Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menorehkan prestasi gemilang yang patut diacungi jempol. Sebanyak sembilan judul karya dosen UNM berhasil lolos dalam Seleksi Penulisan Buku Tematik Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) – Smart Village yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah III. Pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kontribusi UNM dalam memajukan masyarakat.
Hebatnya lagi, UNM dinobatkan sebagai kontributor terbesar dari total 30 dosen yang dinyatakan lolos seleksi tersebut. Ini menegaskan posisi UNM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam ranah akademik, tetapi juga sangat aktif dalam implementasi ilmu untuk kemaslahatan publik. Prestasi ini secara langsung memperkuat reputasi UNM di kancah pendidikan tinggi regional.
UNM Guncang LLDIKTI Wilayah III: Ini Rahasia di Balik Kesuksesan Dosennya!
Keberhasilan sembilan judul karya dosen UNM dalam seleksi Smart Village LLDIKTI Wilayah III adalah cerminan dari dedikasi dan inovasi yang tak pernah padam. Program Smart Village sendiri bertujuan untuk mendorong pengembangan desa cerdas melalui pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah langkah krusial dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing di era digital.
Dosen-dosen UNM menunjukkan komitmen luar biasa melalui karya-karya mereka yang relevan dan aplikatif. Mereka tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada solusi konkret yang bisa diterapkan langsung di lapangan. Hal ini menjadi kunci utama mengapa UNM mampu mendominasi seleksi bergengsi ini.
Bukan Sekadar Akademik, UNM Hadirkan Solusi Nyata untuk Masyarakat
Rektor UNM, Dwiza Riana, dengan bangga menegaskan bahwa capaian ini adalah bukti nyata kontribusi kampus dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas dedikasi para dosen. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa UNM bukan hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga hadir sebagai solusi nyata untuk pengembangan desa cerdas berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Pernyataan ini bukan isapan jempol belaka. Setiap karya yang lolos seleksi mencerminkan pemikiran mendalam dan riset yang kuat, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. UNM membuktikan bahwa kampus adalah pusat inovasi yang dapat menjadi agen perubahan positif.
Kampus Digital Bisnis: Inovasi Tanpa Henti untuk Negeri
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM secara konsisten mendorong dosen dan mahasiswa untuk menciptakan karya inovatif yang menjawab tantangan zaman. Fokusnya sangat jelas: menghadirkan solusi digital yang relevan dan berdampak. Mulai dari digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pengembangan layanan publik berbasis teknologi, hingga penerapan pertanian cerdas (smart agriculture).
Inisiatif ini sejalan dengan visi UNM untuk menjadi pelopor dalam transformasi digital di berbagai sektor. Dwiza Riana menekankan bahwa pencapaian ini hanyalah awal dari langkah besar menuju transformasi digital bangsa. UNM percaya bahwa ilmu yang lahir di kampus tidak boleh berhenti di ruang kelas, melainkan harus menjadi energi perubahan di tengah masyarakat.
Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Desa Cerdas
Visi UNM tidak hanya berhenti pada pengembangan karya inovatif, tetapi juga pada pembentukan masa depan Indonesia yang lebih cerah. Dwiza Riana percaya bahwa masa depan Indonesia akan lebih cerah jika desa-desa kita tumbuh sebagai desa cerdas, mandiri, dan berdaya saing global. Ini adalah cita-cita besar yang diwujudkan melalui program-program seperti Smart Village.
Melalui pengembangan desa cerdas, UNM berkontribusi pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup di seluruh pelosok negeri. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa, memastikan bahwa tidak ada wilayah yang tertinggal dalam arus modernisasi. UNM berperan aktif dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan desa secara berkelanjutan.
UNM Perkuat Posisi, Jadi Ujung Tombak Transformasi Digital
Prestasi ini secara signifikan memperkuat posisi UNM sebagai perguruan tinggi unggulan di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah III. Ini bukan hanya tentang pengakuan, tetapi juga tentang tanggung jawab yang lebih besar. UNM kini semakin dipercaya untuk menjadi ujung tombak dalam mendukung agenda transformasi digital dan pemberdayaan masyarakat.
Peran strategis UNM dalam ekosistem pendidikan tinggi semakin terlihat jelas. Dengan keberhasilan ini, UNM membuktikan kapasitasnya untuk tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi dan memimpin perubahan. Ini adalah momentum bagi UNM untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Dampak Nyata dari Kolaborasi dan Dedikasi
Keberhasilan UNM ini adalah hasil dari kolaborasi erat antara dosen, mahasiswa, dan manajemen kampus. Lingkungan yang mendukung inovasi dan riset menjadi faktor kunci dalam mendorong para dosen untuk menghasilkan karya-karya terbaik. Setiap judul yang lolos seleksi adalah buah dari dedikasi dan kerja keras yang tak kenal lelah.
Diharapkan, buku-buku tematik yang dihasilkan dari seleksi ini akan menjadi panduan berharga bagi desa-desa di Indonesia. Mereka akan menjadi sumber inspirasi dan pengetahuan praktis untuk membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan berteknologi. UNM berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas.
Langkah Selanjutnya: Menerjemahkan Karya Menjadi Aksi Nyata
Lolosnya sembilan judul karya dosen ini hanyalah permulaan. Langkah selanjutnya yang lebih penting adalah bagaimana karya-karya tersebut dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. UNM akan terus mendorong implementasi ide-ide inovatif ini agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa.
Melalui program-program PKM yang berkelanjutan, UNM akan memastikan bahwa setiap gagasan tidak hanya berakhir di atas kertas. Tetapi, menjadi solusi konkret yang mampu mengubah wajah desa. Ini adalah komitmen UNM sebagai Kampus Digital Bisnis yang selalu relevan dan berdampak bagi kemajuan bangsa.


















