhadap masukan konsumen yang menginginkan kemudahan akses fitur tanpa harus mengalihkan pandangan terlalu lama.
Ambisi Hyundai: Dominasi Pasar EV Kompak Global
Dengan segala inovasi dan pendekatan desain yang berani, Hyundai menaruh harapan besar pada Ioniq 3. Mereka berharap model baru ini akan menjadi ujung tombak dalam perebutan pasar compact EV di pasar global. Segmen mobil listrik kompak diprediksi akan menjadi salah satu segmen paling ramai dan kompetitif di masa depan, mengingat kebutuhan akan kendaraan yang efisien, ramah lingkungan, dan cocok untuk mobilitas perkotaan.
Kehadiran Ioniq 3 diharapkan dapat memperkuat lini produk EV Hyundai, melengkapi Ioniq 5 dan Ioniq 6 yang sudah lebih dulu sukses di pasaran. Dengan kombinasi desain futuristik, teknologi canggih, dan fokus pada pengalaman pengguna, Ioniq 3 siap menjadi pemain kunci yang akan mengguncang dominasi di segmen mobil listrik kompak. Kita tunggu saja kehadirannya di jalanan!


















