banner 728x250

Terkuak! LUKW UMJ & INDOPOSCO Siapkan 32 Jurnalis Unggul Hadapi Era Digital

terkuak lukw umj indoposco siapkan 32 jurnalis unggul hadapi era digital portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Dunia jurnalistik terus bergerak dinamis, menuntut para pegiatnya untuk selalu relevan dan kompeten. Menjawab tantangan ini, Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Muhammadiyah Jakarta berkolaborasi dengan INDOPOSCO, sukses menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-17. Acara bergengsi ini menjadi bukti nyata komitmen kedua institusi dalam mencetak jurnalis berkualitas yang siap bersaing di era informasi serba cepat.

UKW Angkatan ke-17 ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah platform penting bagi para jurnalis untuk mengasah kemampuan. Sebanyak 32 wartawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia turut serta, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap peningkatan profesionalisme. Mereka berkumpul di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMJ, Jakarta, selama dua hari penuh.

banner 325x300

Tepatnya pada Sabtu dan Minggu, 4-5 Oktober 2025, suasana di FISIP UMJ dipenuhi semangat belajar dan berbagi pengalaman. Para peserta menjalani serangkaian materi uji yang dirancang khusus untuk mengukur dan meningkatkan standar kompetensi mereka. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap berita yang disajikan kepada publik berasal dari tangan-tangan profesional.

Pentingnya uji kompetensi wartawan tidak bisa diremehkan, terutama di tengah banjir informasi saat ini. UKW memastikan bahwa jurnalis memiliki pemahaman mendalam tentang etika, teknik peliputan, penulisan, hingga verifikasi fakta. Dengan begitu, masyarakat akan menerima informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Inilah mengapa dukungan terhadap gelaran UKW sangat besar dari berbagai pihak. Acara semacam ini menjadi wahana efektif untuk terus mendorong kualitas dan integritas pers nasional. Pada akhirnya, kompetensi jurnalis yang teruji akan berbanding lurus dengan kepercayaan publik terhadap media.

Kolaborasi Strategis LUKW UMJ dan INDOPOSCO

Kemitraan antara LUKW UMJ dan INDOPOSCO dalam penyelenggaraan UKW Angkatan ke-17 ini patut diacungi jempol. LUKW UMJ, sebagai lembaga yang kredibel, membawa standar uji kompetensi yang ketat dan terukur. Sementara itu, INDOPOSCO memberikan dukungan penuh, memperkuat sinergi untuk mencapai tujuan bersama.

Kolaborasi ini bukan hanya sekadar penyelenggaraan acara, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan jurnalisme Indonesia. Kedua belah pihak memiliki visi yang sama: menciptakan ekosistem pers yang sehat, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Sinergi ini diharapkan bisa menjadi model bagi lembaga lain untuk turut serta dalam upaya serupa.

Meningkatkan Kualitas Pers Nasional

Manfaat dari kolaborasi ini jelas terasa bagi kemajuan pers di Indonesia. Dengan adanya UKW yang berkualitas, para jurnalis mendapatkan kesempatan untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Ini adalah proses berkelanjutan yang esensial untuk menjaga relevansi profesi jurnalis di tengah gempuran teknologi dan informasi.

Pada akhirnya, peningkatan kompetensi individu jurnalis akan berdampak positif pada kualitas pemberitaan secara keseluruhan. Masyarakat akan disuguhkan informasi yang lebih mendalam, terverifikasi, dan disajikan dengan standar etika jurnalistik yang tinggi. Ini adalah fondasi penting untuk membangun masyarakat yang cerdas dan kritis.

Dukungan Penuh dari Muhammadiyah

Komitmen terhadap kemajuan pers juga datang dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dr. Roni Tabroni, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dan kerja sama berkelanjutan dengan mitra seperti INDOPOSCO. Baginya, kolaborasi adalah kunci untuk terus bergerak maju.

Dalam pidato penutupan UKW Angkatan ke-17, Dr. Roni juga menyampaikan kabar baik bagi para jurnalis senior. LUKW UMJ membuka kesempatan emas bagi wartawan jenjang utama untuk mengikuti program Training of Trainer (ToT). Program ini akan membekali mereka agar bisa melebarkan sayap menjadi seorang penguji kompetensi wartawan.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi jurnalis aktif, tetapi juga pada regenerasi penguji. Dengan begitu, standar kualitas UKW dapat terus terjaga dan bahkan ditingkatkan. Ini adalah salah satu jalan bagi Muhammadiyah untuk berdakwah dan berkontribusi nyata dalam bidang jurnalistik.

Sinyal Positif dari INDOPOSCO

Respons positif terhadap ajakan kerja sama berkelanjutan juga datang dari pihak INDOPOSCO. Juni Armanto, S.Sos., selaku Plt Direktur Utama INDOPOSCO, memberikan sinyal kuat untuk terus melanjutkan kolaborasi dengan LUKW UMJ dalam penyelenggaraan UKW di masa mendatang. Ini adalah indikasi kuat bahwa kemitraan ini saling menguntungkan dan produktif.

Keberlanjutan kerja sama ini akan menjadi angin segar bagi dunia pers Indonesia. Dengan dukungan dua institusi yang solid, diharapkan lebih banyak lagi jurnalis yang dapat mengikuti UKW dan meningkatkan kompetensinya. Ini adalah langkah konkret menuju ekosistem media yang lebih profesional dan terpercaya.

Pengalaman Peserta: Belajar dari Para Ahli

Salah satu indikator keberhasilan sebuah program adalah testimoni dari para pesertanya. Nelly, seorang peserta UKW jenjang utama, mengungkapkan kepuasannya selama mengikuti uji kompetensi ini. Ia merasa mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman baru yang sangat berharga.

Nelly secara khusus memuji peran Dr. Asep Setiawan, MA, salah satu penguji berpengalaman dalam UKW tersebut. "Beliau sangat mempermudah kami. Selama UKW kami sangat menikmati gaya komunikasi beliau yang sangat smooth dan memotivasi," ungkap Nelly dengan antusias. Penguji yang kompeten dan suportif memang menjadi kunci keberhasilan proses belajar.

Pengalaman Nelly ini mencerminkan bagaimana penguji yang berkualitas dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan efektif. Selain itu, ia juga tidak lupa mengingatkan seluruh wartawan peserta UKW untuk terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Ini adalah pesan penting yang harus selalu diingat dalam setiap tugas peliputan.

Kode Etik Jurnalistik bukan hanya sekadar aturan, melainkan fondasi utama integritas seorang jurnalis. Dengan memegang teguh kode etik, jurnalis tidak hanya menghasilkan berita yang akurat, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Pesan Nelly ini menjadi pengingat kolektif bagi seluruh insan pers.

Masa Depan Jurnalisme Indonesia

Gelaran UKW Angkatan ke-17 oleh LUKW UMJ dan INDOPOSCO ini adalah cerminan dari semangat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas. Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disinformasi, peran jurnalis yang kompeten menjadi semakin vital. Mereka adalah garda terdepan dalam menyajikan kebenaran.

Dengan adanya program-program seperti ini, masa depan jurnalisme Indonesia tampak lebih cerah. Generasi jurnalis yang teruji dan berintegritas akan mampu membawa perubahan positif. Mereka akan menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang informatif, kritis, dan berdaya.

Oleh karena itu, upaya kolaboratif antara lembaga pendidikan, organisasi pers, dan pihak swasta harus terus digalakkan. Ini adalah investasi tak ternilai untuk menjaga kualitas demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. Semoga semakin banyak jurnalis yang terinspirasi untuk terus belajar dan mengasah kemampuannya demi kemajuan bangsa.

banner 325x300