banner 728x250

Indomobil Akuisisi Pabrik Nissan Purwakarta: Sinyal Kuat Jadi Pusat Produksi Mobil Listrik Masa Depan?

indomobil akuisisi pabrik nissan purwakarta sinyal kuat jadi pusat produksi mobil listrik masa depan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) baru saja membuat gebrakan besar di industri otomotif nasional. Mereka secara resmi mengakuisisi saham Nissan Motor Indonesia (NMI) dari prinsipalnya, Nissan Motor Co., Ltd. Langkah strategis ini bukan sekadar tentang Nissan, melainkan sebuah visi ambisius untuk masa depan produksi otomotif di Tanah Air.

Mengapa Indomobil Membutuhkan Pabrik Nissan?

banner 325x300

Direktur Utama IMAS, Jusak Kertowidjojo, mengungkapkan alasan utama di balik keputusan akuisisi ini. Menurutnya, Indomobil sangat membutuhkan pusat produksi baru untuk menopang berbagai merek otomotif yang kini berada di bawah naungannya.

"Kami perlu pabrik itu, karena kami (punya) banyak merek," kata Jusak di Jakarta, Rabu (10/9). Pernyataan ini menegaskan betapa krusialnya fasilitas produksi bagi ekspansi Indomobil.

Bayangkan saja, Indomobil kini menaungi deretan merek mobil penumpang dan komersial yang sangat beragam. Mulai dari Maxus, JAC Motors, GWM, Changan, Jeep, Mercedes-Benz, Aion, Citroen, Land Rover, Jaguar, Kia, Suzuki, Nissan, Volvo, Hino, Volkswagen, hingga yang terbaru Hongqi.

Dengan portofolio merek sebanyak itu, memiliki pabrik sendiri menjadi keharusan untuk efisiensi dan fleksibilitas produksi. Akuisisi pabrik Nissan Purwakarta ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak tersebut.

Bukan Sekadar Nissan: Pabrik Multimerek Masa Depan?

Sebelumnya, akuisisi ini sempat memicu spekulasi bahwa Indomobil berencana melokalisasi kembali produksi mobil-mobil Nissan di Indonesia. Namun, Jusak belum bisa memberikan kepastian mengenai hal tersebut.

"Belum tahu (apakah untuk produksi mobil Nissan). Setelah inventarisasi baru bisa dibuat rencana," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang melakukan persiapan dan inventarisasi pabrik yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan.

Ini mengindikasikan bahwa pabrik Purwakarta bisa jadi bukan hanya untuk satu merek, melainkan pusat produksi fleksibel untuk berbagai lini kendaraan Indomobil. Potensi untuk memproduksi berbagai merek di satu fasilitas akan memberikan keuntungan skala ekonomi yang signifikan.

Peran Kunci PT National Assemblers (NA) dan Insentif Mobil Listrik

Akuisisi saham Nissan Motor Co., Ltd. ini dilakukan melalui anak usaha IMAS, yaitu PT National Assemblers (NA). NA bukanlah pemain baru, mereka sudah terdaftar di Kementerian Perindustrian sebagai peserta program insentif mobil listrik impor Completely Built Up (CBU).

Program ini memberikan keuntungan berupa gratis Bea Masuk dan PPnBM untuk impor CBU mobil listrik dari merek-merek seperti Aion, Citroen, Maxus, dan Volkswagen. Namun, ada kewajiban besar di baliknya.

Pada periode 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, NA wajib memproduksi mobil listrik di dalam negeri sesuai jumlah unit yang sudah diimpor CBU keempat merek tersebut. Dengan menguasai 99,9 persen NMI, NA kini memegang kendali penuh atas pabrik Nissan di Purwakarta.

Ini adalah sinyal kuat bahwa pabrik tersebut akan menjadi tulang punggung produksi mobil listrik Indomobil di masa depan, memenuhi komitmen pemerintah dan kebutuhan pasar. Langkah ini sangat strategis mengingat tren global menuju elektrifikasi kendaraan.

Sejarah Pabrik Nissan Purwakarta: Dari Tutup Hingga Bangkit Kembali

Pabrik Nissan di Purwakarta memiliki sejarah yang cukup berliku. Sejak tahun 2020, fasilitas produksi ini telah ditutup permanen sebagai bagian dari strategi efisiensi global perusahaan Nissan. Penutupan ini sempat menyisakan tanda tanya besar tentang masa depan aset tersebut.

Setelah penutupan, Nissan tetap menjalankan bisnis di Indonesia dengan menjual mobil yang didatangkan utuh secara impor. Bahkan, model Livina yang populer pun tidak diproduksi di pabrik Nissan sendiri, melainkan oleh rekan aliansinya, Mitsubishi.

Kini, Indomobil hadir sebagai penyelamat, menghidupkan kembali denyut nadi produksi di Purwakarta. Ini bukan hanya sekadar pembelian aset, melainkan simbol kebangkitan dan potensi baru bagi industri otomotif nasional yang siap menyongsong era kendaraan listrik.

Strategi Jangka Panjang Indomobil Group

Pembelian saham ini, yang tertuang pada Akta Jual Beli Saham No. 80 dan ditandatangani pada 29 Agustus 2024, diharapkan mampu meningkatkan kinerja usaha Indomobil Group secara signifikan. Dokumen akta jual beli saham itu secara eksplisit menyebutkan tujuan ini.

Dengan memiliki fasilitas produksi sendiri, Indomobil dapat lebih fleksibel dalam merespons permintaan pasar, mengoptimalkan biaya produksi, dan mempercepat lokalisasi komponen. Ini adalah langkah krusial untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia yang semakin kompetitif dan dinamis.

Akuisisi pabrik Nissan Purwakarta oleh Indomobil bukan hanya berita besar bagi kedua perusahaan, tetapi juga membawa harapan baru bagi industri otomotif Indonesia. Potensinya sebagai pusat produksi multimerek, terutama untuk kendaraan listrik, akan menjadi pilar penting dalam transisi menuju era mobilitas berkelanjutan. Kita tunggu saja gebrakan Indomobil selanjutnya dari pabrik yang kini kembali berdenyut ini!

banner 325x300