Dua nama dari SMP Cahaya Rancamaya, Faiq Nururrahman Hutrindo dan Celso Al Khairy Firman, sukses mengukir sejarah. Mereka berhasil menyabet Medali Perunggu bergengsi di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang Matematika. Prestasi luar biasa ini bukan hanya mengharumkan nama sekolah, tapi juga membawa kebanggaan bagi Kota Bogor dan Jawa Barat di kancah nasional.
Mengukir Prestasi di Kancah Nasional
Olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada 21-27 September 2025 ini menjadi saksi bisu ketangguhan mereka. Faiq dan Celso menunjukkan bahwa kerja keras dan dedikasi mampu membawa hasil yang membanggakan.
Pencapaian Faiq dan Celso secara gamblang menunjukkan kualitas pembinaan akademik yang solid di SMP Cahaya Rancamaya. Ini sekaligus menjadi bukti nyata potensi besar pelajar di daerah untuk bersaing di level tertinggi.
Perjalanan Panjang Menuju Podium
Medali perunggu yang kini mereka genggam bukanlah hadiah instan yang datang begitu saja. Faiq dan Celso harus melewati serangkaian seleksi yang ketat dan berjenjang. Setiap tahapan menuntut persiapan ekstra dan mental baja.
Dimulai dari seleksi internal sekolah, keduanya kemudian menjalani pembinaan intensif bersama organisasi olimpiade. Setelah itu, mereka melaju ke tingkat Kabupaten/Kota, dan puncaknya, bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat yang dikenal sangat kompetitif.
Strategi Jitu di Final OSN
Pada tahap provinsi, mereka dihadapkan pada soal-soal berlevel tinggi yang benar-benar menguji nalar, ketelitian, serta ketahanan mental. Hanya mereka yang paling siap yang bisa melaju ke babak selanjutnya. Berkat kegigihan dan persiapan matang, Faiq dan Celso berhasil lolos sebagai wakil Jawa Barat ke putaran nasional. Ini adalah sebuah ajang puncak yang mempertemukan para peserta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
Di final OSN, tekanan waktu dan kompleksitas soal menjadi tantangan utama yang harus mereka taklukkan. Namun, mereka mampu menjaga konsistensi performa, mengatur strategi pengerjaan dengan cermat, dan mengelola tekanan dengan baik. Hasilnya? Medali Perunggu yang pantas mereka sabet, menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi mereka yang tak kenal lelah.
Apresiasi dan Kebanggaan dari Sekolah
Irwansyah, Kepala SMP Cahaya Rancamaya, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas capaian luar biasa ini. Ia menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada kedua siswanya. "Kami sangat bangga dengan prestasi Faiq dan Celso," ujarnya dengan haru.
"Keberhasilan ini bukan hanya buah kecerdasan, tetapi juga ketekunan, kerja keras, dan doa serta dukungan orang tua, guru, dan seluruh warga sekolah," tambahnya. Irwansyah menegaskan bahwa perjalanan mereka dari seleksi tingkat sekolah hingga nasional menunjukkan semangat pantang menyerah yang patut dicontoh. "Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani bermimpi dan berusaha keras mewujudkannya," pungkasnya, penuh harap.
Celso: Matematika Itu Menantang dan Memuaskan!
Di balik kilau medali, Celso Al Khairy Firman membagikan pengalamannya yang penuh liku. "Matematika itu menantang, melatih logika, dan memberi kepuasan saat berhasil memecahkan soal," kata Celso, matanya berbinar. Sejak SD, Celso mengaku sudah terbiasa dengan dunia angka. Ia berhasil lolos seleksi Tim OSCAR (Tim Olimpiade Sains Cahaya Rancamaya) berkat fondasi yang kuat.
Namun, tantangan sesungguhnya datang saat OSK dan OSP. "Tantangannya lebih berat, apalagi jika ada nilai yang sama, biasanya yang dipilih yang lebih muda, sementara saya kebetulan paling tua di antara teman sekolah. Jadi saya merasa harus berusaha lebih keras untuk lolos," kenangnya. Di tingkat OSN, persaingan semakin sengit. "Dari ribuan peserta hanya tersisa 50, dan saya harus berjuang keras agar bisa menjadi salah satu juaranya," imbuhnya, menggambarkan intensitas kompetisi.
Celso tak hanya berorientasi pada medali, ia memiliki harapan jangka panjang yang ambisius. "Dengan menjadi medalist OSN Matematika, saya bisa mendapat nilai tambah ketika mencari beasiswa kuliah," paparnya, penuh keyakinan. "Itu diharapkan bisa membuka jalan untuk kuliah di universitas impian saya, seperti NUS di Singapura, agar saya bisa terus mengembangkan diri dan berkontribusi di bidang yang saya tekuni."
Faiq: Dari Angka-angka Hingga Mimpi Internasional
Tak kalah inspiratif, Faiq Nururrahman Hutrindo juga menuturkan kisah yang tak kalah berliku. "Sejak kecil saya tertarik dengan angka-angka. Saat mulai mengikuti olimpiade, saya memutuskan memilih Matematika," ucapnya, mengenang awal mula ketertarikannya. Kemampuan dasar Matematika yang ia miliki sejak SD membantunya melewati seleksi OSCAR dengan relatif mudah.
Namun, di OSN-K, rasa tidak percaya diri sempat menghampiri karena dua kakak kelasnya menjawab lebih banyak. Ditambah lagi, aturan satu sekolah maksimal hanya mengirim dua siswa ke tahap berikutnya. Saat OSN-P, cobaan tak terduga datang: "Komputer saya sempat error beberapa menit sehingga saya mengira akan sulit lolos," katanya, menceritakan momen mendebarkan itu.
Puncak tantangan ada di OSN nasional. "Waktu adalah musuh terbesar: 2,5 jam untuk 5 soal esai. Jadi saya harus menuliskan solusi dengan menyesuaikan gaya jawaban agar sesuai kriteria penilaian juri," jelas Faiq, menggambarkan tekanan yang dihadapinya. Mimpi Faiq tak kalah besar. Ia ingin membanggakan orang tua, mewakili Indonesia di International Mathematical Olympiad (IMO), dan mendapatkan beasiswa di top 10 universitas dunia.
Komitmen SMP Cahaya Rancamaya untuk Talenta Sains
Keberhasilan Faiq dan Celso tentu menjadi pemicu semangat bagi SMP Cahaya Rancamaya. Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pembinaan talenta sains. Mereka percaya bahwa potensi siswa harus terus diasah dan didukung.
Melalui pendampingan guru yang intensif, program latihan terstruktur, serta kesempatan kompetisi yang luas, sekolah berharap semakin banyak peserta didik yang mampu bersinar di tingkat nasional maupun internasional. Kisah Faiq dan Celso adalah bukti nyata bahwa dengan ketekunan, kerja keras, dan dukungan yang tepat, setiap mimpi bisa diwujudkan. Mereka bukan hanya meraih medali, tapi juga menyalakan api inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani menaklukkan tantangan sains dan menggapai cita-cita setinggi langit.


















