Cyber University baru saja mengukir sejarah dan membuat nama Indonesia bangga di kancah internasional. Melalui perhelatan akbar Awarding Ceremony ECTION 2.0, kampus ini berhasil mencetak juara pertama dalam kompetisi pidato bahasa Inggris se-ASEAN. Ini adalah bukti nyata bahwa potensi pemuda Indonesia tak ada batasnya.
Acara puncak yang digelar pada Sabtu (27/9/2025) lalu ini menjadi penutup manis dari kompetisi bergengsi tersebut. ECTION 2.0 sendiri merupakan inisiatif luar biasa dari English Club dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Cyber University, berkolaborasi dengan Jakarta International English (JIE).
ECTION 2.0: Panggung Pemuda Global
Kompetisi pidato bahasa Inggris ini mengusung tema yang sangat relevan dan inspiratif: "Empowering Global Youth: Voices for a Better Future". Tema ini mengajak para pemuda dari berbagai negara untuk menyuarakan ide-ide cemerlang mereka demi masa depan yang lebih baik. Sebuah panggilan untuk menjadi agen perubahan, bukan hanya penonton.
Yang menarik, acara ini diselenggarakan secara hybrid, menggabungkan kehadiran fisik di Auditorium Cyber University dan partisipasi daring melalui Zoom Meeting. Format inovatif ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas, memastikan peserta dari berbagai universitas di negara-negara ASEAN dapat berpartisipasi dan menyaksikan secara langsung tanpa hambatan geografis.
Kehadiran delegasi dari Universiti Teknologi Petronas (UTP) Malaysia, mahasiswa Cyber University, dan komunitas JIE semakin memeriahkan suasana. Mereka semua berkumpul, baik secara langsung maupun virtual, untuk merayakan semangat kompetisi dan kolaborasi internasional. Ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjembatani perbedaan dan menyatukan visi.
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Ajang Inspirasi
Para finalis yang tampil di panggung ECTION 2.0 benar-benar menunjukkan kemampuan retorika yang mengesankan. Mereka tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga mampu menyampaikan ide-ide solutif terkait isu-isu global yang kompleks. Setiap pidato adalah sebuah seruan, sebuah visi, dan sebuah harapan.
Atmosfer kompetitif memang terasa kental, namun di balik itu, semangat persahabatan dan kolaborasi justru lebih menonjol. Para pemuda ini membuktikan bahwa mereka bukan hanya ingin bersaing, tetapi juga ingin belajar dan tumbuh bersama. Mereka adalah cerminan dari generasi yang siap menjadi agen perubahan di masa depan.
Topik-topik yang diangkat pun sangat beragam, mulai dari perubahan iklim, kesetaraan gender, inovasi teknologi, hingga pentingnya pendidikan inklusif. Setiap peserta membawa perspektif unik dari negaranya, memperkaya diskusi dan membuka wawasan baru bagi semua yang hadir. Ini adalah edukasi dalam bentuk yang paling dinamis.
Rangkaian Acara yang Penuh Warna
Rangkaian acara Awarding Ceremony ECTION 2.0 tidak hanya diisi dengan pidato-pidato serius. Pembukaan resmi yang meriah, sambutan hangat dari panitia, perwakilan JIE, dan pimpinan universitas menjadi awal yang menjanjikan. Mereka semua menyampaikan apresiasi atas partisipasi dan semangat para pemuda.
Selain itu, ada pula sesi talk show yang inspiratif, penampilan musik yang memukau, dan pemutaran video proyek peserta yang kreatif. Semua elemen ini dirancang untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan mendidik, memastikan bahwa setiap detik acara penuh makna dan tidak membosankan. Ini adalah perpaduan sempurna antara hiburan dan edukasi.
Sesi talk show menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, memberikan wawasan tambahan tentang kepemimpinan pemuda dan isu-isu global. Penampilan musik juga menambah semarak acara, menunjukkan bakat lain dari mahasiswa dan menciptakan momen relaksasi di tengah ketegangan kompetisi. Semua terangkai harmonis.
Momen Puncak: Pengumuman Juara yang Mendebarkan
Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu tentu saja adalah Awarding Ceremony. Suasana tegang namun penuh harap menyelimuti auditorium saat nama-nama pemenang diumumkan. Semua mata tertuju pada panggung, menantikan siapa yang akan membawa pulang gelar juara.
Dan akhirnya, tiga peserta terbaik diumumkan dan menerima penghargaan yang layak. Sorakan kegembiraan dan tepuk tangan meriah memenuhi ruangan, merayakan kerja keras dan dedikasi para pemenang. Ini adalah momen pengakuan atas bakat dan persiapan yang matang.
Mirakel Blessia R.R., mahasiswa kebanggaan Cyber University, berhasil meraih Juara Pertama! Sebuah pencapaian luar biasa yang membuktikan kualitas pendidikan dan pembinaan di kampus ini. Kemenangan ini bukan hanya untuk Mirakel, tetapi juga untuk seluruh civitas academica Cyber University dan Indonesia.
Sementara itu, Arissa Farhana binti Haelmy dan Muhammad Azhan bin Muhammad Nazam dari Universiti Teknologi Petronas, Malaysia, masing-masing meraih Juara Kedua dan Juara Ketiga. Prestasi mereka juga patut diacungi jempol, menunjukkan kualitas talenta dari negara tetangga dan memperkuat ikatan persahabatan antar-negara ASEAN.
Kebanggaan Cyber University: Lebih dari Sekadar Kampus Fintech
Kepala Kampus Cyber University, Setiaji, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas prestasi mahasiswanya. "Mahasiswa kami meraih juara 1," ujarnya dengan senyum lebar dalam rilis yang diterima pada Kamis (9/10/2025). Kemenangan ini menjadi penegas bahwa Cyber University bukan hanya unggul di bidang teknologi finansial.
Setiaji juga menekankan relevansi tema ECTION 2.0 dalam mendorong perubahan positif. "Dengan mengusung tema yang relevan dan berdampak, ECTION 2.0 membuktikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan medium penyampai nilai dan perubahan," kata dia. Ini adalah filosofi yang dipegang teguh oleh Cyber University.
Visi ini sejalan dengan identitas Cyber University sebagai Kampus Fintech Pertama di Indonesia. Mereka tidak hanya mencetak ahli teknologi, tetapi juga pemimpin masa depan yang mampu berkomunikasi efektif dan membawa dampak positif bagi masyarakat global. Kemenangan ini adalah bukti nyata dari visi tersebut.
Menembus Batas Geografis, Membangun Jaringan Global
Melalui ECTION 2.0, Cyber University dan JIE tidak hanya berhasil mengembangkan kemampuan public speaking mahasiswa. Lebih dari itu, mereka juga sukses membangun jejaring internasional yang progresif dan berkelanjutan. Ini adalah investasi berharga untuk masa depan para mahasiswa dan institusi.
Pelaksanaan acara secara hybrid menjadi bukti konkret bahwa dunia pendidikan telah melampaui batas-batas geografis. Pembelajaran dan kolaborasi kini bisa terjadi di mana saja, kapan saja, membuka peluang tak terbatas bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia. Masa depan pendidikan ada di sini.
Semangat pemuda untuk menyuarakan masa depan yang lebih baik akan terus bergema, dan platform seperti ECTION 2.0 adalah wadah yang sempurna. Cyber University telah menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat keunggulan teknologi, tetapi juga mercusuar bagi pengembangan kepemimpinan dan komunikasi global. Ini adalah langkah maju yang patut diapresiasi.


















