Dunia politik Indonesia kembali dihebohkan dengan sebuah drama yang melibatkan Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru dilantik, Purbaya Yudhi Sadewa. Belum genap seminggu menjabat, Purbaya sudah menjadi sorotan utama, bahkan disebut sebagai "orang paling viral" se-Indonesia. Momen ini terjadi saat rapat kerja perdananya dengan Komisi XI DPR RI, yang langsung diwarnai sindiran pedas dari para anggota legislatif.
Debut Panas di Senayan: Menkeu Purbaya Langsung Disindir Legislator
Ruang rapat Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/9/2025) menjadi saksi bisu awal mula "kegaduhan" ini. Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru dua hari resmi menjabat sebagai Menkeu, harus menghadapi serangkaian pertanyaan dan kritik dari para wakil rakyat. Salah satu sindiran paling menohok datang dari legislator PDIP, Harris Turino.
Dengan nada menyindir, Harris Turino langsung menyapa Purbaya. "Ini pertama-tama selamat pak, dua hari jadi menteri, sekaligus dua hari bapak jadi orang yang paling viral seluruh Indonesia," ucap Harris, memecah suasana rapat yang seharusnya fokus pada kebijakan fiskal. Sindiran ini sontak menarik perhatian, menandai awal jabatan Purbaya yang penuh tantangan.
Pangkal Kontroversi: Pernyataan "17+8" yang Bikin Geger Publik
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa langsung viral dan menjadi buah bibir? Pangkal masalahnya terletak pada responsnya terhadap tuntutan "17+8" yang mencuat pasca-aksi demonstrasi besar. Pernyataannya yang terkesan meremehkan tuntutan tersebut, langsung memicu gelombang kritik dari berbagai pihak.
Purbaya sebelumnya menyebut bahwa tuntutan itu hanyalah "suara sebagian kecil masyarakat Indonesia." Tak hanya itu, ia bahkan sempat melontarkan komentar yang dianggap kontroversial. "Once, saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen (tuntutan) itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," ujar Purbaya pada Senin (8/9/2025), sesaat setelah dilantik. Pernyataan inilah yang kemudian menyebar luas dan menjadi pemicu utama kegaduhan di media sosial.
Tak Hanya Viral, Proyeksi Ekonomi Menkeu Juga Dicecar DPR
Selain soal pernyataan viral, optimisme Purbaya terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional 2026 yang ditargetkan mampu mencapai 5,4% juga tak luput dari cecaran Harris Turino. Legislator PDIP itu mempertanyakan dasar optimisme tersebut, mengingat kondisi riil di lapangan yang masih jauh dari kata ideal. Harris menyoroti berbagai masalah ekonomi yang masih membelit masyarakat.
"PHK masih terjadi Pak, pengangguran walaupun turun ya, masih terasa di masyarakat angka kemiskinan juga walaupun turun, masyarakat daya belinya masih susah," tegas Harris. Ia juga mengingatkan Menkeu Purbaya untuk menjaga ketat defisit APBN yang mencapai 2,48%, serta mewaspadai utang jatuh tempo yang cukup tinggi tahun ini dan tekanan internasional yang belum positif. Kritik ini menunjukkan betapa beratnya tugas yang diemban Purbaya di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Menkeu Purbaya Minta Maaf dan Klarifikasi Maksud Pernyataannya
Menyadari dampak dari pernyataannya yang viral, Purbaya Yudhi Sadewa tak buang waktu untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku bahwa ada kekeliruan dalam penyampaian pesannya dan berusaha meluruskan maksud sebenarnya. Permintaan maaf ini disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, sehari sebelum rapat kerja dengan DPR.
Purbaya menjelaskan, maksud pernyataannya bukan berarti hanya sebagian kecil rakyat saja yang merasa susah. Ia ingin menyampaikan bahwa jika ekonomi tertekan, justru akan banyak masyarakat yang merasa kesulitan, bahkan sampai memunculkan aksi demonstrasi. "Bukan sebagian kecil. Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, kebanyakan masyarakat yang merasa susah, bukan sebagian kecil ya. Mungkin sebagian besar kalau sudah sampai turun ke jalan. Jadi kuncinya di situ," jelas Purbaya, berusaha mengklarifikasi.
Kaget Jadi Sorotan Nasional, Purbaya Jadikan Pelajaran Berharga
Menkeu Purbaya mengaku cukup terkejut dengan respons publik yang begitu masif terhadap pernyataannya. Ia tidak menyangka bahwa ucapannya akan menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di berbagai platform media sosial. Namun, Purbaya memilih untuk melihat kejadian ini sebagai sebuah proses pembelajaran yang berharga.
"Kaget juga. Tapi kan ini proses edukasi ke publik. Ya nggak apa-apa. Saya juga sama. Kalau saya salah, saya perbaiki," tuturnya. Purbaya menegaskan bahwa ia akan memperbaiki gaya komunikasinya ke publik agar tidak lagi menimbulkan salah paham. Ia juga kembali menekankan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk meremehkan kesulitan yang dialami oleh masyarakat.
Janji Menkeu untuk Kesejahteraan dan Lapangan Kerja yang Lebih Baik
Di tengah badai kritik dan viralitas yang menerpa, Purbaya Yudhi Sadewa tetap berkomitmen penuh untuk menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan. Ia berjanji akan fokus pada upaya pemulihan perekonomian nasional demi menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di Indonesia. Ini adalah visi utamanya, untuk memastikan kesejahteraan bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
"Ada sesuatu yang bisa diperbaiki yang membuat mereka nanti lebih mudah mencari kerjaan. Bukan mereka ya. Semuanya, masyarakat, bisa sejahtera bersama. Itu tujuannya utamanya sebetulnya," sambung Purbaya. Tantangan besar menanti di depan mata bagi Menkeu yang baru ini. Akankah Purbaya mampu membuktikan janjinya dan membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia, sekaligus belajar dari pengalaman pahit di awal jabatannya? Hanya waktu yang akan menjawab.


















