Siapa sangka, sebuah klub taekwondo di Bekasi kini tengah jadi sorotan? Taekwondo Valentino Club (TVC) baru-baru ini menerima apresiasi istimewa dari Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis. Apresiasi ini diberikan atas pelaksanaan program hibah penelitian dan pengabdian masyarakat tahun 2025 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Program ini bukan sekadar hibah biasa. Fokus utamanya adalah pendampingan penerapan teknologi digital. Tujuannya jelas: untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan dan produktivitas klub olahraga. Bayangkan saja, dari urusan administrasi hingga data atlet, semua kini bisa dikelola dengan lebih canggih dan terintegrasi.
Transformasi Digital: Kunci Peningkatan Efektivitas Klub
Willem Yanes Aldenhoven, Ketua Umum Taekwondo Valentino Club, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyampaikan bahwa inisiatif digitalisasi yang digagas oleh tim dosen dan mahasiswa UNM ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap pengembangan klubnya. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi TVC.
"Saya selaku Ketua Umum Valentino Club, mewakili seluruh pengurus dan anggota, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim UNM atas program digitalisasi yang diberikan," ujar Willem dengan penuh semangat. Menurutnya, program ini menjadi sangat krusial bagi klub.
Salah satu tujuan utama dari digitalisasi ini adalah untuk memperluas jaringan klub. Tidak hanya di tingkat lokal Bekasi saja, tetapi juga merambah hingga ke kancah nasional. Dengan sistem yang lebih modern, TVC kini bisa lebih mudah dikenal dan dijangkau oleh calon atlet maupun mitra di seluruh Indonesia.
Dampak Nyata di Lapangan: Jaringan Luas, Tata Kelola Modern
Taekwondo Valentino Club sendiri bukan klub kaleng-kaleng. Mereka adalah salah satu komunitas taekwondo berprestasi di Bekasi Selatan yang sudah memiliki rekam jejak panjang. Kolaborasi dengan UNM pun bukan baru kemarin sore, melainkan sudah terjalin dalam berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan selama bertahun-tahun.
Willem menuturkan bahwa hubungan kerja sama yang erat ini telah berlangsung beberapa tahun dan terus berkembang hingga saat ini. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang dari kedua belah pihak untuk saling mendukung dan memajukan dunia olahraga.
"UNM dan Valentino Club sudah menjalin kerja sama selama beberapa tahun dan terus berlanjut sampai sekarang," tambah Willem. Ia merasakan betul perubahan positif yang terjadi. "Dengan adanya program ini, klub kami jadi lebih modern, teratur, dan mudah diakses," jelasnya.
Sistem Digital yang Mengubah Segalanya
Program hibah ini secara spesifik mengedepankan pengembangan sistem manajemen digital yang komprehensif. Sistem ini dirancang untuk membantu pengurus klub dalam berbagai aspek pengelolaan. Mulai dari administrasi harian, pencatatan data atlet secara detail, pengaturan jadwal latihan yang fleksibel, hingga dokumentasi prestasi yang terintegrasi.
Bayangkan saja, dulu mungkin pengurus harus pusing dengan tumpukan berkas manual, mencatat kehadiran satu per satu, atau kesulitan melacak perkembangan atlet. Kini, semua itu berubah 180 derajat. Dengan satu sistem terpadu, semua informasi penting bisa diakses dengan cepat dan akurat.
Sistem digital ini juga diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme klub secara keseluruhan. Di era serba digital ini, klub olahraga pun dituntut untuk adaptif dan efisien. TVC kini mampu menunjukkan bahwa mereka adalah wadah pembinaan atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Sinergi Pendidikan dan Olahraga yang Berkelanjutan
Lebih dari sekadar efisiensi, Willem juga menekankan bahwa kerja sama yang berkelanjutan dengan UNM ini membawa dampak yang lebih dalam. Ini tidak hanya memperkuat tata kelola organisasi, tetapi juga menumbuhkan motivasi baru di kalangan atlet dan pelatih.
"Kerja sama yang berkelanjutan ini harapannya bisa menambah semangat atlet dan pelatih untuk terus berprestasi," tutup Willem. Ketika sebuah klub memiliki sistem yang rapi, transparan, dan modern, atlet dan pelatih tentu akan merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik. Mereka tahu bahwa upaya mereka didukung oleh infrastruktur yang solid.
Taopik Hidayat, Ketua Pelaksana program, juga turut angkat bicara. Ia mengatakan bahwa kolaborasi antara UNM dan Taekwondo Valentino Club ini menjadi contoh nyata sinergi yang positif. Ini adalah bukti bagaimana dunia pendidikan dan komunitas olahraga bisa bekerja sama untuk menciptakan perubahan positif berbasis teknologi.
Visi Masa Depan: Profesionalisme dan Prestasi Nasional
"Melalui dukungan hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) 2025, kedua pihak berkomitmen terus mengembangkan inovasi yang mendorong profesionalisme dan prestasi di dunia olahraga nasional," kata Taopik. Pernyataan ini dikutip pada Ahad (12/10/2025), menunjukkan bahwa program ini memiliki visi jangka panjang yang ambisius.
Kolaborasi ini bukan hanya tentang Taekwondo Valentino Club saja. Ini adalah model yang bisa ditiru oleh klub olahraga lain di Indonesia. Dengan sentuhan digital dan dukungan akademisi, setiap komunitas olahraga memiliki potensi untuk "naik level" dan berkontribusi lebih besar bagi prestasi bangsa.
UNM dan Taekwondo Valentino Club telah membuktikan bahwa teknologi bukan hanya untuk bisnis atau pendidikan formal, tetapi juga bisa menjadi katalisator bagi kemajuan olahraga. Siapa tahu, atlet-atlet yang lahir dari sistem digital ini akan menjadi kebanggaan Indonesia di kancah internasional, siap mengibarkan bendera Merah Putih dengan gagah berani!


















